Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2013

Pengganti Kapolres Mojokerto Belum Ditunjuk

Radar Publik Surabaya - Kapolres Mojokerto AKBP Eko Puji Nugroho terbukti melakukan tindakan yang tak patut dilakukan ke Briptu Rani Indah Yuni Nugraeni (25). Meski sudah diputus mutasi demosi, namun belum ada pengganti yang ditunjuk menggantikannya. "Untuk saat ini belum ada. Nanti akan ada sidang dewan kebijakan perwira di Polda Jawa Timur, yang akan diikuti oleh para pejabat utama," kata Kasubid Penmas Polda Jatim, AKBP Suhartoyo saat dihubungi Radar Publik, Senin (1/6/2013). Suhartoyo menjelaskan, perwira yang bakal menduduki jabatan Kapolres Mojokerto akan diketahui setelah Telegram Rahasia (TR) di kalangan Polda Jatim turun. "Setelah TR turun, barulah dilantik dan sertijab," pungkas Suhartoyo. Untuk diketahui, Kapolres Mojokerto AKBP Eko Puji Nugroho terbukti melanggar Pasal 7 ayat 1 Peraturan Kapolri nomor 14 tahun 2011 tentang kode etik profesi polri. Saat sidang KKEP, Eko terbukti pernah mencoba mengukur baju seragam dengan menempelkan tangannya ke...

KBS Terancam Dieksekusi, Pedagang: Saya Mencari Uang Dimana Nanti?

Radar Publik Surabaya - Kabar ancaman Walikota Surabaya Tri Rismaharini yang akan mengeksekusi lahan Kebun Binatang Surabaya (KBS) membuat pedagang asongan di sekitarnya resah. Mereka terancam kehilangan sumber penghasilan. "Oya, kapan rencana eksekusi?," kata Nining, pedagangan asongan yang mangkal di depan area parkir KBS, Senin (01/6/2013). Nining sebelumnya mengaku tidak pernah mendengar kabar ancaman eksekusi KBS oleh Pemkot Surabaya. Namun, dirinya benar-benar berharap bahwa ancaman tersebut urung. Mantan pengamen ini menuturkan sumber penghasilannya hanya sebagai pedagang asongan. Perempuan yang menyewa rumah kecil di Joyoboyo gang kelinci ini tak berani membayangkan bila KBS kini tak lagi memiliki pengunjung. "Saya cari uang dimana nanti? Jadi pengamen, katanya disuruh dagang saja. Sekarang saya dagang, dikejar-kejar satpol. Nah apalagi KBS mau dieksekusi," tutur Nining. Keresahan juga menaungi benak Sugeng (35), pria warga Pulo Wonokromo. Sugeng ...

Sopir Ngantuk, Bus Tabrak 3 Rumah

Radar Publik CILACAP - Sebuah bus sarat penumpang menabrak tiga rumah di Cilacap, Jawa Tengah, Sabtu 29 Juni kemarin sore. Kecelakaan ini terjadi ketika pengemudi tidak mampu mengendalikan laju bus karena mengantuk. Beruntung musibah ini tidak menimbulkan korban jiwa, namun tiga orang yakni sopir dan kenek bus mengalami luka serius.     Kecelakaan bus ini terjadi di Jalan Raya Desa Maos Lor, Kecamatan Maos, Cilacap, Jawa Tengah. Bus efisiensi sarat penumpang menabrak tiga rumah hingga mengalami kerusakan cukup parah.   Kejadian ini bermula ketika bus yang di kemudikan Andi, warga Kutowinangun berjalan dari arah Jogjakarta menuju Cilacap. Sesampainya di jalan yang menikung laju bus tidak terkendali dan menabrak tiga rumah. Kejadian tersebut terjadi karena pengemudi bus mengantuk.   Kencangnya laju bus membuat tiga rumah mengalami kerusakan parah di bagian depan. Bahkan, rumah yang pertama kali di tabrak roboh pada bagian ruang tamu. Beruntung, pemilik rumah selamat karena sedang ...

Pemilik Toko Nugget Berbahan Baku Ikan Busuk Jadi Tersangka

Radar Publik Jakarta - Polres Jakarta Barat berhasil menangkap pemilik PT. Laba Sari, Tio Tju Meng (60) karena diduga memperkerjakan anak dibawah umur dan tidak membayar upah sesuai dengan standar pengupahan. Tio yang menjalankan usaha pembuatan nugget dengan bahan bak ikan busuk ini akhirnya ditetapkan sebagai tersangka karena dalam pemeriksaan terbukti bersalah. "Iya jadi tersangka, setelah dilakukan pemeriksaan terhadap 20 pekerja pabrik nugget itu, diketahui 5 di antaranya berusia dibawah 17 tahun," ujar Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestro Jakarta Barat, AKP Slamet kepada wartawan, Sabtu (29/6/2013). Slamet mengatakan, Tio Tju Meng melanggar Pasal 185 UU No.13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan dengan ancaman 4 tahun penjara. Selain itu, kata Slamet, tersangka juga melanggar aturan standar pengupahan kepada seluruh pekerjanya. "Tersangka mengaku tidak mengetahui tentang aturan yang berlaku di UU ketenagakerjaan, baik soal pengupahan mau...

Kasus Briptu Rani, Kapolres Mojokerto: AKP Lilik Kita Pasrahkan pada Pimpinan

Radar Publik Mojokerto - Kasubag Humas Polres Mojokerto, AKP Lilik Achiril Ekawati dilaporkan Briptu Rani ke Mabes Polri atas tuduhan perbuatan tak menyenangkan. Kapolres Mojokerto AKBP Eko Puji Nugroho memasrahkah status bawahannya itu ke Polda Jatim untuk diusut sesuai mekanisme. "Kita pasrahkan (AKP Lilik, red) kepada pimpinan. Kita percaya terhadap pimpinan yang menangani kasus ini. Mekanismenya sudah ada," kata Kapolres Mojokerto AKBP Eko Puji Nugroho kepada wartawan di kantornya, Sabtu (29/6/2013). Selain itu Kapolres juga menambahkan, jika saat ini semua proses masih ditangani oleh Polda Jatim. Untuk itu dia enggan berkomentar mengenai jabatannya yang telah dicopot. "Kita serahkan semuanya ke pimpinan. Semua satu pintu di Bid Humas Polda Jatim," tegasnya. Sementara itu AKP Lilik sendiri enggan berkomentar mengenai pelaporan yang dilakukan Briptu Rani. Pantauan Radar Publik, saat AKP Lilik dimintai wawancara para wartawan, wanita ini menghindar dan berl...

Kapolrestabes Surabaya Sayangkan Jika Kasus Pembunuhan Ibu Kandung Dihentikan

Radar Publik Surabaya - Kejaksaan Negeri Surabaya berencana mengembalikan dan tidak meneruskan berkas Supandi (30), tersangka kasus pembunuhan ibu kandung. Berkas akan dikembalikan, karena pelaku dinyatakan gila. Hal tersebut sangat disayangkan oleh Kapolrestabes Surabaya. Menurut Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Setija Junianta, seharusnya pihak kejaksaan tetap memproses berkas kasus, jika dirasa lengkap untuk dilanjutkan hingga tingkat peradilan. "Mestinya kalau menurut pemahaman saya dari kejaksaan tetap diajukan hingga proses sidang. Tidak apa-apa biar nanti yang menentukan kasus tersebut lanjut atau tidak majelis hakim," jelasnya saat dihubungi Radar Publik, Sabtu (29/6/2013). Setija juga membenarkan penyataan jaksa tentang dasar pasal 44 ayat 1 KUHP yang intinya menyatakan, pelaku yang dinyatakan mengalami gangguan jiwa maka kasusnya tidak bisa dilanjutkan. Namun lanjut Setija, yang memutuskan sebuah kasus adalah majelis hakim dan ada dasar hukum yang jelas. ...

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan, Indonesia akan terus mempertahankan blok Ambalat yang berbatasan dengan Malaysia

Radar Publik JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan, Indonesia akan terus mempertahankan blok Ambalat yang berbatasan dengan Malaysia. Sebagai negara berdaulat, Indonesia tidak takut ancaman negara mana pun. Bahkan militer Indonesia masuk urutan 15 terbesar di dunia. "Saya sampaikan kalau soal kedaulatan negara dan kepentingan yang lain, tidak pernah ada kompromi saya tegaskan pada saat yang baik ini. Sebuah contoh dalam SMS yang saya terima dalam waktu dua hari ini. Dengan Malaysia secara umum hubungan kita baik, tetapi kalau dikaitkan dengan soal Ambalat kita akan terus memperjuangkan wilayah itu sampai kapan pun," tegas SBY di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (28/6/2013). Selain itu, kata SBY, Indonesia juga akan selalu memantau dan menjamin keselamatan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang mencari nafkah di Malaysia. "Tidak akan pernah ada kompromi kalau menyangkut kedaulatan dan keutuhan wilayah kita. Saya akan terus berjuang dan ...

Ketua KPU Jatim Dituding Terima 'Saweran' Rp3 Miliar

Radar Publik SURABAYA - Suhu politik kian memanas jelang Pemilihan Gubernur Jawa Timur. Ketua KPU Jatim, Andry Dewanto Ahmad, dituding menerima suap Rp3 miliar agar meloloskan dukungan pada salah satu bakal calon gubernur dan wakil gubernur. Tudingan itu mencuat setelah salah satu Komisioner KPU Jatim Agus Mahfudz Fauzi mengungkap hal tersebut dalam dialog publik dengan tema "Netralitas KPU terhadap Dualisme Dukungan Pasangan Calon Gubernur Jatim". Dia menjelaskan, di Pilgub Jatim muncul dukungan ganda dari Partai Kedaulatan (PK) dan Partai Persatuan Nahdotul Ummah Indonesia (PPNUI). Dua parpol nonparlemen mendukung pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa) dan Khofifah-Herman (BerKah). Untuk menyelesaikan persoalan tersebut, pihaknya mengaku sudah menemui pengurus pusat kedua partai. Masing-masing kubu mengklaim dukungan yang diberikan sah. "Kami sudah ke Jakarta untuk menemui jajaran pengurus DPP, baik dari PK maupun PPNUI. KPU Jatim bertemu secara terpisah de...

Harusnya Camat dan Lurah Baru Tak Bisa Tidur Malam Ini

Radar Publik Jakarta - Kinerja pada para camat, lurah dan pejabat baru yang pagi ini dilantik oleh Gubernur DKI Joko Widodo, akan evaluasi tiap tiga bulan. Pemantauan kinerja dimulai sejak hari pelantikan mereka. "Jangan sampai sepulang dilantik, nanti malam tidur nyenyak. Harusnya tidak begitu. Karena ada evaluasi enam bulan ke depan," ujar Made di kantornya di Balai Kota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Kamis (27/6/2013). Jika dinilai tidak pas, resikonya yakni penggeseran atau penurunan jabatan. Made menjelaskan, proses lelang jabatan itu merupakan keuntungan bagi banyak pihak yang ingin kenaikan jabatan. "Pola karirnya, orang itu kalau dari hirarki kepamongan, sekretaris lurah, lurah, sekcam, camat, asisten. Apakah kita akan mengitu garis yang panjang dan lama ini?" sambungnya Selain itu, Made juga mengaku pihaknya telah memiliki bank data yang berisi orang-orang berpotensial. (Red)

Sidang Propam Briptu Rani Dipimpin Irwasda Polda Jatim

Radar Publik Surabaya - Sidang kode etik profesi polri yang melibatkan Briptu Rani dan Kapolres Mojokerto AKBP Eko Puji Nugrono berlangsung di ruang sidang Propam Polda Jatim. Sidang langsung dipimpin oleh Irwasda Polda Jatim, Kombes Pol Aan Iskandar. "Sidang langsung dipimpin Irwasda Polda Jatim," kata Kabid Humas Polda Jatim AKBP Awi Setiyono di Gedung Reskrimsus Polda Jatim kepadap Radar Publik, Kamis (27/6/2013). Dalam sidang yang berlangsung sejak pukul 16.00 Wib, Kapolres Mojokerto disangkakan dengan Pasal 7 ayat 1 huruf 1 Peraturan Kapolri nomor 14 tahun 2011 tentang kode etik profesi polri. Bahwa setiap anggota polri wajib menampilkan sikap kepemimpinan melalui sikap keteladanan, ketaatan pada hukum, kejujuran dan keadilan. Apakah Kapolres Mojokerto benar melakukan apa yang disangkakan Briptu Rani? Bagaimana bila sangkaan itu benar? Awi tak berani berandai-andai. "Jangan berandai-andai, kita tunggu saja keputusan. Kita serahkan keputusannya ke komisi kod...

Caleg Golkar Tewas di Lokalisasi

Radar Publik JEMBER - Seorang bakal calon anggota legislatif (Caleg) dari Partai Golkar dari Daerah Pemilihan IV meninggal dunia saat bercinta dengan seorang pekerja seks komersial (PSK) di Lokalisasi Besini, Kecamatan Puger, Jember, Jawa Timur.   Caleg nomor urut 6 tersebut diketahui bernama Karyanto (54), warga Perumahan Griya Mangli Indah, Kecamatan Kaliwates. Tragisnya, saat di lokalisasi, almarhum bukannya untuk bersosialisasi tentang dirinya, namun untuk berkencan dengan pekerja seks komersial.   Pemilu legislatif sebenarnya masih setahun lagi digelar, namun Karyanto tidak akan merasakan enaknya menjadi anggota DPRD. Caleg yang juga mantan pengurus DPC PKNU Jember ini ini menggegerkan warga Lokalisasi Besini. Pria yang juga kontraktor dan anggota Gapensi Jember ini tewas dalam kondisi terlentang dan nyaris dalam kondisi telanjang. Polisi kemudian datang dan melakukan olah kejadian perkara.   Diduga kuat, Karyanto tewas usai menggunakan suplemen untuk vitalitas dan mengalam...

HIMBAUAN dari Humas Polres Klaten

Radar Publik KLATEN - Terkait dengan akun sebuah facebook, Twitter, Website atau Situs didunia maya yang menyesatkan atau bersifat Profokatif, Polri mengimbau kepada masyarakat agar lebih selektif dan tidak mudah terpengaruh setelah mengakses informasi di dunia Maya tersebut. Masyarakat juga harus bisa menyaring dan menyeleksi mana informasi yang benar dan mana yang rekayasa. Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol Drs. Boy Rafli Amar mengatakan "Masyarakat harus pandai-pandai. Hak masyarakat untuk mengakses. Tapi apabila ada yang menyesatkan dan mengadu domba, sebaiknya tidak ditanggapi," (Opr PID Polres Klaten)

Bergaya Hidup Mewah, 2 Pelajar Nekat Jadi Bandar Pil Koplo

Radar Publik Mojokerto - Hanya demi gaya hidup mewah, dua pelajar asal Kabupaten Mojokerto nekat menjadi bandar pil koplo. Kedua pelajar sekaligus pemakai ini, ditangkap polisi saat mengedarkan barang haram kepada para temannya. Selain menangkap dua pelajar, polisi juga mengamankan 3 pemuda yang memasok mereka. 5 Tersangka yakni, PT (16) dan RK (17) siswa kelas 2 SMA. Sementara ketiga pemasok yakni Lukman (25) warga Dlanggu Mojokerto, Faisal (22) dan Saiful (24) warga Sidoarjo. "Kedua pelajar itu kita tangkap saat mengedarkan di sekolahnya. Sementara ketiga pemasok itu ditangkap saat dikembangkan," kata Kasat Narkoba Polresta Mojokerto AKP Djamin kepada Radar Publik, Rabu (26/6/2013). Kedua pelajar itu berjualan sejak 6 bulan lalu. Sekali transaksi dengan para pembeli, mereka untuk Rp50 ribu hingga Rp100 ribu. "Kadang ajak teman baru untuk coba-coba. Kalau sepi ya pembeli langganan saja," ungkap PT di hadapan penyidik. Dari kedua tangan pelajar ini, polisi ...

Singapura Terima Permintaan Maaf SBY Soal Kabut Asap

Radar Publik Singapura - Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong menyambut permintaan maaf soal kabut asap yang diutarakan oleh Presiden SBY. PM Lee berharap ada respon yang cepat dari Indonesia untuk menangani kebakaran itu. Pernyataan PM Lee seperti dikutip dari situs berita straitstimes, Rabu (26/6/2013). PM Lee juga mempersilakan polisi untuk mengambil langkah hukum terhadap pihak yang bertanggung jawab terhadap kebakaran itu. "Sambil berharap ada tindakan cepat dan lanjutan," kata PM Lee. Dalam kesempatan ini, Singapura juga kembali menawarkan bantuan. Bahkan kali ini bantuan untuk bisa mengatasi secara permanen persoalan kebakaran yang hampir tiap tahun terjadi. "Singapura siap bekerja sama dengan Indonesia, Malaysia dan negara lain untuk menyelesaikan permasalah ini. Kita harus mengerjakan solusi permanen untuk mencegah masalah ini berulang-ulang," tegasnya. Presiden SBY meminta maaf kepada Singapura dan Malaysia terkait kabut asap yang melanda k...

Sebanyak 140 Calon Legislatif (caleg) yang tidak mau mengisi dan dipublikasikan daftar riwayat hidupnya perlu dicurigai

Radar Publik JAKARTA - Sebanyak 140 Calon Legislatif (caleg) yang tidak mau mengisi dan dipublikasikan daftar riwayat hidupnya di website resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) patut dicurigai track recordnya.   Menurut Pakar Komunikasi Politik Universitas Mercu Buana Jakarta, Heri Budianto, seharusnya seorang caleg harus berterimakasih pada mekanisme yang dilkakukan KPU terkait riwayat hidup sebagai sarana publikasi bagi caleg.   "Publik patut mencurigai, ada apa caleg-caleg yg menolak mengisi daftar riwayat hidup dan tidak mau mempublikasinya. Saya kira ada hal-hal yg sengaja ditutupi oleh seorang caleg (tak mau dipublikasikan) tersebut," kata Heri, melalui keterangan yang diterima Radar Publik, Selasa (25/6/2013).   Dikatakannya, publik juga diharapkan kritis memberikan respon dimasa pemberian tanggapan masyarakat terhadap caleg yang akan bertarung di 2014.   Alasannya, umpan balik dari masyarakat diharapkan menjadi filter bagi KPU dan partai untuk menghasilkan anggota...
Radar Publik POLRES BLITAR_Si jago merah melalap sebagian rumah milik Subakir (47) warga asal Dusun Sumberasri Desa Sumberagung Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar. Beruntung, dalam peristiwa tersebut tidak sampai memakan korban jiwa. Hanya saja sebagian kamar rumah beserta isinya milik korban ludes terbakar. Peristiwa tersebut berawal pada hari Minggu (23/06/2013) sekitar pukul 10.00 Wib, sewaktu korban bekerja di penggilingan batu yang lokasinya sekitar 100 meter dari selatan rumahnya, tiba-tiba didatangi oleh Takim tetangganya. Kedatangan Takim untuk memberitahukan kepada korban kalau di dalam rumahnya terlihat keluar asap. Mengetahui kabar tersebut maka tanpa pikir panjang korban langsung lari menuju rumahnya, karena di dalam rumah tersebut ada anaknya Sugeng (14), yang saat ditinggal korban bekerja sedang tidur. Setelah korban dapat masuk ke dalam rumah, korban melihat ada api yang telah membakar lemari dari kayu. Kemudian korban langsung membawa lari anaknya dari dalam rumahn...

Gara-Gara Cemburu Buta, Ruri Dibekuk Polisi

Radar Publik DEPOK - Setelah buron 24 jam, polisi akhirnya membekuk Ruri Bin Matali (27), seorang pemuda warga Jembatan Serong RT 01/02, Cipayung, Depok. Ruri membunuh Deni Haryanto (23), sahabat karibnya, warga Kampung Rawa Geni RT 1/1 Ratu Jaya Cipayung Depok.     Kejadian berawal saat Minggu dini hari pukul 24.00 WIB, di Gang Karung RT 2/2 Cipayung, Depok, mereka berdua berkelahi. Hingga akhirnya Deni tewas.   Rupanya, perkelahian Deni dan Ruri dipicu karena rasa cemburu buta. Mereka berdua memperebutkan wanita yang sama.   Kapolresta Depok Kombes Pol Achmad Kartiko mengatakan pelaku yakni Ruri Bin Mat Ali, terbukti menganiaya pelaku. Ruri akan dijerat dengan pasal 351 KUHP tentang penganiayaan.   "Pelaku buron selama satu hari, sempat tak ada kami lacak ke rumahnya, ancaman hukuman tujuh tahun penjara," ujarnya kepada Radar Publik, Senin (24/06/2013).   Achmad menambahkan pelaku ditangkap pukul 12.30 WIB. "Pelaku akhirnya pulang ke rumah orang tuanya, sesu...

Gara-Gara Cemburu Buta, Ruri Dibekuk Polisi

Radar Publik DEPOK - Setelah buron 24 jam, polisi akhirnya membekuk Ruri Bin Matali (27), seorang pemuda warga Jembatan Serong RT 01/02, Cipayung, Depok. Ruri membunuh Deni Haryanto (23), sahabat karibnya, warga Kampung Rawa Geni RT 1/1 Ratu Jaya Cipayung Depok.     Kejadian berawal saat Minggu dini hari pukul 24.00 WIB, di Gang Karung RT 2/2 Cipayung, Depok, mereka berdua berkelahi. Hingga akhirnya Deni tewas.   Rupanya, perkelahian Deni dan Ruri dipicu karena rasa cemburu buta. Mereka berdua memperebutkan wanita yang sama.   Kapolresta Depok Kombes Pol Achmad Kartiko mengatakan pelaku yakni Ruri Bin Mat Ali, terbukti menganiaya pelaku. Ruri akan dijerat dengan pasal 351 KUHP tentang penganiayaan.   "Pelaku buron selama satu hari, sempat tak ada kami lacak ke rumahnya, ancaman hukuman tujuh tahun penjara," ujarnya kepada Radar Publik, Senin (24/06/2013).   Achmad menambahkan pelaku ditangkap pukul 12.30 WIB. "Pelaku akhirnya pulang ke rumah orang tuanya, sesu...

Gara-Gara Cemburu Buta, Ruri Dibekuk Polisi

Radar Publik DEPOK - Setelah buron 24 jam, polisi akhirnya membekuk Ruri Bin Matali (27), seorang pemuda warga Jembatan Serong RT 01/02, Cipayung, Depok. Ruri membunuh Deni Haryanto (23), sahabat karibnya, warga Kampung Rawa Geni RT 1/1 Ratu Jaya Cipayung Depok.     Kejadian berawal saat Minggu dini hari pukul 24.00 WIB, di Gang Karung RT 2/2 Cipayung, Depok, mereka berdua berkelahi. Hingga akhirnya Deni tewas.   Rupanya, perkelahian Deni dan Ruri dipicu karena rasa cemburu buta. Mereka berdua memperebutkan wanita yang sama.   Kapolresta Depok Kombes Pol Achmad Kartiko mengatakan pelaku yakni Ruri Bin Mat Ali, terbukti menganiaya pelaku. Ruri akan dijerat dengan pasal 351 KUHP tentang penganiayaan.   "Pelaku buron selama satu hari, sempat tak ada kami lacak ke rumahnya, ancaman hukuman tujuh tahun penjara," ujarnya kepada Radar Publik, Senin (24/06/2013).   Achmad menambahkan pelaku ditangkap pukul 12.30 WIB. "Pelaku akhirnya pulang ke rumah orang tuanya, sesu...

Minggu, 23/06/2013 14:39 WIB Lion Air Nyaris Gagal Mendarat di Bandara Juanda

Radar Publik Surabaya - Sebuah pesawat Lion Air jurusan Jakarta-Surabaya nyaris gagal mendarat di Bandara Internasional Juanda Surabaya. Penyebabnya, terjadi hentakan keras, saat roda belakang pesawat menyentuh landasan, hingga akhirnya pesawat kembali memilih take off. Hingga kini belum diketahui pasti penyebab missed landing approach Lion Air itu. Cerita gagal landing tersebut seperti diungkapkan seorang penumpang Lion Air 0574 bernama Arie Wihardi, dalam email yang dikirimkan ke redaksi Radar Publik, Minggu (23/6/2013). Menurut Arie, penerbangan Jkt-Sub, pada pukul 11.20 WIB, sudah mendekati landasan. Namun, begitu mendarat tiba-tiba terjadi hentakan keras. Arie sempat menduga, jika roda belakang pesawat mungkin terlalu cepat menyentuh landasan. Namun, bukannya mendarat pesawat tiba-tiba mengangkasa kembali. "Tiba-tiba pilot tancap gas lagi dan melakukan emergency take off," jelas Arie. Setelah melakukan penerbangan satu putaran di atas Bandara Juanda, pesawat...

Menteri LH: 8 Perusahaan Malaysia di Riau Terindikasi Bakar Lahan

Radar Publik Pekanbaru - Hasil penyelidikan tim Kementerian Lingkungan Hidup menemukan adanya indikasi 8 perusahaan Malaysia melakukan pembakaran lahan di Riau. Jika sudah cukup bukti, kedelapan perusahaan itu akan diajukan ke pengadilan. "Di area konsesi mereka ditemukan kebakaran. Ini yang akan kita selidiki lebih lanjut. Tim penyidik kita masih berada di lokasi saat ini untuk melakukan investigasi lebih lanjut," kata Menteri LH Balthasar Kambuaya dalam jumpa pers di Lanud Pekanbaru, Sabtu (22/6/2013). Balthasar menjelaskan 8 perusahaan itu adalah PT Langgam Inti Hiberida, PT Bumi Rakksa Sejati, PT Tunggal Mitra Plantation, PT Udaya Loh Dinawi, PT Adei Plantation, PT Jatim Jaya Perkasa, PT Multi Gambut Industri, dan PT Mustika Agro Lestari. Dia juga mengatakan 8 perusahaan itu merupakan investor asal Malaysia. Karenanya dalam waktu dekat, perusahaan itu juga akan dilaporkan ke kementerian lingkungan Malaysia. "Dalam waktu dekat ini saya akan bertemu dengan men...

BBM Naik, Nelayan Tradisional Mulai Menjerit

Radar Publik JAKARTA - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi per-22 Juni 2013 langsung memberikan dampak negatif pada nelayan tradisional. Kenaikan harga BBM bukan hanya berpengaruh pada meningkatnya biaya operasional melaut karena harus membeli bahan bakar lebih mahal, tetapi juga berdampak pada tingginya harga bahan pokok sehingga harus merogoh kocek lebih besar. Seperti diungkapkan Sekjen Koalisi Rakyat Untuk Keadilan Perikanan (Kiara), Abdul Halim. Dia menuturkan, dengan kenaikan BBM bersubsidi berimbas pada kenaikan harga bahan pokok seperti beras, minyak sayur, gula, garam, dan lainnya berkisar  Rp1.000-Rp.5000/kg/liter. Di mana, kenaikan harga bahan pokok itu, dilansir Kiara dari empat kampung nelayan di tiga daerah, mulai dari Tarakan, Bengkalis, dan Gresik. "Demikan situasi yang dihadapi masyarakat nelayan. Misal nelayan Bengkalis, ditengah isu kenaikkan BBM dan sulitnya mencari ikan akibat kabut asap tebal (kebakaran hutan) yang menghalangi melaut, harg...

Wartawati Korban Perkosaan Masih Syok

Radar Publik JAKARTA- Meski telah memberikan keterangan kepada pihak kepolisian mengenai kejadian pemerkosaan yang menimpanya, kondisi korban pemerkosaan, MC (31), wartawati media televisi swasta nasional itu masih syok. Kasubag Humas Polres Jakarta Timur Komisaris Polisi Didik Hariyadi mengatakan korban sudah bisa berkomunikasi dan  menjelaskan ciri-ciri pelaku dan memberikan keterangan serta kronologi kejadian kepada polisi. Namun kondisi psikis korban masih syok berat. "Korban sudah sehat, sudah bisa diajak komunikasi, tapi secara psikis masih syok," ujar Didik saat ditemui di Polres Jakarta Timur, Jumat (21/6/2013). Menurut Didik, korban telah menjalani visum di RS Polri Jakarta Timur, namun untuk hasil visum itu sendiri belum diterima oleh pihaknya. "Hasil visumnya belum keluar, saat ini korban masih dirawat di RS Polri," imbuhnya. Seperti diketahui, seorang wartawati media televisi swasta nasional, MC (31) menjadi korban pemerkosaan dan penganiayaan d...

Polisi berhasil menyita 32 jeriken bensin dan solar yang jumlahnya diperkirakan mencapai satu ton.

Radar Publik MAKASSAR - Petugas Polres Pelabuhan menyita satu ton bahan bakar minyak (BBM) ilegal dari dua penimbun di Jalan Barukang Utara, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Dalam menjalankan aksinya, pelaku berinisial SN dan MN membeli premium dan solar dari sejumlah SPBU. Kemudian, bahan bakar tersebut diendapkan lebih dulu di rumah keduanya, dan baru akan dijual setelah harganya naik. “Mereka beli di sejumlah SPBU kemudian diendapkan di rumah untuk nantinya dijual kembali setelah harganya naik,” ujar Kasat Reskrim Polres Pelabuhan, AKP Hardjoko di Makassar kepada Radar Publik, Jumat (21/6/2013). Polisi berhasil menyita 32 jeriken bensin dan solar yang jumlahnya diperkirakan mencapai satu ton. “Barang bukti sudah kita sita, dan tersangka sedang diproses lebih lanjut,” ujarnya. Selain itu, pelaku  diduga kuat sebagai sindikat penimbun BBM yang kerap beroperasi di sejumlah SPBU di Kota Makassar. Parahnya, dua tersangka yang juga pengecer tersebut juga terlibat masalah perizina...

Haul Bung Karno, Baliho Bambang-Said Bertebaran di Blitar

Radar Publik Blitar - Peringatan Haul Bung Karno nanti malam, sejumlah baliho raksasa bertuliskan 'BambangSaid untuk Jawa Timur' bertebaran di sejumlah sudut di Kota Blitar. Baliho berukuran sekitar 4x4 meter ini didominasi warna hitam, merah dan abu-abu, bergambar Presiden Pertama RI Soekarno. Di sudut kanan atas baliho, tertulis i like bergambar jempol. Pantauan Radar Publik, baliho yang mengusung calon nama pasangan gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur ini terpasang diantaranya di perempatan Jalan Soekarno Hatta, perempatan Jalan Sultan Agung atau sekitar 100 meter dari Istana Gebang. Entah kapan pastinya pemasangan Baliho berukuran raksasa ini, namun yang jelas warga dengan mudah menemukanya. Peringatan Haul Bung Karno rutin digelar Pemerintah Kota Blitar setiap tahunnya. Dalam peringatan Haul ke-43 Bung Karno ini digelar dengan cara berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Panitia yang dimotori Dinas Komunikasi Informasi dan Pariwisata Daerah (KOMINPARDA) Kota Blita...

Solidaritas Wartawan Surabaya Tuntut Kapolri Minta Maaf

Radar Publik Surabaya - Solidaritas Wartawan Surabaya menuntut Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo minta maaf secara terbuka kepada insan media. Tuntutan itu dilakukan atas insiden yang menimpa wartawan Trans7 Jambi, Anton Nugroho yang terkena serpihan gas air mata saat meliput demo BBM. Sekitar pukul 19.00 WIB, sekitar 30an wartawan Surabaya mendatangi Mapolda Jatim. Massa melakukan orasi dan mengungkapkan penyesalan atas kejadian yang menimpa dua pewarta yang masing-masing berada di Ternate, Maluku Utara dan Jambi yang terkena peluru karet dan pecahan tabung gas air mata yang ditembakkan polisi. "Secara kasat mata, arah tembakan langsung ke arah massa. Ini hal yang sangat membahayakan. Kalaupun percikan tembakan tidak mengenai wartawan, kemungkinan juga akan mengenai massa aksi," kata Kabiro Trans7 biro Surabaya, Dodik Puji saat ikut turun aksi di Mapolda Jatim, Radar Publik Senin (17/6/2013). Dodik berharap, aktivitas polisi, massa aksi maupun wartawan di kemudian ha...

KPK Bisa Ajukan Rekomendasi Penonaktifan Rusli Zainal Sebagai Gubernur Ikhwanul Khabibi

Radar Publik Jakarta - Walaupun telah menjadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Gubernur Riau Rusli Zainal masih aktif sebagai pemimpin tertinggi pemerintahan daerah Riau. KPK bisa mengajukan rekomendasi penonaktifan Rusli Zainal ke Kemendagri. "Kami punya kewenangan untuk mengajukan rekomendasi," ujar juru bicara KPK, Johan Budi di kantor KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (17/6/2013). Johan menambahkan sampai saat ini belum ada informasi apakah KPK secara lembaga sudah mengajukan rekomendasi itu ke Kemendagri. Namun dia menegaskan jika KPK hanya punya hak untuk mengajukan rekomendasi. "Kita hanya rekomendasi, kalau wewenang penonaktifan ada di Kemendagri," tambah Johan. Hari ini beberapa pegawai Pemprov Riau datang ke Rutan KPK. Mereka datang untuk meminta tanda tangan beberapa surat penting kepada Rusli Zainal. Sebagai Gubernur aktif memang tampuk kepemimpinan dan pengambilan keputusan di tingkat Porvinsi masih berada si tangan Rusl...

Pemred Radar Publik Segerah laporkan Pemilik Fresh green ke ke kantor Pulisi atas Pencemaran Nama Baik dan tuduhan Menerima Suap

Radar Publik TRAWAS MOJOKERTO JATIM - Pemred Radar Publik ( H. Gus Nyoto NH / Kresna ) segerah laporkan Pemilik Fresh Green ( Hendra ) 50th. Dan Anak Buannya, karena Menuduh menyuap Rp. 100rb rupiah dan menjelek-jelekan Nama PERS. ujar narasumber pada Pemred Radar Publik, (17/6/2013) Kemarin Pemred dan Tim mengadakan Investigasi terkait dari adanya laporan Perijinan bodong Pemilik Fresh Green tidak menerimakan dan menuduh kami wartawan cepekan. Emang bangsat Pemilik Fresh Green yang sudah berani melanggar hukum malah menentang hukum kebal hukum kah dia?.... No. 055/RPI-HUO/Siuup/J27/2013. Kepada Yth Bpk. Kapolsek Trawas Di. Tempat Hal. Somasi Dengan hormat Saya Pemred Radar Publik minta bantuannya segerah memanggil pemilik fresh green untuk menindak lanjutin atas pencemaran nama baik PERS dan itansi lainnya. Serta Melecehkan Hukum Pemerintahan. Terima Kasih. Tembusa: 1. Kapolres 2. Kapolda 3. Kapolri 3. Kajari 4. Kajagung 5. Dewan PERS Untuk P. Camat kami min...

DITEMUKAN TEWAS DI KANDANG SAPI

Radar Publik POLRES BLITAR _ Warga sekitar Lingkungan Pucungsari Desa Slorok Kecamatan Garum, kemarin pagi mendadak ramai dipenuhi warga setempat yang ingin melihat jasad Tohari (30) warga Dusun Slorok Rt 04 Rw 03 Desa Slorok Kecamatan Garum yang ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan posisi tengkurap dan sudah kaku didalam kandang sapi rumah kakaknya yakni Tumijan (45), dari POLRES BLITAR Kepada Radar Publik, Senin (17/6/2013). Belum diketahui modus kematian korban sampai saat ini, namun menurut keterangan warga korban beberapa hari memang tidak pulang kerumah dan diketahui bingung atau depresi belum bisa membayar angsuran sepeda motor. Selain itu, dua hari sebelumnya korban juga sempat mengeluh sakit yang dialaminya pada perutnya. Peristiwa tersebut bermula, ketika saksi akan memberi makanan pada sapinya, tiba-tiba di kagetkan dengan mendapati tubuh korban tengkurap diatas jerami di kandang sapi miliknya sudah keadaan meninggal dunia. Melihat kondisi adiknya terseb...

FRESH GREEN BELUM KANTONGI IJIN ALIAS BODONG

Radar Publik TRAWAS - Fresh Green belum mengantongi surat perijinan sudah berjalan 10bln dan juga membeli lahan warga belum dilunasi sudah di bangun, Hasil konfirmasi beberapa Pers, Minggu 16 Juni 2013. Menurut salah satu pegawai disitu mengatakan bahwa perijinan sudah di titipkan ke P. camat trawas, dan juga satpol PP. Sedangkan penuturan Kades setempat bahwasannya tidak pernah konfirmasi lebih lanjut ke pihak (Perdes) pemerintahan desa, alias dikesampingkan. Sudah jelas sekali bahwa Fresh Green tersebut bodong padahal mereka sudah berani menglekramasikan spanduk mendem/mabuk durian. Untuk pihak yang berwenan padahal sudah mengetahuinya tapi tutup mata, ada apakah ini? Perlu dipertanyakan. Apalagi di Fresh Green ada pegawai sampai 40 org jika terjadi sesuatu siapakah penanggung jawabnya. Untuk lebih lanjut kepada pihak dibidang perijinan mulai IMB siuup Usaha serta H0 juga dari Pariwisata bodong. Dan dugaan kuat aparatur pemerintahan ada main dibalik semua ini. Jika se...

Suara Gemuruh Kagetkan Warga, Rumah Retak & Tanah Perbukitan Amblas

Radar Publik Sumenep - Suara gemuruh yang terdengar di Dusun Karongkong Desa Matanair Kecamatan Rubaru, Sumenep Jawa Timur, mengejutkan warga. Akibatnya, warga berlarian ke luar rumah karena genting-genting berjatuhan dan 7 rumah retak-retak. Selain retak, suara gemuruh itu menyebabkan beberapa lubang di atas tanah perbukitan sepanjang 1 Km. Puluhan warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman karena takut ada getaran susulan. Salah satu warga Dusun Karongkong, Mas'ad (45) mengaku sebelum terjadi keretakan Minggu (16/6/2013). warga mendengar suara getaran berkali-kali dan disusul kemudian warga berhamburan keluar rumah. "Sekitar jam 03.00 WIBb dinihari tadi ada suara getaran dan warga langsung keluar rumah, karena takut ada gempa," kata Mas'ad. Selain rumah warga retak, tanah perbukitan sepanjang 1 Km dari Dusun Karongkong Desa Matanair memanjang ke arah barat laut menuju ke Desa Torbang Kecamatan Batuan retak dan sebagian tanah amblas sekitar 50cm. ...

Kontras: Tekanan Publik Kunci Penting Pembatalan Vonis Mati Ruben

Radar Publik MALANG - Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) menilai, pembahasan kasus yang menimpa Ruben Pata Sambo dan anaknya, Markus Pata Sambo, yang menjadi bahan diskusi dalam 'The 5th World Congress Against Death Penalty' di Madrid Spanyol hari ini, bisa menjadi salah satu gerakan publik untuk menekan membatalkan vonis mati terhadap keduanya. "Tekanan dari publik menjadi salah satu kunci penting dalam pembatalan vonis Ruben, mengingat kasus serupa belum pernah terjadi, “ kata Andy Irfan, Minggu (16/06/2013). Dalam kasus ini, Ruben sudah melakukan banding ke Pengadilan Tinggi, kasasi, dan peninajuan kembali (PK) dengan hasil seluruhnya ditolak. Jika keluarga melakukan sidang lagi dengan kasus yang sama, maka akan terbentur dengan azas nebis in idem. Meski demikian, tidak menutup kemungkinan bisa dilakukan upaya pengajuan PK lagi, sebab pengajuan PK kali ke dua belum diatur dalam undang-undang yang ada dan juga tidak ada larangan. Andy ...

MOBIL POLISI NGROWO DI ISI BBM BERSUBSIDI

Radar Publik Mojokerto kamis pagi pukul 09 th 13 juni 2013 di pom ngrowo bangsal mojokerto kedua oknum polisi pak haris salah satunya dengan kendaraan toyota kijang yg dengan sengaja membeli bbm bersubsidi, padahal bbm bersupsidi yg berupa premium dilarang untuk seluruh kendaraan dinas tetapi 2 oknum ini tidak merasa malu meski sudah berkali kali diingatkan oleh pegawai bbm, Sabtu 15/6/2013. saat konfirmasi dengan wartawan kenapa kok beli bbm bersubsidi beliau menjawab( pak haris ) mobil ini bensin mau habis jika tidak dibelikan mobil ini akan mogok karna jarak untuk membeli bbm pertamax sangat jauh dan saya hanya membeli 20 ribu saja nggak banyak kok, apakah nggak boleh kalau gak boleh ya ambil lagi tuh di tanki mobil itu jawab nya,menurut saya jawaban seperti itu sudah basi karna setiap ketahuan selalu itu itu saja alasanya apa gak ada yang lain .kan sudah tau kalau itu melanggar hukum dan malah sempat menyuruh saya untuk datang ke kanit reskim dipolres mojokerto saat saya tanya ...

Forum Pemred AJI Sesalkan Fasilitas Mewah Forum Pemred di Bali

Radar Publik BALI - Lebih 100 orang pemimpin redaksi peserta Pertemuan Puncak Forum Pemred di Nusa Dua Bali, Sabtu (15/6/2013) mendapatkan bingkisan kondom dari panitia.  Radar Publik, JAKARTA - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia prihatin terhadap pertemuan Forum Pemred Indonesia yang digelar di Nusa Dua, Bali, 13-14 Juni 2013. AJI melihat, saat ini memasuki tahun politik, karena tingga setahun menjelang Pemilu 2014. Dalam suasana demikian, pertemuan ratusan pemred media se-Indonesia bisa menimbulkan spekulasi politik yang tidak perlu. Terkait sepak terjang Forum Pemred yang mengundang spekulasi itu, AJI mengaku menerima keluhan dari berbagai kalangan. Apalagi para pemimpin redaksi media yang berusaha menjaga independensi newsroom, mengeluhkan adanya upaya menggunakan Forum Pemred untuk memerjuangkan kepentingan politik tertentu. Apalagi forum ini dihadiri bukan saja pemimpin redaksi media, namun juga pimpinan perusahaan (non wartawan), pejabat negara, dan pemilik ...

Pemimpin Radar Publik kritik keras masalah Pertemuan Forum Pemred di Bali Ada upaya menggunakan Forum Pemred untuk kepentingan politik tertentu

Radar Publik | Jum'at, 14 Juni 2013, Kresna menyatakan prihatin terhadap pertemuan Forum Pemred Indonesia yang digelar 13-14 Juni 2013 di Nusa Dua, Bali. Pemred Radar Publik, H. Gus Nyoto NH/Kresna, menerangkan kepada pers hari ini, Jum'at 14 Juni 2013, menilai pertemuan ratusan pemred media se-Indonesia bisa menimbulkan spekulasi politik. Sebab, forum ini dihadiri bukan saja oleh pemimpin redaksi media, namun juga pimpinan perusahaan, pejabat negara, dan pemilik media yang berkecimpung dalam politik. "Para pemimpin redaksi media yang berusaha menjaga independensi news-room mengeluhkan adanya upaya menggunakan Forum Pemred untuk memperjuangkan kepentingan politik tertentu," katanya.   Lembaga independen itu juga mempertanyakan relevansi pertemuan forum itu. Terlebih di tengah berbagai masalah, seperti gaji wartawan yang masih di bawah standar, jaminan asuransi, perlindungan profesi, serta kualitas dan etika pekerja pers. Kresna selaku Pemimpin Radar Publik I...

Ada Bingkisan Kondom "Meoong" di Pertemuan Forum Pemred

Radar Publik Penulis : noname 13 Jun 2013 Para peserta Pertemuan Forum Pemred yang berlangsung di Nusa Dua, Bali, terkejut melihat isi bingkisan berupa satu kotak kondom. Pertemuan puncak ini merupakan yang pertama kalinya dan digelar selama dua hari, 13-14 Juni 2013. Di benarkan oleh Pak Kresna Radar Publik TRIBUNNEWS NUSA DUA, KOMPAS.com — Lebih dari 100 orang pemimpin redaksi berbagai media massa berkumpul di Nusa Dua, Bali, Kamis (13/6/2013), untuk menghadiri Pertemuan Puncak Forum Pemred. Pertemuan ini berlangsung selama dua hari, 13-14 Juni 2013, di Bali Nusa Dua Convention Hall (BNDCH). Selain pemimpin redaksi, pertemuan yang juga dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini juga menghadirkan pihak lain yang terkait dengan media massa. Saat registrasi, selain mendapatkan kartu ID, sejumlah peserta kaget karena mendapatkan tiga bingkisan. Salah satu bingkisan berisi satu kilogram gula pasir. Namun, yang paling mengejutkan adalah ada satu kotak kondom. Satu kotak itu ...

PUNCAK PERTEMUAN SELURUH PEMRED SE INDONESIA DI BALI

Radar Publik NUSA DUA BALI - Pertemuan puncak Pemimpin Redaksi se-Indonesia digelar di Bali Nusa Dua Convention Center, 13-14 Juni 2013. Menandai pembukaan pertemuan puncak ini, agar semakin meneguhkan komitmen untuk negeri, disuguhkan tarian khas Bali. Tarian yang digelar adalah Puspanjali yang melambangkan penyambutan tamu yang datang ke Pulau Dewata. Tampak hadir pada pembukaan, Kamis (13/6/2013) ini, Ketua Dewan Pers Bagir Manan, Menneg BUMN Dahlan Iskan, sejumlah petinggi perusahaan media, tokoh pers, Pemimpin Redaksi se-Indonesia, dan undangan dari berbagai instansi. Sejumlah Duta Besar juga diundang, di antara yang sudah dan akan datang adalah Dubes Malaysia, China, Singapura, Australia, dan Kanada. Dalam kesempatan itu, Ketua Pelaksana Panitia Pertemuan Pemred se-Indonesia Muhammad Ikhsan membeberkan latar belakang diadakannya pertemuan ini. Pertama, ada momentum pertumbuhan ekonomi ke depan yang semakin berkembang dan dalam kondisi baik. Momentum tersebut harus dijaga. ...

Warga Keluhkan Wartawan Bodrex

Radar Publik INDONESIA –  Masyarakat kecil mengeluhkan adanya wartawan bodrex atau wartawan tanpa surat kabar (WTS) yang marak berkeliaran di Di Seluruh Indonesia. Wartawan-wartawan itu, kesana kemari untuk meminta uang, dengan cara membawa kasus yang pernah diberitakan di media massa. Mereka belum mau pergi dari yang bersangkutan, sebelum diberi sejumlah uang oleh orang2 yang pernah kena kasus. Menurut Saya, yang menerima keluhan dari para Masyarakat di Indonesia ini mengatakan memang dalam waktu terakhir ini di Indonesia banyak sekali bermunculan oknum yang mengaku dari berbagai media cetak atau elektronic maupun Online. ”Kemunculan mereka memang  membuat resah sejumlah Masyarakat serta satker di lingkup pemerintah Indonesia. Tidak ketinggalan juga Oknum yang diduga wartawan tanpa surat kabat (WTS) itu keliling ke setiap dinas dengan modus mengumpulkan uang dengan cara mendatangi para pejabat di wilayah pemerintah setempat,” Memang, fakta tersebut sangat memilukan yang berda...

Forum Pemred Gelar Pertemuan di Bali, Undang SBY & KRESNA PEMIMPIN Media Radar Publik

Radar Publik Jakarta - Forum Pemimpin Redaksi (Pemred) akan menggelar pertemuan di Bali pada 13-14 Juni 2013. Pertemuan tersebut akan membahas beberapa isu terutama soal ekonomi. "Acara ini akan diadakan tanggal 13-14 Juni 2013, tempatnya di Bali Nusa Dua Convention Center. Pertemuan ini akan dihadiri pimpinan redaksi pilihan dari seluruh Indonesia," kata Ketua Forum Pemred Wahyu Muryadi dalam jumpa pers di Wisma Antara, Jalan Medan Merdeka Selatan, Radar Publik, Rabu (12/6/2013). Selain para pemimpin redaksi, pertemuan tersebut juga akan dihadiri oleh kalangan pemilik media. "Ada beberapa yang sudah menyatakan kesediaanya untuk datang di antaranya Chairul Tanjung, James Riady, Fikri Jufri (pendiri Majalah Tempo), Hary Tanoe dan Aburizal Bakrie," imbuh Pemred Majalah Tempo itu. Wahyu menuturkan, ada beberapa tema yang akan dibahas dalam pertemuan yang berlangsung selama 2 hari itu. Pertama terkait membangun sistem ekonomi keuangan dan industri. Kedua, untuk...

Prostitusi Germo Cilik Lebih Rapi dari Jaringan Keyko

Radar Publik SURABAYA - Jaringan prostitusi germo cilik di Surabaya, Jawa Timur, terus didalami penyidik Polrestabes Surabaya. Penyidik menilai, jaringan prositusi Nita -bukan nama sebenarnya- di kalangan siswi SMP di Surabaya, lebih rapi dibanding jaringan Ratu Prostitusi Yunita alias Keyko yang mengelola sekira 2.600 perempuan pekerja seks komersial (PSK) di seluruh Indonesia. Kasus Keyko juga ditangani Polrestabes Surabaya. Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Farman, mengatakan Pada Radar Publik, Rabu (12-06-2013). tidak mudah untuk bisa kencan dengan para siswi SMP itu. Para pria hidung belang harus bersabar dengan melakukan beberapa kali pertemuan, baik di kafe maupun jalan-jalan di mal. Setelah para remaja perempuan itu merasa nyaman, mereka akan memenuhi permintaan para pria hidung belang untuk kencan. Nita sendiri hanya berperan sebagai perantara untuk mencarikan calon konsumen. Selebihnya, pertemuan diatur pria pemesan dan remaja perempuan tersebut. Selebihnya,...

Kemenhub: Belum Ada Laporan Heli Hilang Kontak di Pemalang

Radar Publik JAKARTA - Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan, Bambang S Ervan, mengatakan, pihaknya belum menerima laporan dari otoritas penerbangan mengenai adanya pesawat atau helikopter yang hilang kontak di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. “Sampai saat ini kami belum mendapat laporan itu. Memang banyak yang menanyakan kepada saya soal itu, tapi saya tegaskan sampai saat ini belum ada informasi,” ujar Bambang kepada PERS , Rabu (12/6/2013). Bambang menjelaskan, berdasarkan prosedur, bila ada informasi resmi dari pengawas penerbangan mengenai pesawat hilang kontak, pihaknya baru akan berkoordinasi dengan otoritas terkait untuk menentukan langkah selanjutnya. “Tapi, saat ini belum ada informasi pesawat hilang kontak,” tegasnya. Seperti diberitakan, warga Desa Siremang, Kecamatan Pulosari, Pemalang, dikejutkan dengan suara pesawat atau helikopter yang terbang sangat rendah di permukiman warga Selasa malam kemarin. Sejak Selasa malam hingga pagi ini, kabar itu ...

Legimo memalsukan tandatangannya berdasarkan perintah Inspektur Jenderal Djoko Susilo.

Radar Publik JAKARTA- Brigadir Jenderal Didik Purnomo mengaku tandatangannya pernah dipalsukan oleh Komisaris Polisi Legimo terkait proyek pengadaan alat Simulator Surat Izin Mengemudi (SIM) Korps Lalulintas Kepolisian RI. "Jelas (tandatangan) saya dipalsukan. Itu yang melakukan Legimo," kata dia kepada Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Selatan, Selasa (11/6/2013). Menurut Didik, tandatangannya dipalsukan agar dana proyek Simulator segera dicairkan. Namun, kata Didik, Legimo memalsukan tandatangannya berdasarkan perintah Inspektur Jenderal Djoko Susilo. "Untuk mempercepat pencairan.Tapi,  kata dia, tandatangan dipalsukan atas perintah KPA," ungkap Didik. Dalam proyek Simulator, Didik Purnomo bertindak sebagai Pejabat Pembuat Komitmen. Namun, berhubung tugasnya sebagai Wakil Kepala Korlantas sudah banyak, ia tidak berfokus mengurus proyek Simulator SIM. Menurut Didik, Inspektur Jenderal Djoko Susilo bertindak sebagai pihak yang mengatur...

Tabrak Pejalan Kaki, Ari Wibowo Diperiksa Intensif Polisi

Radar Publik Jakarta - R Arianto Wibowo atau Ari Wibowo terlibat kecelakaan lalu lintas. Saat mengendarai motor sport Ducati, Ari menabrak kakek pejalan kaki yang melintas. "Ari masih di-BAP," terang Kanit Lantas Polres Jaksel AKP Sigit saat dikonfirmasi Wartawan, Senin (10/6/2013). Sigit menjelaskan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu Carmadi (80) tengah melintas, entah bagaimana Ari dengan motornya menabrak korban. Korban mengalami luka-luka dan menjalani perawatan di RSPP. Sedang Ari tidak mengalami luka serius dan bisa menjalani pemeriksaan oleh kepolisian. (Red)

Polisi Ringkus Mucikari ABG

Radar Publik Surabaya - Seorang mucikari yang masih di bawah umur ditangkap petugas Polrestabes Surabaya. Ironisnya, mucikari yang masih tercatat sebagai siswi salah satu SMP swasta ini tertangkap tangan saat akan melayani pelanggannya di Hotel Fortuna. Saat ditangkap, mucikari ABG ini sedang bersama tiga temannya yang sama-sama masih di bawah umur. Mereka rencananya akan melayani pria hidung belang di hotel yang ada di Jalan Darmokali. Dalam menjalankan bisnisnya, pelaku yang mengaku baru 6 bulan ini menjalankan praktik mucikari terbilang cukup sederhana. Tersangka melakukan transaksi dengan calon pelanggannya melalui Blackberry Massenger (BBM). Kemudian tersangka mengirimkan daftar harga dan foto-foto temannya yang siap untuk dijual. "Setelah ada kesepakatan, tersangka dan calon pembelinya ini bertemu. Tapi mereka tidak langsung eksekusi. Baru setelah tersangka yakin, besoknya mereka baru melakukan," kata Kompol Suparti saat menggelar rilis di Mapolrestabes Surabaya ...

KADES KARANG DIENG MENJUAL TANAH KHAS DESA

Radar Publik MOJOKERTO- Kades karang dieng kutorejo Anwar 55, menjual tanah khas desa seluas perkiraan 1,5 hektar. Dengan alasan untuk pembangunan Masjid dan disinyalir tidak berijin, ungkap warga pada Radar Publik. Minggu ( 9-06-2013 ). Warga sesalkan pada kades anwar, karena tanah tersebut dikeruk sampai kedalaman 4 sampai 5 m. Sedangkan kades anwar tidak memiliki ijin untuk pengerukan tersebut. Dan sampai sekarang alat beratpun masih di situ. Warga merasa dibohongi oleh kades Anwar tapi tidak berani menegornya. Dikarenakan kades tersebut diduga banyak dekengan dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Sedangkan sampai saat ini belum ada tindakan dari pihak berwajid alias mangkir atas pengaduan warga setempat. Warga merasa bingung ini mau diadukan kemana ujar warga. Kalau penguasa seperti ini ke depan apakah NKRI bisa berdiri kokoh apakah akan hancur oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab tersebut. (Didik)

Nyeri di Vagina Usai Bercinta? Atasi dengan Obat 'Rumahan'

Merry Wahyuningsih - Radar Publik Jakarta - Bercinta kadang bisa sangat menyakitkan bagi wanita. Nyeri pada vagina, rasa sakit, terbakar atau gatal bisa dialami wanita selama atau setelah berhubungan seksual. Jangan khawatir, obat 'rumahan' ini bisa dicoba untuk mengatasinya. Nyeri dan gatal pada vagina setelah berhubungan seksual bisa terjadi karena berbagai faktor, mulai dari infeksi ragi, tidaknya terjaganya higienitas vagina hingga kurangnya pelumasan. Sebelum menggunakan obat-obatan medis, berikut beberapa pengobatan rumah untuk menyingkirkan rasa nyeri, terbakar dan gatal pada vagina setelah berhubungan seks, seperti dilansir Boldsky, Minggu (9/6/2013): 1. Bilas dengan air dingin Bilas alat kelamin Anda dengan air dingin. Pelumas di kondom juga dapat menyebabkan rasa terbakar di vagina. Jadi, yang terbaik adalah mencuci alat kelamin dengan air dingin untuk menyingkirkan bakteri dan kuman yang dapat menyebabkan infeksi lanjutan. 2. Gunakan pelumas buatan Sebag...

PDIP Benarkan Taufiq Kiemas Meninggal Dunia Pukul 18.00 WIB

Radar Publik Jakarta - Ketua DPD PDIP Jabar, TB Hasanuddin membenarkan kabar meninggalnya Ketua MPR Taufiq Kiemas. Suami dari Megawati Soekarnoputri itu menghembuskan nafasnya yang terakhir pukul 18.00 WIB di Singapura. "Iya benar tadi pukul 18.00 WIB," kata TB Hasanuddin kepada Radar Publik, Sabtu (8/6/2013). Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua MPR Taufiq Kiemas, sedang dirawat di sebuah rumah sakit yang berada di Singapura. Kesehatannya menurun usai menghadiri peringatan Hari Pancasila pada 1 Juni 2013 di Ende, Nusa Tenggara Timur. (Kresna)

Kerangka Manusia Dikerubuti Belatung Ditemukan di Ladang Tebu

Radar Publik Malang - Kerangka manusia dikerubuti belatung ditemukan di ladang tebu di Desa Wonokerso Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang. Pertama kali menemukan jasad tinggal tulang belulang itu adalah buruh tebang lahan tebu milik H. Abdullah (55). Aparat kepolisian menerima laporan warga langsung mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah tempat kejadian perkara. Dari hasil olah TKP terkuak identitas korban, yakni Mat Paham (75), warga setempat. Pakaian berupa sarung dan kemeja dikenakan korban membantu proses identifikasi. Banyak warga dan kerabat mengetahui itu merupakan pakaian yang terakhir dikenakan korban 32 hari lalu. Maklum sudah 32 hari lamanya keberadaan korban tak diketahui. "Korban sudah 32 hari menghilang, banyak yang mengatakan usia menjadi penyebab hilangnya korban," kata Kapolsek Pakisaji AKP Ni Nyoman Sri kepada Wartawan di tempat kejadian. Nyoman menyebut, dalam kondisi pikun ditengarai mengakibatkan korban tak kunjung kembali pulang hingga ...

Pejabat Babel Pukul Pramugari Sriwijaya Air

Radar Publik JAKARTA - Kepala Dinas Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Bangka, Zakaria Umar Hadi memukul pramugari Sriwijaya Air, Febriani. Penganiayaan itu terjadi di dalam pesawat penerbangan dari Jakarta menuju Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung, kemarin. Adik perempuan korban, Sita Destia mengatakan, kejadian itu berawal saat rekan kakaknya sesama pramugrari menegur Zakaria untuk mematikan telepon genggam milik Zakaria, karena pesawat sudah mau take off. Teguran itu ternyata membangkitkan emosi Zakaria. Febriani yang melihat kejadian itu pun langsung menegur Zakaria. "Waktu sudah mau take off, pesawat sudah mundur ke run way telepon genggamnya masih nyala. Ditegur malah marah," kata dia menuturkan apa yang diceritakan Febriani kepada Radar Publik, Jum'at (7/6/2013). Sita mengatakan, tindakan kakaknya sudah sesuai prosedur keselamatan penumpang pesawat. Pesawat dengan nomor penerbangan SJ 078 itu take off sekira pukul 19.30 WIB. Satu jam kemu...

MABES POLRI SITA 120 MESIN JUDI

Radar Publik PEKANBARU - Mabes Polri berhasil menyita 120 mesin judi gelper (gelanggang permainan) dari dua lokasi arena judi terbesar di Pekanbaru, Riau.   Mesin judi terbanyak berasal dari lantai 3 XP Club. Disana jumlah sekitar 100 lebih. Sisanya berapa di arena judi Planet di Jalan Nangka Pekanbaru.   "Arena judi di XP maupun di Planet masih satu manajemen," kata Kanit I judi subdit 3 Dit Tipidum Mabes Polri,AKBP Susilowodi kepada PERS Jum'at (7/6/2013).   Tak hanya itu polisi juga menyita uang jutaan rupiah dari dua tempat, XP dan Planet. Uang tersebut berasal dari penglola dan pemain judi.   Selain menyita barang bukti, Mabes Polri juga sudah menetapkan dua tersangka dalam kasus ini, yakni B dan L. "Kedua tersangka merupakan pengelola dua arena judi tersebut" imbuhnya.   Penggerebekan dua lokasi arena judi oleh Mabes Polri dilakukan dini hari tadi. Sedikitnya ada 101 orang diamankan dari dua lokasi tersebut.

TKI Tewas Dibacok Orang Tak Dikenal di Malaysia

Radar Publik LAMONGAN - Seorang TKI asal Lamongan, Jawa Timur, tewas dengan kondisi mengenaskan. Korban tewas setelah dibacok orang tidak dikenal di Malaysia.     Isak tangis keluarga mewarnai kedatangan jenazah Hizbullah, seorang TKI di Malaysia yang berasal dari Desa Karang Anom, Kecamatan Karang Binangun, Lamongan, Radar Publik, Kamis 6/6/2013.   Hizbullah merupakan anak pasangan Kastur dan Ja'iyah ini diketahui tewas pada Senin 3 Juni 2013 lalu, dengan luka bacok di perut dan kepala.   Menurut ketrangan kerabat, korban dibacok orang tak dikenal setelah pulang kerja. Sehari-hari korban bekerja sebagai tukang bangunan dan sudah bertahun-tahun bekerja di Malaysia.   Korban meninggalkan seorang istri dan seorang anak yang masih berusia 4 bulan. Rencananya korban akan pulang ke Lamonga, setalah Lebaran nanti. Namun, kemtian lebih dulu membawanya pulang ke tanah kelahiran.   Usai disalatkan di masjid desa setempat, korban lantas disemayamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) ...

Polri Turunkan Tim Densus 88 Usut Bom Lumajang

Radar Publik Jakarta - Mabes Polri menurunkan tim Densus 88/Anti Teror untuk menyelidiki rencana teror FI, karyawan loket agen perjalanan PT Arifin Sidayu, Lumajang, Jawa Timur. "Pemeriksaan di-back up tim Densus untuk mengembangkan hasil pemeriksaan terhadap Fi," kata Karopenmas Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar, di Gedung Divisi Humas, Jl Senjaya, Jakarta Selatan, Selasa (4/6/2013). "Yang jelas ini menarik untuk ditelusuri dan kita lakukan (penyidikan) serius. Pelibatan tim Densus untuk membantu kepolisian setempat," imbuh Boy. Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi mendapatkan transaksi elektronik dalam akun jejaring sosial milik Fi. Transaksi elektronik tersebut berupa percakapan Fi dengan beberapa orang tentang rencana aksi teror bomnya. Disinggung mengenai keterkaitan dengan kelompok teror Poso, Boy menyatakan pihaknya masih perlu mendalami hal tersebut. Termasuk siapa pihak-pihak lawan bicara Fi dalam perencanaan teror. "Masih kita kembangka...

Kantor Ekspedisi Diduga Jadi Tempat Rakit Bom di Lumajang

Radar Publik LUMAJANG – Sebuah kantor ekspedisi pengiriman barang di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, dijaga ketat polisi karena diduga menjadi tempat perakitan bom. Dari tempat tersebut petugas menemukan sejumlah bom rakitan. Kantor ekspedisi sekaligus tempat penjualan tiket pesawat di Desa/Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, disterilkan dengan memasang garis polisi. Dugaan kantor tersebut digunakan sebagai tempat perakitan bom, setelah warga mendengar ledakan keras lokasi kejadian, Sabtu siang kemaren. Pemilik toko yang digunakan kantor ekpedisi, Mahfud, mengatakan, setelah mendengar suara ledakan warga melaporkan kepada petugas Polsek Senduro. “Toko saya itu disewa oleh Arifin warga Lamogan. Sebelum terjadi ledakan, Pungki pekerja ekpedisi tersebut bersama temannya membawa kaleng yang berasap,” kata Mahfud, Senin (3/6/2013). Mahfud menambahkan, belum sempat keluar toko tiba-tiba bungkusan kaleng tersebut meledak. Pungki dan temannya yang mengenakan masker langusng melarik...

VisiVisi dan Misi RADAR PUBLIK INDEPENDEN

Visi Menjadi terdepan sebagai kabar intelektual Radar Publik dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mengimplementasikan nilai–nilai Pancasila dengan semangat kebersamaan dan persaudaraan demi esensi dan eksistensi RADAR PUBLIK Independen di INDONESIA pada khususnya INTERNASIONAL pada umumnya. Misi 1) Menggunakan segala kemampuan dan potensi diri sebagai Media intelektual untuk memberikan yang terbaik bagi Pemuda Pancasila, bangsa dan Negara. 2) Pemahaman mendalam dan implementasi nilai – nilai yang terkandung dalam Pancasila (sebagai ideologi kehidupan berbangsa dan bernegara) untuk diri sendiri maupun orang lain dengan atau melalui lembaga RADAR PUBLIK INDEPENDEN. 3) Mempererat kebersamaan dan persaudaraan antara sesama anggota keluarga besar Pemuda Pancasila sehingga tercipta suasana internal dan eksternal yang menunjang jalannya lembaga dalam mencapai tujuan 4) Berjuang dan terus berkarya demi RADAR PUBLIK INDEPENDEN terutama kebesaran dan nama baik PANCASILA 5)...

PEMKOT BANDUNG MELAPORKAN TERKAIT PEMALSUAN SURAT EDARAN PERINTAH SEKS BEBAS

Radar Publik BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) menilai langkah Pemkot Bandung melaporkan surat perintah seks bebas ke polisi sudah tepat. Surat itu, menurutnya, mengandung unsur pelecehan terhadap Pemkot Bandung. ”Tentu ada pelecehan terhadap instansi pemerintah, khususnya Kota Bandung. Oleh karena itu, karena ini sudah urusan kriminal, tepat Kepala Perpusda melapor ke polisi,” kata Aher di Gedung Negara Pakuan, Kota Bandung, Jawa Barat. Dia meminta polisi segera menuntaskan kasus ini sehingga bisa terungkap motif di baliknya. “Kita akan lihat sebetulnya apa motif di belakangnya,” ujarnya Pada Radar Publik. Minggu (02/06/2013). Lebih jauh Aher berharap kejadian serupa tidak terjadi di Pemprov Jabar. “Jangan terjadi. Kalau belum terjadi jangan diandai-andai. Tapi, kita antisipasi untuk tidak terjadi hal-hal seperti itu,” tuturnya. Sejauh ini, administrasi dan surat-menyurat di lingkungan Pemprov sudah tertib. Namun, dia mengakui sulit mencegah pemalsuan kop su...

PEMKOT BANDUNG MELAPORKAN TERKAIT PEMALSUAN SURAT EDARAN PERINTAH SEKS BEBAS

Radar Publik BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) menilai langkah Pemkot Bandung melaporkan surat perintah seks bebas ke polisi sudah tepat. Surat itu, menurutnya, mengandung unsur pelecehan terhadap Pemkot Bandung. ”Tentu ada pelecehan terhadap instansi pemerintah, khususnya Kota Bandung. Oleh karena itu, karena ini sudah urusan kriminal, tepat Kepala Perpusda melapor ke polisi,” kata Aher di Gedung Negara Pakuan, Kota Bandung, Jawa Barat. Dia meminta polisi segera menuntaskan kasus ini sehingga bisa terungkap motif di baliknya. “Kita akan lihat sebetulnya apa motif di belakangnya,” ujarnya Pada Radar Publik. Minggu (02/06/2013). Lebih jauh Aher berharap kejadian serupa tidak terjadi di Pemprov Jabar. “Jangan terjadi. Kalau belum terjadi jangan diandai-andai. Tapi, kita antisipasi untuk tidak terjadi hal-hal seperti itu,” tuturnya. Sejauh ini, administrasi dan surat-menyurat di lingkungan Pemprov sudah tertib. Namun, dia mengakui sulit mencegah pemalsuan kop su...