Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus 19, 2013

Wakapolri Komjen pol. Nanan Sukarna Kalau pensiun ingin jadi WARTAWAN

Radar Publik JAKARTA- Wakapolri Komjen Pol. Nanan Sukarna akan memasuki masa pensiunnya pertengahan Juli mendatang. Jenderal Polisi Bintang Tiga ini kemungkinan akan terjun ke dunia politik, mengikuti jejak seniornya Komjen (Purn) Adang Dorojatun yang kini menjadi anggota DPR dari fraksi PKS. Belakangan, Nanan dikabarkan dekat dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Bahkan, pria yang hobi menunggangi motor gede ini pernah digadang-gadang menjadi kandidat Gubernur Jawa Barat dari partai besutan Megawati Soekarnoputri itu, sebelum akhirnya PDIP mengusung Rieke Diah Pitaloka. Saat disinggung, apakah Nanan akan merapat ke partai berlambang kepala banteng bermoncong putih tersebut, dia menjawab, "Kenapa harus Megawati? Kepada semua partai ingin didekati. Sebab, saya akan mendekati semua partai dan media." Nanan pun bercanda. Jelang pensiun, Nanan ingin jadi wartawan yang gencar memburu berita. "Saya ingin jadi wartawan saja, agar bisa dekat dengan teman-tem...

Polda Jatim Punya Resep Antisipasi Rusuh di Lapas

Radar Publik Surabaya - Untuk mengantisipasi terjadinya kerusuhan seperti yang terjadi di Lapas kelas II A Labuhan Ruku, Sumatera Utara, Polda Jatim punya resep tersendiri. Lima resep Polda Jatim antisipasi rusuh lapas sebagai berikut. Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Awi Setiyono mengatakan, orang nomor 1 di lingkungan Polda Jatim Irjen Pol Unggung Cahyono siap berkoordinasi dengan Kakanwil Kemenkumham Jatim. "Kapolda Jatim kapanpun siap berkoordinasi dengan Kakanwil Kemenkumham Jawa Timur untuk meminta izin menyambangi lapas-lapas," kata Kombes Pol Awi Setiyono kepada Radar Publik, Selasa (20/8/2013). Kegiatan sambang lapas, lanjut Awi, juga bakal diikuti oleh para Kasatwil dimana lapas berada. Kedua, upaya lain yang dilakukan Polda Jatim yakni melaksanakan kerjasama pengamanan dengan pihak 22 lapas, 12 rutan dan 1 anak cabang rutan yang tersebar di Jawa Timur. "Dengan membuat Standar Operasional Prosedur (SOP) apabila ada kerusuhan," tambah Awi. Kem...

Waspadai Penyerangan, Polisi Asah Kemampuan Menembak

Radar Publik Surabaya - Peristiwa penembakan polisi akhir-akhir ini membuat polisi Surabaya waspada. Kewaspadaan itu ditindaklanjuti dengan terus mengasah ketrampilan menembak. "Semua anggota memang mempunyai ketrampilan dasar menembak. Namun adanya peristiwa di Tangerang membuat anggota berinisiatif mengasah kemampuan menembaknya," kata Kompol Suparti kepada wartawan, Senin (19/8/2013). Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya itu mengatakan, latihan mengasah kemampuan tembak ini difokuskan pada anggota Satuan Sabhara dan Satuan Binmas. Alasannya, anggota kedua satuan tersebut beraktivitas di lapangan dan menggunakan seragam dinas. Di lapangan tembak Arjuna di Polrestabes Surabaya, para anggota berlatih menembak menggunakan senjata api jenis Smith and Wesson (S&W) barrel 4 dengan peluru tajam kaliber 38. "Latihan menembak ini akan dilakukan secara rutin dan intensif," tandas Suparti. (Gus Nyoto)

Ratusan Wartawan Yogya Desak Polisi Usut Kematian Udin 17 Tahun Silam

Radar Publik Yogyakarta - 100-an Wartawan dan perwakilan elemen masyarakat Yogyakarta yang tergabung dalam Solidaritas Wartawan untuk Udin mendesak Kapolda DIY Brigjen Haka Astana mengusut tuntas kasus terbunuhnya wartawan Harian Bernas Fuad Muhammad Syafruddin alias Udin. Selama hampir 17 tahun, kasus itu belum sepenuhnya terungkap. Aksi diawali dari halaman DPRD DIY di Jl Malioboro Yogyakarta, Senin (19/8/2013). Massa yang membawa berbagai poster itu melanjutkan aksi dengan berjalan kaki menuju titik nol kilometer atau di simpang empat Kantor Pos Besar Yogyakarta. Di sepanjang jalan kawasan Malioboro, mereka membagikan stiker kepada pengguna jalan dan meneriakkan yel-yel. Dalam aksi itu, massa membawa poster bergambar Kapolda yang pernah menjabat di DIY, namun hingga selesai menjabat belum mampu menyelesaikan kasus Udin. Di titik nol kilometer, perwakilan elemen dan media satu persatu berorasi. Intinya, mereka sepakat dan meminta kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tewasnya...