Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli 24, 2013

POLDA RIAU TAK AKAN MENANGKAP PEMAKAI NARKOBA

Radar Publik PEKANBARU - Polda Riau menyatakan saat ini tidak akan melakukan penangkapan kepada pemakai narkoba. Pihaknya hanya menindak secara hukum pengedar dan bandarnya.   Hal itu disampaikan Direktur Reserse Narkoba Polda Riau, Kombes Daniel Silitonga menyakapi banyak kasus narkoba di wilayah hukumnnya.   "Belakangan ini memang kita tidak lagi menangkapi pemakai narkoba. Karena jika ditangkapi terus, saya yakin lapas di Riau yang memang sudah over kapasitas tidak akan mampu menangani kasus narkoba," kata Daniel saat mengadakan pertemuan dengan pihak Badan Narkotika Nasional (BNN) di Pekanbaru Rabu (24/7/2013).   Kalaupun pemakai harus ditangkap, kata dia, itu dikarenakan karena laporan dari masyarakat yang sangat resah ada pemakai narkoba dilingkungan mereka.   "Jadi mau tidak mau harus kita tangkap. Tapi pada intinya sekarang yang kita tangkap tidak lagi rantingnya (pemakai), tetapi dahan (pengedar dan batangnya (bandarnya)" katanya.   Menurutnya, s...

Polisi Surabaya Tidak Menoleransi Sweeping Liar

Radar Publik Surabaya - Polisi Surabaya tidak menoleransi adanya sweeping oleh ormas atau pihak-pihak di luar aparat hukum. Bila kedapatan melakukannya, polisi tak segan menjerat dengan pasal pidana. "Saya berharap di Surabaya tidak ada hal (sweeping) semacam itu," kata Kombespol Setija Junianta kepada wartawan, Kamis (25/7/2013). Kapolrestabes Surabaya itu menambahkan, jika pun ada dan lolos dari pantauan aparat, hendaklah masyarakat melapor dan mengabarkan kepada polisi. Nanti polisi yang akan bertindak. "Jika sweeping liar terjadi, hukum harus ditegakkan. Kami akan menindak yang melakukannya," lanjut Setija. Senada dengan Setija, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Aries Syahbudin juga berpendapat sama. Aries juga tak menolerir adanya sweeping oleh ormas. Hal itu justru akan mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat karena sifat sweeping liar yang anarkis. "Kami sudah melakukan sosialisasi tentang larangan sweeping liar baik ke restoran, rum...

2 Pedang Samurai Anggota Brimob untuk Serang Anggota Sabhara Diamankan

Radar Publik Semarang - 50 anggota Brimob Srondol mengeruduk gedung Direktorat Sabhara Polda Jateng menjelang pukul 00.00 WIB dini hari tadi. Mereka datang berpakaian preman dan diantaranya membawa dua pedang samurai. Lokasi bentrok saat ini sudah kondusif, tidak terlihat ada bekas-bekas terjadinya keributan. Namun dua pedang samurai yang diduga dibawa oleh anggota Brimob sempat tertinggal di lokasi. "Samurai sudah dibawa sama petugas propam," kata salah satu anggota Sabhara di gedung Direktorat Sabhara Polda Jateng, RM. Hadi Subeno, Mijen, Semarang, Kamis (25/7/2013). Tidak lama berselang, Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Dwi Priyatno dan petugas Propam langsung mendatangi lokasi. Kapolda langsung menggelar apel untuk anggota Sabhara yang baru lulus sekitar 5 bulan itu. Selanjutnya Kapolda meninggalkan lokasi dan kembali menggelar apel di Mako Brimob Srondol, Banyumanik yang berjarak sekitar 25 Km. Akibat bentrok antar polisi itu, tiga anggota Sabhara terluka lecet dan...

Serang Markas Sabhara, 50 Anggota Brimob Berpakaian Preman dan Bersamurai

Radar Publik Semarang -Menjelang pukul 00.00 WIB dini hari tadi, gedung Direktorat Sabhara Polda Jateng didatangi 50 orang pengendara motor. Mereka adalah anggota brigadir mobil (Brimob) Srondol yang datang mencari seseorang. "Datang naik motor dengan pakaian preman, mencari seseorang tapi tidak jelas siapa yang dicari," kata salah satu anggota Sabhara di gedung Direktorat Sabhara Polda Jateng, RM. Hadi Subeno, Mijen, Semarang, Kamis (25/7/2013). Rombongan anggota Brimob tersebut sempat melakukan nego dengan tujuh anggota Sabhara yang sedang melakukan piket. Namun tidak berapa lama keributan terjadi, beberapa diantaranya membawa senjata tajam berupa pedang samurai dan pentungan. "Sempat nego agak lama, tapi karena ada provokator, terjadi gesekan," ujar anggota Sabhara lainnya. Awal keributan berada di luar gedung, namun merembet hingga akhirnya masuk ke dalam lobi. Mendengar keributan tersebut, satu kompi anggota Sabhara yang berada di gedung turun dan memb...

Bandit Jalanan Ditembak Mati Polres Sidoarjo

Radar Publik Sidoarjo - Dor..! Kawanan bandit jalanan yang kerap meresahkan warga Sidoarjo ditembak Satuan Reskrim Polres Sidoarjo. Pelaku yang berjumlah 5 orang, satu ditembak mati, yakni Achmad Foris Akbar (20) warga Wonoayu. Pelaku terpaksa ditembak mati saat melakukan aksi di Wonoayu, namun gagal. sebab korbannya berteriak dan teriakannya didengar anggota yang saat itu berpatroli. Petugas pun mengejar pelaku dengan memberikan tembakan peringatan. Namun, Achmad Foris Akbar alias Kojek justru mengeluarkan celurit dan mengacungkannya. Petugas berusaha memberi peringatan namun tidak dihiraukan. Akhirnya kakinya ditembak, karena masih terus melawan terpaksa ditembak di bagian dadanya. Tiga pelaku lainnya hanya ditembak kakinya, yakni Bayu Anggah alias Tojas (18) warga Kecamatan Taman, AS (50) asli Gubeng, DN (18) asal Buduran. Sedangkan Luki Ainur Rofik (19) yang tinggal di Krian tidak ditembak lantaran tidak melakukan perlawanan sama sekali. "Kita tembak mati salah satu p...