Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli 12, 2013

Biksu Gadungan Dibekuk Imigrasi Malang

Muhammad Aminudin - Radar Publik Malang - Seorang biksu gadungan asal Cina ditangkap petugas Imigrasi Kelas I Malang. Pria bernama Rongchang (51), itu ditangkap karena melanggar izin tinggal selama di Indonesia. "Visa yang bersangkutan berwisata, namun disini ternyata berdagang," ujar Romi Yudianto, Kasi pengawasan dan penindakan Imigrasi Kelas I Malang kepada wartawan di kantornya Jl Raden Intan, Sabtu (12/7/2013). Rongchang dibekuk petugas imigrasi dari kawasan Terminal Arjosari, Kota Malang, Jumat (11/7/2013) malam. Di Terminal Arjosari, Rongchang menjajakan tasbih dan berpenampilan layaknya seorang biksu. "Tersangka seringkali menipu dengan menjual doa dan tasbih," ucap Romi. Dalam pemeriksaan, petugas menemukan paspor serta visa milik tersangka. Diketahui tersangka masuk ke Indonesia sejak 1 Juni 2013 dengan izin berwisata. "Kita dapat laporan dari masyarakat, ada seorang biksu seringkali berdagang dan ternyata bukan asli," beber Romi. Ro...

Muslim di Swedia Puasa 20 Jam, Argentina Cuma 9 Jam

oleh Elin Yunita Kristanti Radar publik Abu Dhabi : Umat muslim dunia saat sedang menjalankan ibadah puasa. Menahan lapar, haus, dan terutama hawa nafsu. Kondisi geografis ternyata sangat berpengaruh dalam menjalankan ibadah tersebut, ada yang harus berpuasa hingga lebih dari 20 jam, atau sebaliknya, kurang dari 12 jam. Cuaca juga menjadi faktor penting. Umat muslim di Teluk menghadapi salah satu bulan puasa terberat. Sebab, Ramadan tiba di tengah cuaca terik padang pasir. Waktu berpuasa pun makin panjang, lebih dari 15 jam sehari di pertama bulan suci. Namun, soal waktu, umat muslim di Teluk masih kalang di sejumlah negara Belahan Bumi Utara seperti Swedia. Denmark, dan Finlandia, yang bisa melebihi waktu 20 jam. Luar biasa! Lebih jauh ke utara, di Swedia dan Islandia, mereka tak pernah mendapatkan gelap di Bulan Juni. Dan ini berarti, terang bisa terjadi sepanjang 24 jam di Ramadan 2015, dua tahun lagi. "Aturan Islam sangat jelas terkait puasa. Bahwa umat muslim tak b...

Radar Publik Independen Media Harian Umum Online Kupas Kasus (Aktual Tajam Berimbang dan Terpercaya)

Kata Pengantar Puji Syukur Kami panjatkan Kehadirat Allah SWT , bahwasanya era Reformasi dan kebebasan Pers telah dibuka oleh pemerintah, sehingga memungkinkan bagi perusahaan Pers dan penerbitan untuk bersaing secara sehat dan sportif menerbitkan berbagai media cetak dan elektronik maupun Online. Semua itu tiada lain ingin menyajikan informasi dan berita kepada masyarakat sekaligus sebagai Sosial kontrol bagi pelaksana pembangunan Nasional. sebagai salah satu media informasi dan berita yang diterbitkan secara nasional dan menitikberatkan Fungsi Social kontrol di INDONESIA Maka SATSUS PKRI (Satuan Kusus Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia) Jawa Timur menerbitkan Surat Kabar Online dengan nama Radar Publik Independen berupaya untuk tampil menarik dengan bobot isi yang baik dan benar (Check & Balance) agar dapat menarik simpati pembacanya, tentu dengan mutu dan kualitas penulisan yang benar, akurat, tanggung jawab, handal dan dapat dipertanggung jawabkan. Disadari bah...

Siswi SMP Dicabuli Nelayan Hingga Hamil 7 Bulan

Dion Fajar - Radar Publik www.radarpublik.blogspot.com Tuban - Kasus asusila kembali menimpa gadis di bawah umur. Kali ini dialami seorang siswi SMP di Kabupaten Tuban. Akibat perbuatan bejat itu korban hamil 7 bulan. "Tersangka bernama Narto, usia 26 tahun, nelayan Desa Pabean Kecamatan Tambakboyo, Tuban," papar Kasat Reskrim Polres Tuban, AKP Wahyu Hidayat kepada wartawan, Jumat (12/7/2013). Wahyu menjelaskan, pencabulan terhadap korban terjadi sejak Januari 2013 lalu. Korban yang telah mengenal tersangka kerap dijemput seusai pulang sekolah. Atau terkadang korban datang ke rumah tersangka yang sedang sepi karena istrinya berjualan ikan di pasar setempat. "Biasanya tersangka mengajak korban untuk berhubungan intim setelah korban pulang sekolah, bersamaan saat istrinya sedang tidak di rumah. Sejak Januari sudah dilakukan sebanyak 9 kali," terangnya. Perbuatan bejat tersangka terbongkar setelah korban hamil. Orang tua korban curiga melihat perubahan fisik ...