Langsung ke konten utama

Satgas TMMD menggunakan waktu luang untuk mengobati rasa rindu ketika jauh dari keluarga

Radar Publik
Sidoarjo - Satuan tugas TMMD ke 106 kodim 0816/ sidoarjo.Keluarga merupakan bagian terpenting dalam hidup seseorang. Itulah sebabnya jika jauh dari keluarga akan terasa sedih dan kesepian.

Namun, ada saatnya seseorang harus jauh dari keluarga ketika dalam mengemban tuntutan tugas negara. Sebagai anggota TNI wajib dilaksanakan karena sudah menjadi sumpah jabatan dan janji seorang prajurit sebagi Bhayangkari Negara untuk menegakkan kedaulatan  NKRI.

Sebanyak satu (SSK) Satuan Setingkat Kompi  prajurit TNI  yang tergabung dalam Satgas Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-106 Kodim 0816/sidoarjo yang bertugas satu bulan lamanya dan berpisah dengan keluarga tentu membuat rasa kangen tersendiri.

Selama itu, mereka tidak hanya terus berada di lokasi sasaran fisik, tetapi juga wajib menumpang tidur di rumah-rumah penduduk yang menjadi orang tua asuh sementara.

Agar tidak berlarut memikirkan dan berpikir negatif karena jauh dari sang istri, sebagian anggota Satgas TMMD menggunakan waktu luang untuk mengobati rasa rindu ketika jauh dari keluarga. Alat komunikasi pun digunakan sebagai pengobat rindu.

Dengan menghubungi keluarga lewat telepon ataupun SMS bisa  menanyakan kabar mereka satu per satu dan ungkapkan rasa rindu mereka dengan keluarga.

"Selain bertukar kabar, kami juga bisa menceritakan kegiatan kami selama jauh dari keluarga. Bercanda gurau lewat telepon juga bisa mengobati rasa kangen kami atau dengan Vidio call " ungkap Kopda Jaelani sabtu(05/2019).

Menurut Jaelani, kerja fisik di siang hari cukup menguras tenaga, hanya saja di saat sore menjelang malam, jika digunakan untuk berolah raga maupun bergaul dengan para pemuda desa dan Vidio call dengan anak, Istri rasa capek dan penat akan sirna.

‘’ Dengan telepon,sms, WA dan Vidio call ini Saya bisa menghilangkan rasa kangen dengan keluarga, di samping itu untuk mengisi waktu luang di saat istirahat siang maupun istirahat sore,"cetusnya.(satgas pen 084) (Nyoto)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Suasana Malam Di Tangkis Porong Indah (TPI)

Radar Publik Minggu (3/11/2013) WARGA Porong dan sekitarnya punya istilah khas, TPI. Bukan Televisi Pendidikan Indonesia, melainkan TANGKIS PORONG INDAH. Ini tempat mangkal ratusan lonte di tangkis (tanggul) Kali Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. ‘Keindahan’ tangkis itu bisa disaksikan setiap malam. Tangkis yang siangnya panas terik dan sepi, malam hari sangat meriah. Di sini tak ada rumah bordil yang khusus menyediakan kamar berikut lontenya. Di sini semua serba darurat. Usai matahari terbenam para ‘pengusaha’ bikin kamar-kamar begituan. Sedikitnya ada 60 kamar. “Ada semacam panitia atau pemilik. Rangkanya sudah ada, sehingga malam tinggal pasang. Bikinnya gampang sekali, dan ini sudah berlangsung bertahun-tahun,” ujar Eko, warga Porong. Pengelola kompleks TPI menyiapkan dua tiga wadah berisi air bersih di depan kamar 2 x 1 meter itu. Tujuannya, apalagi kalau bukan untuk membersihkan organ intim si lonte dan tamunya usai berhubungan badan. Fasilitas ini, rata-rata sudah...

Belum Jelas Perizinannya Pembangunan Pabrik Paku di Kangkungan Mojokerto di Protes Warga

Radar Publik Jatim - Selasa, 16/7/2024 MOJOKERTO, Warga Dusun Kangkungan Desa Lengkong Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, memprotes pembangunan pabrik paku yang ada di daerahnya, alasannya, mereka khawatir terdampak sisa hasil produksi dari produsen paku itu kelak kalau sudah beroperasi, di antaranya debu dan sumber air yang terkontaminasi dengan limbah besi.  Selain itu, warga juga menuntut kompensasi kepada pemilik pabrik akibat debu yang ditimbulkan oleh dum truk yang berlalu lalang, pada masa proyek pembangunan. Tidak hanya debu dan suara bising, mereka juga mempertanyakan ijin penggunaan akses yang di lalui dum truk untuk menguruk pabrik. Warga setempat, Alfatah (42)  mengatakan " kami hanya menanyakan kedepan dampak yang di timbulkan oleh pabrik, dan kami juga menanyakan penggunaan akses yang di lalui kendaraan proyek" . " Warga Kangkungan kepingin tahu, ijinnya sama siapa ? kaitan dengan penggunaan jalan yang di lalui kend...

Buntut Protes Warga, Kompensasi Tidak Cair Dari Pabrik Warga Tutup Akses Menuju Proyek

Radar Publik .com Mojokerto 21/7/2024 MOJOKERTO : Bentuk kekesalan warga Dusun Kangkungan, Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, Mojokerto, Jatim, akibat dampak yang ditimbulkan oleh kendaraan proyek dan penggunaan jalan yang tidak ijin ke warga. Pada Minggu siang (21/7/2024) warga Kangkungan tutup jalan menuju proyek pembangunan pabrik. Puluhan warga setempat, memblokade jalan setapak menuju proyek. Sebab, sejak dimulainya proyek pembangunan pabrik, warga sudah berkali-kali mengajukan kompensasi ke pihak pengembang, namun, hingga saat ini kompensasi tak kunjung terealisasi. Dengan kompak, warga Dusun Kangkungan mendirikan pagar dari bambu yang di bubuhi spanduk penutupan jalan. "Kami sudah capek dengan janji-janji belaka dari pihak manajemen pabrik. Sekitar sudah 5 kali mediasi dengan Pemdes Lengkong, dan perwakilan perusahaan, namun hingga saat ini mediasi tersebut masih dead lock," kata Didik, warga setempat. Menurut warga yang lain, Agustina (54) sepanjang perus...