Langsung ke konten utama

Dandim 0816 sda dan Forkopimda Hadiri Pelantikan KNPI Sidoarjo

 Radar Publik
Sidoarjo.

Pemkab Sidoarjo mengajak organisasi kepemudaan di Sidoarjo agar saling bahu-membahu dan membantu mengembangkan pembangunan di Sidoarjo. Hal ini demi terciptanya kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Sidoarjo.
 Pernyataan ini disampaikan Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah saat Pelantikan Anggota dan Pengurus Baru, Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sidoarjo Periode 2019-2022 di Pendopo Delta Wibawa, Sabtu (05/10/2019) malam. Diketahui ada sekitar 150 anggota baru DPD KNPI Sidoarjo resmi dikukuhkan. Mereka tersebar di 18 Kecamatan, 353 desa/kelurahan di Sidoarjo.

"Para generasi muda sebagai bagian dari bangsa Indonesia yang memiliki tanggung jawab besar dalam menumbuhkembangkan dan mengembangkan kesadaran para pemuda agar terlibat dalam pembangunan, khususnya di Sidoarjo," ucap Saiful Ilah.

Lebih, jauh Abah Ipul menjelaskan melalui wadah KNPI Sidoarjo, diharapkan kader KNPI mampu menciptakan, mencerdaskan, mengembangkan serta membantu dalam percepatan pembangunan nasional yang ada di daerah, khususnya di Sidoarjo.

"Lewat aktivitas generasi muda ini diharapkan mampu membangun figur-figur muda yang handal dan profesional di berbagai bidang. Mari bekerjasama yang baik untuk membangun Sidoarjo yang lebih baik," pintahnya.

Selain itu, kata Bupati pihaknya mengajak seluruh kader KNPI agar dapat berperan aktif dalam mengatasi berbagai persoalan yang ada di Sidoarjo. Terutama dalam mewujudkan pemerintahan yang lebih baik.

"Sekaligus turut serta dalam menjaga keutuhan, kerukunan, keamanan dan kenyamanan masyarakat Sidoarjo," tegasnya.

Sementara Ketua DPD KNPI Sidoarjo, Ridho Prasetyo mengucapkan terima kasih banyak atas dukungan yang diberikan pemerintah daerah melibatkan kalangan pemuda dalam pembangunan. Hal ini agar para pemuda bisa turut aktif dalam memberikan kontribusi yang positif untuk mengembangkan dan memajukan Sidoarjo yang lebih baik.

"Mulai Tahun 2019 ini, saya sebagai Ketua KNPI yang baru harus bisa mengajak kalangan pemuda sama-sama berperan aktif dalam memberikan sumbangsih yang positif demi kemajuan Sidoarjo. Pemuda harus saling memberikan masukan yang baik, beraudiensi dengan pemerintah daerah. Agar kedepan, terciptanya sinergitas pemuda dan pemerintah daerah dalam menumbuhkembangkan Sidoarjo yang positif," paparnya.

Dalam kepengurusan baru ini, lanjut Ridho pihaknya sengaja mengambil tema besar Pemuda Simpul Kebhinekaan. Hal itu lantaran akhir-akhir ini, bangsa Indonesia sedang menghadapi suatu persoalan yang dapat memecah bela bangsa.

"Nah, dengan kepengurusan yang baru ini, diharapkan mampu menetralisir upaya-upaya berbagai pihak yang akan memecah belah bangsa. Melalui tema ini kami berharap pemuda bersatu dan jangan sampai mau dipecah belah dengan isu-isu ras, suku, maupun agama. Kami memohon dukungan pemuda Sidoarjo, baik yang tergabung dalam organisasi kepemudaan maupun organisasi kemahasiswaan untuk sama-sama menjaga kondusifitas, keamanan dan ketertiban Sidoarjo," tandasnya.

Komandan kodim 0816 Sidoarjo menyampaikan banga pada para pemuda pemudi di kabupaten Sidoarjo ini yang tergabung dalam wadah Organisasi wadah kepemudaan  KNPI ini semoga bisa menjalin kerja sama demi tercapainya Sidoarjo yang lebih baik dan terimakasih kepada semua panitia pelantikan KNPI Sidoarjo ini sehingga berjalan tertib lancar juga aman,"Ucap Dandim 0816 Sidoarjo Letkol lnf Iswan Nusi.SH.(Zeey/Nang). Red.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Suasana Malam Di Tangkis Porong Indah (TPI)

Radar Publik Minggu (3/11/2013) WARGA Porong dan sekitarnya punya istilah khas, TPI. Bukan Televisi Pendidikan Indonesia, melainkan TANGKIS PORONG INDAH. Ini tempat mangkal ratusan lonte di tangkis (tanggul) Kali Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. ‘Keindahan’ tangkis itu bisa disaksikan setiap malam. Tangkis yang siangnya panas terik dan sepi, malam hari sangat meriah. Di sini tak ada rumah bordil yang khusus menyediakan kamar berikut lontenya. Di sini semua serba darurat. Usai matahari terbenam para ‘pengusaha’ bikin kamar-kamar begituan. Sedikitnya ada 60 kamar. “Ada semacam panitia atau pemilik. Rangkanya sudah ada, sehingga malam tinggal pasang. Bikinnya gampang sekali, dan ini sudah berlangsung bertahun-tahun,” ujar Eko, warga Porong. Pengelola kompleks TPI menyiapkan dua tiga wadah berisi air bersih di depan kamar 2 x 1 meter itu. Tujuannya, apalagi kalau bukan untuk membersihkan organ intim si lonte dan tamunya usai berhubungan badan. Fasilitas ini, rata-rata sudah...

Belum Jelas Perizinannya Pembangunan Pabrik Paku di Kangkungan Mojokerto di Protes Warga

Radar Publik Jatim - Selasa, 16/7/2024 MOJOKERTO, Warga Dusun Kangkungan Desa Lengkong Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, memprotes pembangunan pabrik paku yang ada di daerahnya, alasannya, mereka khawatir terdampak sisa hasil produksi dari produsen paku itu kelak kalau sudah beroperasi, di antaranya debu dan sumber air yang terkontaminasi dengan limbah besi.  Selain itu, warga juga menuntut kompensasi kepada pemilik pabrik akibat debu yang ditimbulkan oleh dum truk yang berlalu lalang, pada masa proyek pembangunan. Tidak hanya debu dan suara bising, mereka juga mempertanyakan ijin penggunaan akses yang di lalui dum truk untuk menguruk pabrik. Warga setempat, Alfatah (42)  mengatakan " kami hanya menanyakan kedepan dampak yang di timbulkan oleh pabrik, dan kami juga menanyakan penggunaan akses yang di lalui kendaraan proyek" . " Warga Kangkungan kepingin tahu, ijinnya sama siapa ? kaitan dengan penggunaan jalan yang di lalui kend...

Buntut Protes Warga, Kompensasi Tidak Cair Dari Pabrik Warga Tutup Akses Menuju Proyek

Radar Publik .com Mojokerto 21/7/2024 MOJOKERTO : Bentuk kekesalan warga Dusun Kangkungan, Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, Mojokerto, Jatim, akibat dampak yang ditimbulkan oleh kendaraan proyek dan penggunaan jalan yang tidak ijin ke warga. Pada Minggu siang (21/7/2024) warga Kangkungan tutup jalan menuju proyek pembangunan pabrik. Puluhan warga setempat, memblokade jalan setapak menuju proyek. Sebab, sejak dimulainya proyek pembangunan pabrik, warga sudah berkali-kali mengajukan kompensasi ke pihak pengembang, namun, hingga saat ini kompensasi tak kunjung terealisasi. Dengan kompak, warga Dusun Kangkungan mendirikan pagar dari bambu yang di bubuhi spanduk penutupan jalan. "Kami sudah capek dengan janji-janji belaka dari pihak manajemen pabrik. Sekitar sudah 5 kali mediasi dengan Pemdes Lengkong, dan perwakilan perusahaan, namun hingga saat ini mediasi tersebut masih dead lock," kata Didik, warga setempat. Menurut warga yang lain, Agustina (54) sepanjang perus...