Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2016

Megawati ingatkan Nahdliyin dan nasionalis jaga NKRI

Radar Piblik Pasuruan - Minggu, 01 Mei 2016 Presiden RI periode 2001-2004 Megawati Soekarnoputri mengingatkan warga Nahdliyin dan kaum nasionalis agar selalu bersatu menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Pancasila. "Saya jadi teringat pesan Gus Dur yang meminta jangan sampai pecah, sebab kalau pecah, maka negara ini akan rusak," ujarnya saat menghadiri Apel Besar Hari Lahir ke-93 Nahdlatul Ulama (NU) di Taman Candrawilwatikta Pandaan, Pasuruan, Jawa Timur, Sabtu (30/4) malam. Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia (DPP PDI) Perjuangan itu mengakui amanat Gus Dur tersebut harus selalu dilaksanakan dan dilestarikan. Apalagi, menurut Mega, ancaman terhadap NKRI dan Pancasila semakin meningkat, baik menyangkut idealisme atau paham berbangsa dan bernegara maupun radikalisme, terorisme hingga narkoba. "Mari bersatu dengan perekat Pancasila untuk menjaga NKRI yang kita cintai ini," kata putri tertua Presiden RI peri...

Menkominfo tak ingin industri digital terkekang

Radar Publik Jumat, 29 April 2016 Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan, pihaknya tidak ingin industri digital yang kini tumbuh pesat terkekang oleh berbagai aturan. Untuk itu, menurut dia dalam seminar "Managing Disruption Amidst Change" yang digelar di Operation Room Gedung DPR, Kamis malam, pihaknya menerapkan kebijakan yang tidak terlalu mengatur. "Kita mendorong industri sendiri yang mengatur, 'self regulated', karena mereka lebih paham. Kominfo membuat koridornya," katanya. Hadir sebagai pembicara dalam seminar tersebut Manajer Uber di Indonesia Alan Jiang, CEO bubu.com Shinta Dhanuwardoyo, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio, Direktur Bluebird Robert R Rerimasie dan Pakar Ekonomi Digital UI Fithra Faisal Hastiadi. Rudiantara mengatakan sejauh ini banyak hal-hal terkait dengan perizinan dibenahi dan dipangkas. Selain itu bagi para "start up" tidak perlu mengajukan izin ke kementeriannya, cukup d...

Jokowi : Rakyat jangan dioper sana-sini

Radar Publik Kamis, 28 April 2016 Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mengingatkan kepada aparat birokrasi untuk terus meningkatkan pelayanan publik. Ini diungkapkan Presiden Jokowi mengingat sampai saat ini masih memiliki banyak kekurangan. Pernyataan Presiden Jokowi disampaikan saat membuka rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (28/4). Menurut Jokowi pelayanan publik mulai dari imigrasi, sampai hal-hal kecil berkaitan dengan KTP dan akta kelahiran masih banyak masalah dan kekurangan. "Reformasi pelayanan publik tidak bisa ditunda lagi. Dalam era persaingan global seperti sekarang, reformasi pelayanan publik dari hulu ke hilir harus terus diperbaiki," ujarnya. Untuk itu, dirinya akan melakukan pemantauan langsung ke tempat-tempat pelayanan publik tersebut pada bulan depan. Ini supaya pelayanan publik dapat ditingkatkan kualitasnya. "Saya tidak ingin mendengar keluhan rakyat tentang pelayanan publik, dioper sana-sini, tidak jelas waktu, biaya. ...

Terkait penangkapan pekerja Tiongkok, KCIC berikan klarifikasi

Radar Publik - Nasional Kamis, 28 April 2016 Terkait dengan adanya penangkapan pekerja asal Tiongkok di Landasan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma pada Selasa (26/4) sekitar pukul 09.45 WIB, PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menyatakan bahwa KCIC tidak memerintahkan adanya kegiatan pengeboran di wilayah Lanud Halim Perdanakusuma untuk pembangunan kereta cepat. Corporate Communications KCIC, Febrianto Arif Wibowo dalam rilis yang diterima elshinta, Rabu (27/4) menyampaikan klarifikasi terkait dengan adanya pemberitaan tentang penangkapan pekerja asal Tiongkok yang ramai di media massa tersebut. Klarifikasi ini, kata dia, guna menghindari kesimpangsiuran dan kesalahpahaman dalam pemberitaan yang terjadi. Dalam rilisnya KCIC menyampaikan empat poin klarifikasi, yakni pertama, dalam rangka proses pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung, saat ini PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) tidak memerintahkan kegiatan apapun di wilayah Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Kedua, K...

Agar Bisa Dihukum Seumur Hidup, AKP Ichwan Harus Dijerat UU Korupsi

Radar Publik Suap Miliaran AKP Ichwan Jakarta - Badan Narkotika Nasional (BNN) telah menetapkan Kasat Reskrim Narkoba Polres KP3 Belawan, AKP Ichwan Lubis sebagai tersangka pencucian uang karena telah menerima uang Rp 2,3 miliar dari bandar narkoba. Pengenaan pidana pencucian uang dirasa belum cukup, AKP Ichwan seharusnya juga bisa dikenai pasal tindak pidana korupsi agar bisa dihukum seumur hidup. "Konstruksi pasal 5 ini kan menerima, sebetulnya ada peristiwa penyuapan juga kan? Penegak hukum yang menerima suap itu kan bisa dikatergorikan korupsi," ujar pakar TPPU Yenti Ganarsih saat berbincang, Senin (25/4/2016). Yenti menjelaskan, BNN memang tak mempunyai kewenangan untuk menjerat AKP Ichwan dengan UU Tipikor. Oleh karena itu, Yenti menyarankan agar BNN melimpahkan kasus suapnya ke penegak hukum lain, baik itu polisi, kejaksaan maupun KPK. "Sebaiknya kan ada UU Tipikornya karena ada penyuapan. Berkas terpisah tidak masalah. BNN tetap di TPPUnya dan Tipikorn...

Kapolda Metro Tindak Anggota Miliki Rekening Gendut

Radar Publik Selasa, 26 April 2016 Kepala Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Kapolda Metro Jaya) Inspektur Jenderal Polisi Moechgiyarto menyatakan akan menindak tegas anggotanya yang memiliki rekening "gendut" yang dicurigai dari hasil penyimpangan jabatan. "Kita memiliki beberapa pengawasan seperti pengawasan fungsional dan struktural secara melekat," kata Irjen Polisi Moechgiyarto di Jakarta, Selasa (26/4). Kapolda Metro Jaya menyatakan pihaknya mengoptimalkan pemberdayaan pengawasan terhadap para anggota yang selama ini telah berjalan. Pemberdayaan itu, menurut mantan Kapolda Jawa Barat itu melalui fungsi Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidropam) dan Inspektorat Pengawas Daerah (Itwasda). Para personel Bidpropam dan Itwasda Metro Jaya bertugas mengawasi dan mengantisipasi penyelewenangan kewenangan para anggota kepolisian. Moechgiyarto mengatakan, pihaknya akan menelusuri dan menyelidiki anggota yang memiliki rekening mencurigakan. ...

Perkembangan WNI Disandera Di Filipina, ini kata Menlu Retno

Radar Publik Senin, 25 April 2016 Menlu Retno menjawab pertanyaan wartawan. Terkait dengan penyanderaan warga negara Indonesia (WNI) oleh kelompok Abu Sayyaf di Filipina, yang hingga kini belum berhasil dibebaskan, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi menyampaikan bahwa pihaknya masih terus berkomunikasi secara intensif dengan Menlu Filipina. “Kita masih terus, walaupun kita jauh, kita di luar, tetapi dari waktu ke waktu saya terus memantau, saya terus berkomunikasi,” kata Menlu Retno saat menjawab pertanyaan wartawan mengenai penyanderaan WNI di Filipina beberapa waktu lalu, seperti dikutip Setkab, Minggu (24/4). Menlu mengungkapkan bahwa percakapan terakhir dengan Menlu Filipina adalah saat berada di Belanda dan menjelang keberangkatan kembali ke Indonesia. “Sehingga semua perkembangan, komunikasi, saran kita, dan sebagainya terus kita lakukan. Informasi yang kami peroleh adalah bahwa Warga Negara Indonesia alhamdulillah sampai saat ini masih dalam kondisi baik,” ...

Berharap Dana Desa Angkat Kesejahteraan Rakyat

Radar Publik Minggu, 24 April 2016 Gubernur Lampung M Ridho Ficardo mengatakan bahwa dana desa merupakan sarana untuk memperlambat laju ketimpangan dan alat untuk mengangkat kesejahteraan masyarakat. "Misi nasional dari dana desa adalah menyejahterakan rakyat untuk meminimalkan disparitas karena kantong-kantong kemiskinan letaknya ada di perdesaan," kata Ridho Ficardo pekan lalu. Namun demikian, lanjut dia, dana desa juga bisa menimbulkan bahaya-bahaya lainnya bila pengawasan dan pendampingannya tidak optimal dilakukan. "Kolam ikan bila diberi makanan dengan cukup maka ikan-ikan akan tumbuh cepat, namun bila diberikan terlalu banyak makanan, maka sisa makanan yang tak termakan akan menjadi racun pada kolam tersebut. Maka bisa dilihat apakah dana satu miliar tersebut sudah pas atau belum, jika tidak maka akan banyak penyelewengan di tingkatan desa," kata Ridho mengumpamakan. Ia menyebutkan, di Provinsi Lampung, dari sektor pertumbuhan Lampung tumbuh posi...

Kemenkeu Siapkan Dana Abadi Untuk Beasiswa

Radar Publik Sabtu, 23 April 2016 Kementerian Keuangan melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) mengalokasikan dana abadi sebesar Rp20,6 triliun untuk kepentingan beasiswa bagi para mahasiswa Indonesia yang memiliki prestasi akademis tinggi. Dana abadi sebanyak Rp20,6 triliun itu diperuntukkan bagi beasiswa untuk mereka yang akan melanjutkan studi di dalam maupun luar negeri," kata Direktur Utama LPDP Eko Prasetyo kepada pers di Jakarta, Sabtu (23/4). Eko menjelaskan, dana abadi tersebut dikelola oleh Badan Layanan Umum (BLU) LPDP. Saat berdiri tahun 2012, dana abadi LPDP mencapai Rp15,6 triliun dan kini jumlahnya meningkat menjadi Rp20,6 triliun. LPDP itu sendiri adalah lembaga pemerintah yang dikelola oleh Kementerian Keuangan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, dan Kementerian Agama. Hingga Januari 2016, LPDP telah memiliki alumni sebanyak 538 orang, 104 orang di antaranya telah menyelesaikan studi pada...

Waduh, Sudah Tabrak Rumah Warga, Polisi Malah Marahi Wartawan

Radar Publik Selasa, 19 April 2016 Oknum Kepolisian Resor Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, Bripka Mukri Yadi merasa tidak senang atas kedatangan wartawan ketika dirinya mengemudikan mobil Patroli Polisi nomor polisi III 2301-42 menabrak rumah dan mobil milik warga dijalan Pemuda RT 10, Selasa  (19/4), sekitar pukul 12.30 WIB. Kamu wartawan, jadi kamu ingin buat beritanya. Kalau iya, catat nama saya, katanya dengan nada tinggi, serta menantang salah seorang wartawan Metro Andalas di lokasi kejadian. Diduga oknum polisi tersebut merasa tidak senang dengan kedatangan wartawan, sehingga terjadi cekcok mulut dan nyaris terjadi perkelahian, beruntung kejadian ini tidak berbuntut panjang karena dilerai warga dan wartawan media cetak lainnya. Perseteruan, antara wartawan Harian Metro Andalas dengan oknum polisi itu, berlanjut setelah wartawan Harian Metro Andalas yang ditanyai oknum polisi ini tetap menjawab bahwa berita tetap akan dipublish dan dikirimkan ke redaksinya di P...

80 Pejabat Pemkab Pasuruan Ikuti Tes Urine Dadakan

Radar Publik Senin, 18 April 2016 Pasuruan - 80 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan, yaitu mulai dari Bupati, Wakil Bupati, Sekda, Kepala Dinas, Kepala Bagian hingga Camat mengikuti tes urine yang dilakukan secara dadakan. Tes urine yang dilakukan tanpa pemberitahuannya tersebut, dilaksanakan di Gedung Segoropuro, Pendopo Kabupaten Pasuruan. Sejumlah pejabat langsung terkejut ketika mengetahui ada tes urine tersebut. Tes urine ini atas berkat kerjasama antara pihak Polres Pasuruan Kota dan Kabupaten Pasuruan. Dan pihak RSUD Bangil. Berdasarkan pantauan beritajatim.com, tes urine ini, diawali oleh Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf, Wakil Bupati, Riang Kulup Prayuda, Sekda Agus Sutiadji dan dilanjutkan kalangan Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). "Tes urine ini memang kami lakukan secara dadakan. Dan tujuannya ialah untuk antisipasi penyebaran narkoba di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pasuruan. Semua pejabat harus ikuti tes ini tanpa terke...

Agus Ditetapkan Sebagai DPO, Mutilasi Ibu Hamil

Radar Publik Senin, 18 April 2016 Polisi sudah mengetahui identitas pembunuh wanita hamil yang jasadnya dimutilasi di Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten. Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya Polda Metro Jaya pun memasukkan Kusmayadi alias Agus bin Dulgani ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Agus diduga sebagai pelaku pembunuhan Nur Atikah, 30 tahun, wanita hamil yang dimutilasi di Telagasari, Kabupaten Tangerang. "Dia masih kami kejar. Kami juga berharap apabila masyarakat mengetahui informasi soal pelaku, harap hubungi call center kami," kata Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Herry Heriawan di Jakarta, Minggu 17 April 2016. Berdasarkan foto yang disebarkan Polda Metro Jaya, Agus memiliki ciri-ciri sebagai berikut: - Tinggu badan sekitar 167 Cm - Rambut hitam cepak - Warna kulit sawo matang - Hidung mancung - Bentuk tubuh sedang tinggi. Dikutip dari laman Puskominfo Bid Humas Polda Metro Jaya, masyarakat...

BNN: Modus Operandi Perederana Narkoba Makin Hebat

Radar Publik Sabtu, 16 April 2016 Modus operandi peredaran narkotika dan obat obat berbahaya (Narkoba) dari waktu ke waktu makin hebat sehingga menyulitkan pencegahan dan pemberantasan di wilayah Indonesia. Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Pol Bahtair H Tambunan di Kendari, Sabtu (16/4), mengatakan pelaku dalam menjalankan aksinya sudah dilengkapi perlatan komunikasi yang memadai. "Mencegah dan memberantas narkoba di Tanah Air membutuhkan kerja keras dalam komitmen seluruh elemen bangsa. Pelaku makin lihai dalam menjalankan aksinya dan ditunjang sarana yang baik pula," kata Bahtiar. Deputi Pemberdayaan Masyarakat BNN, bersama Komisi X DPR RI dan utusan Kementrian Pendidikan Tinggi Riset dan Teknologi hadir menyaksikan Musyawarah Nasional Assosiali Relawan Perguruan Tinggi Penyalahgunaan Narkoba (Artipena) di kampus Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sulawesi Tenggara. Pelaku rangkaian kerja peredaran narkoba mulai dari ...

Adik Tak Kunjung Dinikahi, Pria Ini Nekat Bacok Tetangganya

Radar Publik Sabtu 09 April 2016 Pasuruan - Asmari (40) kini harus menghabiskan hari-harinya di sel tahanan. Itu, setelah ia berselisih paham dengan tetangganya sendiri di Dusun Gunung Bakor, Desa Sumberanyar, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan. Asmari nekat membacok Sarmeli Sajiwo (37) siang (08/04) kemarin. Ia tak kuasa menahan emosi  lantaran melihat tetangganya itu sering menggoda adik perempuannya. Sebelum membacok Sarmeli,  kedua pria bertetangga tersebut  sempat adu mulut. Dari adu  mulut itu berlanjut adu jotos hingga kemudian Asmari yang sehari-harinya jadi petani itu pulang mengambil sebilah golok di rumahnya. Golok itu lantas  ia gunakan untuk membacok  korban.  Beruntung, salah satu warga berhasil memisah keduanya.  Sehingga, perkelahian itu tak  sampai menelan korban jiwa. Meski begitu, Sarmeli harus dilarikan ke RSUD Bangil karena mengalami luka bacok di pergelangan tangannya. Informasi yang dihimpun menyebutkan,...

DPO Brigpol Edy Bawa kabur Satu Kg Sabu-Sabu

Radar Publik Sabtu, 9 April 2016 17:46 Makassar - Polres Pinrang menyebar foto Brigpol Edy Chandra yang sudah dijadikan sebagai buronan atau daftar pencarian orang (DPO) karena membawa kabur satu kg sabu-sabu. "Brigpol Edy Chandra sudah dijadikan DPO dan kabur membawa narkoba satu kilogram. Warga yang melihat keberadaannya diminta melapor ke polisi atau Polsek terdekat," ujar Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Frans Barung Mangera di Makassar, Sabtu. Dia mengatakan, anggota Unit Reserse Kriminal (Reskrim) itu melarikan diri setelah rekannya Brigpol Supardi dan empat orang lainnya dibekuk dengan barang bukti 3,4 kilogram sabu. Brigpol Edy Chandra yang mengetahui dirinya menjadi target pengejaran oleh anggota Polres Pinrang dan Polda Sulsel itu langsung menghilang setelah rumahnya didatangi. "Siapapun yang melaporkan keberadaan Brigpol Edy Chandra akan mendapatkan reward dari saya. Saya akan memberikan sejumlah uang tunai," katanya. Kaburnya Edy Chandr...

Pasuruan Jalur Pantura Rusak Parah, Banyak Pengendara Terpeleset

Radar Publik Sabtu, 09 April 2016 Pasuruan - Setelah beberapa waktu lalu usai dikeruk dengan menggunakan alat barat. Membuat kondisi jalur Pantura Pasuruan, tepatnya di jalan raya Raci banyak jalan yang bergerat. Itu terjadi lantaran oleh pihak pekerjanya diterlantarkan begitu saja. kondisi ini membuat tak sedikit pengendara roda dua yang terpleset. Karena kondisi di jalan raya tersebut cukup licin dan membahayakan. Ironisnya, kondisi jalur pantura yang bergerat itu setelah dikeruk sekitar sepanjang 25 kilometer (km). Bahkan, lebar geratan di sepanjang jalan yang dikeruk itu, besarannya relatif antara 3 hingga 10 centimeter (cm) atau maksimal seukuran ban motor. Sehingga membuat ban motor mudah selip dan membahayakan pengendaranya karena terpeleset. Beberapa warga yang rumahnya berada di pinggir jalan raya itu mengatakan, dalam sehari bisa dipastikan ada saja pengguna roda dua yang terpeleset ketika melintas di jalan raya tersebut. “Sudah berkali-kali pengendara motor yang t...

Bojonegoro Semburan Lumpur Panas Bertambah Tiga Titik

Radar Publik Sabtu, 09 April 2016 Bojonegoro - Semburan lumpur panas yang terjadi di Dusun Kramat, Desa Jari, Kecamatan Gondang, Kabupaten Bojonegoro semakin membesar. Semburan lumpur yang keluar itu mulai meluber ke lahan persawahan dan mengalir di sungai. Salah seorang petani setempat, Darim (60) mengatakan, semburan lumpur yang terjadi sejak kemarin dini hari itu sekarang titik semburan bertambah. Sebelumnya semburan lumpur itu hanya ada satu titik sekarang mulai menambah tiga titik. Namun, kata dia, semburan lumpur yang terjadi mulai mengecil. Kemarin, lanjut dia, tinggi semburan mencapai dua meter. "Sekarang mengecil tapi titik semburannya semakin bertambah," katanya, Jumat (8/4), seperti dikutip beritajatim.com. Semburan lumpur itu berada di lahan persawahan miliknya. Akibat panas lumpur yang keluar itu membuat tanaman padi miliknya layu. Beberapa tanaman padi yang layu sudah terlihat bulir padi. "Ya, gagal panen kalau kena lumpur ini," katanya. S...

Pria Asal Tuban Diringkus Saat Mengedarkan Upal

Jum'at, 01-04-2016 Magetan - Radar Publik, Bagi anda yang melakuan transaksi jual beli, sebaiknya berhati-hati. Bisa saja uang yang digunakan pembeli adalah uang palsu. Seorang pria asal Tuban ditangkap petugas kepolisian Magetan, saat mengedarkan uang palsu. Tersangka mengaku, uang tersebut dibeli dari seseorang di Solo. Petugas Kepolisian Sektor Magetan berhasil menangkap Harianto Ismail (50) asal Desa Tambakboyo Kecamatan Kabupaten Tuban. Tersangka ditangkap karena mengedarkan uang palsu di Magetan. Bersama tersangka, petugas kepolisian menyita barang bukti, berupa uang palsu pecahan 100 ribu, sebanyak 10 lembar, dan uang asli milik tersangka. Menurut Kapolres Magetan, AKBP Johanson Ronald Simamora, modus yang dilakukan tersangka, ia membeli uang palsu ke salah seorang bernama Mustopa asal Solo Jawa Tengah, dengan harga setiap Rp 3 juta uang palsu dihargai Rp 1 juta uang asli. Kemudian ia menjualnya kembali di Magetan, dengan harga Rp 2 juta uang palsu dihargai Rp 1 ju...

Polisi Bekuk Dua Perampok Sadis

Jum'at, 01-04-2016  Ngawi - Radar Publik ,  Dua perampok sadis ala ninja, yang selama ini meresahkan masyarakat diringkus petugas Satreskrim Polres Ngawi. Satu di antaranya dilumpuhkan kakinya dengan timah panas oleh petugas karena melawan saat hendak disergap. Kedua kawanan perampok itu langsung digelandang ke kantor Polres Ngawi, berikut barang bukti uang sisa hasil kejahatan dan senjata tajam yang kerap digunakan untuk melukai para korbannya. Dua lelaki ini berhasil diringkus petugas Kepolisian Resort  Ngawi di rumah masing-masing. Mereka adalah Supriyanto, warga Desa Pelem, Kecamatan Gabus, Kabupaten Grobokan, Jawa Tengah dan Edi Budiyanto warga Desa Gemarang, Kecamatan Kedunggalar Ngawi. Tersangka Edi Budianto terpaksa dilumpuhkan kaki kirinya dengan timah panas oleh petugas karena melawan saat hendak ditangkap. Penangkapan kedua tersangka berawal saat mereka menjalankan aksi perampokan di rumah Sutopo, warga Desa Sidolaju, Kecamatan Widodaren...