Langsung ke konten utama

Kandas, KMP Mutiara Indonesia belum bisa dievakuasi

Radar Publik

Kandas, KMP Mutiara Indonesia belum bisa dievakuasi
Penumpang KMP Mutiara Indonesia dievakuasi oleh Tim Rescue Pos SAR Kayangan bersama anggota Polisi Air Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat ke Pelabuhan Kayangan, Kabupaten Lombok Timur, Sabtu (11/5/2019). ANTARA/HO-Basarnas Mataram/aa
Dilansir dari berita Antara Mataram - KMP Mutiara Indonesia dilaporkan kandas di Pulau Kondo, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, pada Sabtu, pukul 03.30 WITA, belum berhasil dievakuasi karena berbagai kendala teknis.

"Tim gabungan masih menunggu air pasang. Kapal tidak berani ditarik menggunakan kapal feri lain karena dikhawatirkan kapal penarik juga kandas seperti kejadian sebelumnya," kata Humas Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram, Agus Hendra Jaya, ketika dihubungi di Mataram, Sabtu malam.

KMP Mutiara Indonesia dilaporkan kandas di Pulau Kondo, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, karena mesin mati setelah 30 menit berlayar dari Pelabuhan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat, Sabtu pukul 02.00 WITA.

Kapal mengalami gagal fungsi mesin akibat keterlambatan pasokan bahan bakar ke tangki. Hal itu mengakibatkan kapal terombang ambing dan terbawa arus yang kemudian kandas di perairan Gili Kondo atau sekitar 25 mil dari Pulau Kondo.

Tidak ada laporan korban jiwa dan luka-luka dalam peristiwa tersebut. Sebanyak 95 penumpang dan 21 anak buah kapal selamat.

Tim SAR Pos Kayangan bersama dengan anggota Polisi Air Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat sudah berhasil mengevakuasi penumpang menggunakan kapal cepat ke Pelabuhan Kayangan.

PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Pelabuhan Kayangan juga mengerahkan KMP Permata Lestari 2 untuk membantu proses evakuasi sehingga seluruh penumpang sudah berhasil dievakuasi pukul 11.00 WITA.

KMP Mutiara Indonesia selain membawa penumpang juga mengangkut satu bus ukuran besar, satu bus ukuran sedang, delapan truk ukuran sedang, tiga truk besar, tiga truk mini, dua kendaraan roda empat ukuran kecil, dan dua sepeda motor. Seluruhnya masih berada di atas dan belum bisa dipindahkan.* (kresna)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Suasana Malam Di Tangkis Porong Indah (TPI)

Radar Publik Minggu (3/11/2013) WARGA Porong dan sekitarnya punya istilah khas, TPI. Bukan Televisi Pendidikan Indonesia, melainkan TANGKIS PORONG INDAH. Ini tempat mangkal ratusan lonte di tangkis (tanggul) Kali Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. ‘Keindahan’ tangkis itu bisa disaksikan setiap malam. Tangkis yang siangnya panas terik dan sepi, malam hari sangat meriah. Di sini tak ada rumah bordil yang khusus menyediakan kamar berikut lontenya. Di sini semua serba darurat. Usai matahari terbenam para ‘pengusaha’ bikin kamar-kamar begituan. Sedikitnya ada 60 kamar. “Ada semacam panitia atau pemilik. Rangkanya sudah ada, sehingga malam tinggal pasang. Bikinnya gampang sekali, dan ini sudah berlangsung bertahun-tahun,” ujar Eko, warga Porong. Pengelola kompleks TPI menyiapkan dua tiga wadah berisi air bersih di depan kamar 2 x 1 meter itu. Tujuannya, apalagi kalau bukan untuk membersihkan organ intim si lonte dan tamunya usai berhubungan badan. Fasilitas ini, rata-rata sudah...

Belum Jelas Perizinannya Pembangunan Pabrik Paku di Kangkungan Mojokerto di Protes Warga

Radar Publik Jatim - Selasa, 16/7/2024 MOJOKERTO, Warga Dusun Kangkungan Desa Lengkong Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, memprotes pembangunan pabrik paku yang ada di daerahnya, alasannya, mereka khawatir terdampak sisa hasil produksi dari produsen paku itu kelak kalau sudah beroperasi, di antaranya debu dan sumber air yang terkontaminasi dengan limbah besi.  Selain itu, warga juga menuntut kompensasi kepada pemilik pabrik akibat debu yang ditimbulkan oleh dum truk yang berlalu lalang, pada masa proyek pembangunan. Tidak hanya debu dan suara bising, mereka juga mempertanyakan ijin penggunaan akses yang di lalui dum truk untuk menguruk pabrik. Warga setempat, Alfatah (42)  mengatakan " kami hanya menanyakan kedepan dampak yang di timbulkan oleh pabrik, dan kami juga menanyakan penggunaan akses yang di lalui kendaraan proyek" . " Warga Kangkungan kepingin tahu, ijinnya sama siapa ? kaitan dengan penggunaan jalan yang di lalui kend...

Buntut Protes Warga, Kompensasi Tidak Cair Dari Pabrik Warga Tutup Akses Menuju Proyek

Radar Publik .com Mojokerto 21/7/2024 MOJOKERTO : Bentuk kekesalan warga Dusun Kangkungan, Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, Mojokerto, Jatim, akibat dampak yang ditimbulkan oleh kendaraan proyek dan penggunaan jalan yang tidak ijin ke warga. Pada Minggu siang (21/7/2024) warga Kangkungan tutup jalan menuju proyek pembangunan pabrik. Puluhan warga setempat, memblokade jalan setapak menuju proyek. Sebab, sejak dimulainya proyek pembangunan pabrik, warga sudah berkali-kali mengajukan kompensasi ke pihak pengembang, namun, hingga saat ini kompensasi tak kunjung terealisasi. Dengan kompak, warga Dusun Kangkungan mendirikan pagar dari bambu yang di bubuhi spanduk penutupan jalan. "Kami sudah capek dengan janji-janji belaka dari pihak manajemen pabrik. Sekitar sudah 5 kali mediasi dengan Pemdes Lengkong, dan perwakilan perusahaan, namun hingga saat ini mediasi tersebut masih dead lock," kata Didik, warga setempat. Menurut warga yang lain, Agustina (54) sepanjang perus...