Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2014

PT. RIRA INDONESIA MENTERLANTARKAN KARYAWAN

Radar Publik Mojokerto- PT. RIRA INDONESIA dinilai tidak bertanggung jawab kepada karyawan Sampai detik ini para karyawan melakukan Demo aksi damai, akan tetapi PT. RIRA tidak ada tanggapan sama sekali bahkan me 300 × 225 - cache.inkuiri.com ngabaikan teguran-teguran dari pihak-pihak berkompeten hasil penelusuran beberapa WARTAWAN dan LSM dilapangan, Pihak PT. RIRA tidak memberikan jawaban tepat alias (ngambang) dengan berbelit-belit Karyawan PT. RIRA belum menerima gaji selama kurang lebih 4 bulan dan hanya mendapatkan angin segar omong kosong belaka dari pihak perusahaan sebut saja (ROSIT) sebagai menejemen penanggung jawab perusahaan yang sekarang, bahkan saat di konfirmasi dari Radar Publik, President Radar Publik di curigai oleh pihak perusahaan bahkan nada-nada cemooh dilontarkan kayak di seting terlebih dahulu supaya dari wartawan dan LSM takut untuk mengkonfirmasi tentang masalah tersebut.... President Radar Publik (H. Sunyoto NH) menilai adanya dugaan p...

Karyawan PT Rira Indonesia Ancam Polisikan Presdir

Mojokerto- Radar Publik Mr. Kang Jungku, Presiden Direktur PT Rira Indonesia terancam dipolisikan karyawannya. Menyusul penolakan menandatangani kesepakatan dengan karyawan yang merasa menjadi �korban� perlakuan kasar pucuk pimpinan produsen gitar yang berlokasi di Desa Tempuran, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto tersebut.  WNA asal Korea Selatan menyatakan memilih pulang ke negaranya daripada harus menandatangani kesepakatan.  Yudistira, Ketua PUK SPSI LEM PT Rira Indonesia mengungkap, hari ini pihaknya menggelar pertemuan dengan manajemen perusahaan yang memiliki 170 karyawan itu terkait keluhan karyawan terhadap sikap dan perlakuan Mr Kang Jungku. Para karyawan mengaku resah jika presdir tersebut masih bersikap yang cenderung semena-mena. Karyawan berharap ada jaminan bahwa presdir tidak akan lagi melakukan tindakan yang mengancam keselamatan fisik, juga tekanan psikis. Itu harus dituangkan dalam surat kesepakatan.  �Sampa...

Bergabunglah Di Radar Publik

Lokalisasi Kajang Ditutup, PSK Dapat Rp10 Juta

KALIMANTAN - Lokalisasi prostitusi Kampung Kajang di Desa Singa Geweh, Kecamatan/Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, resmi ditutup pada Senin 15 Desember 2014. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kutai Timur, Aji Kifly Oesman, mengatakan, akibat penutupan itu, pekerja seks komersial (PSK) di sana mendapat dana kompensasi. "Mereka, para PSK, tinggal menunggu pembayaran konpensasi pekan ini untuk biaya pulang kampung masing-masing," ujar Kifli. Menurutnya, saat ini data PSK dan mucikari yang akan diberikan dana kompensasi berjumlah 123 orang. Jumlah itu terdiri dari 112 PSK dan 11 mucikari, atau meningkat dari data sebelumnya yang sebanyak 96 orang. Kifli mengatakan, sejak ada kesepakatan dengan para mucikari dan PSK maka tidak boleh lagi ada kegiatan transaksi. Pengunjung dilarang masuk dan PSK dilarang keluar areal. "Mereka tidak boleh keluar sebelum dilakukan pembayaran untuk menghindari adanya tamu dan transaksi liar secara sembunyi-s...

PT. RIRA INDONESIA Di Duga Menilap Gaji Karyawan

Radar Publik Jumat 28-11-2014 Mojokerto- PT. RIRA INDONESIA  Dsn Joho, Ds Tempuran, Kec Pungging Dugaan menguat setelah beberapa karyawan melakukan demo pada hari rabu tgl 26-11-2014 ke DPRD kab. Mojokerto.     Sejak bulan Januari sampai bulan Agustus gaji karyawan tidak dibayarkan 100% tetapi dibayarkan bertahap, lalu pada bulan September karyawan dibayar sebesar 30% sisanya berikut gaji pada bulan Oktober dan November sama sekali belum di bayarkan kepada karyawan karyawati PT tsb berikut over time dll. Dengan kondisi tersebut para karyawan mengeluhkan atas kesewenag-wenangan pihak perusahaan terhadap kelangsungan hidup para karyawan, "bagaimana cara kami menutupi biaya hidup kami sehari-hari jika kewajiban kami sudah dilaksanakan sedangkan pihak managemen PT RIRA tutup mata dengan kondisi yang kami alami saat ini?" ujar salah seorang karyawan yang tidak mau disebutkan namanya.kepada wartawan. "selama kepemimpinan Presdir yang berkebangsaan Korea lebih kurang 14th ...

Konsultasi ke KPK soal Menteri, Jokowi: Kita Ingin Akurat dan Tepat

  Menanti Kabinet Jokowi Jakarta - Butuh waktu 6 hari bagi Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla untuk menyusun kabinet. Jokowi dan JK berkonsultasi ke KPK dan PPATK. Jokowi-JK ingin mendapatkan orang yang tepat. "Kita ingin akurat dan tepat," kata Jokowi saat mengumumkan kabinet di Istana Kepresidenan, Minggu (26/10/2014). Jokowi mengumumkan kabinetnya dengan didampingi JK. Kedua pucuk pimpinan RI ini mengenakan kemeja putih dan didampingi istri. Jokowi mengaku menyusun kabinet dengan hati-hati. Pertimbangan ini diutamakan karena kabinet bekerja selama 5 tahun. "Kita ini mendapatkan orang terpilih," kata mantan Gubernur DKI ini. Hingga pukul 17.25 WIB, pengumuman nama-nama menteri masih berlangsung. Jokowi-JK menyebut timnya sebagai Kabinet Kerja. Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans T...

Ini Susunan Lengkap 'Kabinet Kerja' Jokowi-JK

Radar Publik Menanti Kabinet Jokowi Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengumumkan susunan kabinetnya di halaman Istana Negara, Minggu (26/10/2014) pukul 17.30 WIB. Kabinet ini diberi nama Kabinet Kerja. Pengumuman ini dilakukan pada hari keenam setelah Jokowi-JK dilantik. Dalam mengumumkan kabinet, Jokowi didampingi Wapres JK, Ibu Negara Iriana dan Ibu Mufidah Jusuf Kalla. Jokowi juga memanggil dan memperkenalkan 34 menterinya satu per satu. Berikut susunan kabinet selengkapnya: Presiden RI : Joko Widodo Wakil Presiden RI : M Jusuf Kalla 1. Menteri Sekretaris Negara : Praktino 2. Menteri Perencanaan Pembangunan Negara/Kepala Bappenas : Andrinof Chaniago 3. Menko Bidang Kemaritiman : Indroyono Soesilo 4. Menteri Perhubungan : Ignasius Jonan 5. Menteri Kelautan dan Perikanan : Susi Pudjiastuti 6. Menteri Pariwisata : Arief Yahya 7. Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral : Sudirman Said 8. Menko Bidang Polhukam : Tedjo Edy Purdijatno 9. Menteri Dal...

Kubangan Pasir Keluarkan Hawa Panas Muncul di Pasuruan

Pasir panas  Radar Publik PASURUAN - Fenomena alam berupa pasir yang mengeluarkan hawa panas menyembul di lahan bekas pabrik karton Kota Pasuruan, Jawa Timur. Pasir panas ini diketahui setelah seorang warga terperosok saat melintas di areal tanaman pohon jati. Dua kakinya sebatas betis mengalami luka bakar akibat terendam pasir panas. Abdul Ghofur (26), warga Kelurahan Tamanan, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, tidak menyangka jika areal yang biasa dilaluinya itu terdapat pasir panas. Saat ia berburu burung, tiba-tiba terperosok pada kubangan tanah yang di dalamnya terdapat pasir panas. Secara kasat mata, kubangan tanah ini tidak berbeda dengan di sekitarnya. Namun pada kubangan tanah yang kini diamankan dengan garis polisi dapat membakar daun kering atau kertas yang berada di atasnya dalam hitungan beberapa menit. Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Pasuruan, Yudi Andi mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan penyebab terbentuknya kubangan ...

BLH Kab. Pasuruan Tutup Mata

Radar Publik PASURUAN- 18/08/2014 Terkait pembuangan limbah B3 diwilaya Kab. Pasuruan Oleh P.T. TJIWI TBK dan PAKERIN beserta P.T. Lain diduga banyak dibekingi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Hasil penelusuran dilapangan oleh Radar Publik beserta anggota Resimen dan PPM BELANEGARA menduga bahwa BLH kab. Pasuruan menerima upeti dari P.T.-P.T. tersebut. Dugaan tersebut dikarenakan mangkraknya limbah-limbah yan ditutup belum ada reboisasi ole pihak BLH dan dinas-dinas terkait, dan juga masih banyak pembuangan elegal yang masih berkeliaran tidak pernah tersentuh hukum sekalipun, banyaknya pengaduan serta media-media menayangkan hal tersebut tidak pernah ada tindakan solusi pemecahan masalah tersebut. Jika tidak ada tindakan yang bisa menahan oknum-oknum yang merajalela serta sewenang-wenang untuk menindak ke jalur hukum maka NKRI kedepan tanah yang subur apakah akan dijadikan negara atom yang pencemarannya bisa merusak nyawa manusia dan segala lingkungan hidup yang ada...

Diduga Tempat Prostitusi, Hotel & Rumah Kos Dirazia

Minggu, 20 Juli 2014  06:28 wib MADURA  - Petugas gabungan dari Polres Sampang, Satpol PP, dan Kodim 0828 Sampang merazia hotel dan rumah kos di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur. Rumah kos dan hotel di Sampang disinyalir jadi tempat prostitusi terselubung. Tidak hanya itu, petugas juga merazia toko dan warung di kawasan Terminal Sampang. Sasarannya adalah peredaran minuman keras. Namun, razia kali ini belum membuahkan hasil. Minuman keras tak ditemukan di toko dan warung yang dirazia. Petugas juga tidak menemukan adanya pekerja seks komersil di hotel dan rumah kos. Kasat Sabhara Polres Sampang, AKP Hari Darsono, menjelaskan pihaknya akan terus melakukan razia secara spontan dengan penentuan sasaran secara acak. "Walaupun malam ini belum membuahkan hasil, tapi kami akan terus melakukan razia sampai lebaran. Supaya masyarakat bisa dengan khusuk dan nyaman menjalankan ibadah puasa," kata Hari Darsono, Minggu (20/7/2014) dinihari. Dia berharap praktek prostitusi...

Sahh..! Dolly dan Jarak Tutup Buku

SURABAYA - Munculnya beragam penolakkan dari sejumlah warga dan penghuninya tak membuat Pemkot Surabaya bergeming untuk menutup lokalisasi Dolly dan Jarak melalui deklarasi di Gedung Islamic Center, Jalan Dukuh Kupang, Surabaya atau sekitar 1 Kilometer dari lokalisasi Gang Dolly. Deklarasi ini disaksikan langsung oleh Menteri Sosial RI Salim Segaf Al Jufri dan dihadiri Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf, Kapolada Jatim Irhen Pol Unggung Cahyono serta sejumlah tokoh masyarakat lainnnya. Usai deklarasi ini, pemerintah akan menggelontorkan dana untuk alih fungsi dan alih profesi bagi masyarakat sekitar Dolly. Bantuan tersbeut untuk PSK, Mucikari dan warga sekitar. Nilai bantuan yang akan digelontarkan sebesar Rp7,317 miliar dari Kementrian Sosial dan Rp1,555 Miliar dari Pemprov Jatim. Mensos, Salim Segaf mengatakan, untuk malam ini yang mendapat bantuan secara simbolik sebanyak 311 or...

Polisi Sita 24 Ton Avtur Ilegal di Malang

Polisi melihat drum berisi avtur yang disita MALANG - Kepolisian Sektor Singosari, Malang, Jawa Timur, menggagalkan penyalahgunaan pengangkutan dan perniagaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis avtur (aviation turbine) atau bahan bakar yang biasanya digunakan untuk pesawat. Total 24 ton avtur diamankan polisi. Kapolsek Singosari, Kompol Decky Hermansyah, menjelaskan, pengungkapan ini berawal dari patroli petugas Sabhara yang melihat mobil tangki yang mencurigakan sedang masuk ke kawasan Randuagung, Singosari. Mobil tersebut masuk ke dalam sebuah lahan kosong. "Petugas kemudian koordinasi dan dibantu tim lainnya untuk menggeledah," kata Kapolsek Singosari, Kompol Decky Hermansyah, Jumat (13/6/2014). Dari hasil penggeledahan, ditangkap tujuh orang yang sedang melakukan pekerjaan memindahkan avtur. Tiga di antaranya AM, SLT, dan SNM ditetapkan sebagai tersangka dan empat lainnya menjadi saksi. Penyelidikan kemudian didalami hingga berhasil menangkap bos me...

Dolly Tetap Menggeliat

Tulisan di Gang Dolly menentang penutupan lokasi prostitusi (Foto: Koran Sindo) SURABAYA - Deklarasi penutupan lokalisasi Dolly yang dilakukan Pemerintah Kota Surabaya di Gedung Islamic Center, Surabaya, Rabu malam, tampaknya tidak begitu berpengaruh. Geliat di lokasi prostitusi itu masih terlihat malam ini. Berdasarkan pantauan Radar Publik , sejumlah wisma masih tetap beroprasi, salah satunya Wisma Top Sembilan. Di tempat itu masih terlihat aktivitas sejumlah mucikari yang menawarkan jasa PSK. Sekira 10 PSK tampak duduk di sofa menanti pelanggan. Sesekali mereka bercanda sambil bermain gadget. Kondisi yang sama terlihat di wisma lainnya. Para perempuan berbusana minim menunggu lelaki hidung belang. Dentuman house music pun menggema memenuhi Gang Dolly. Pengunjung juga mulai ramai berlalu lalang. “Ayo mampir. Dolly masih buka," ujar lelaki bertubuh kekar sembari menunjuk ke Wisma di Gang Dolly, Kamis (19/6/2014). Sementara itu, Kordinator Komunitas Pemuda In...

Pemkot Surabaya Colling Down Jelang Penutupan Dolly

SURABAYA - Pemkot Surabaya memilih colling down menjelang detik-detik penutupan lokalisasi Dolly, lantaran masih saja ada penolakan dari sejumlah elemen masyarakat. Wakil Wali Kota Surabaya Wisnu Sakti Buana mengatakan, penutupan lokalisasi Dolly akan terwujud meski harus melalui proses panjang. "Kami tetap optimis bisa dilakukan. Karena sejatinya program ini baru kita awali meski sudah berjalan lama," kata Wisnu, Rabu (21/5/2014). Ia juga mengaku telah menemui sejumlah warga di sekitar lokalisasi. Saat ini, kata Wisnu, sudah ada pertemuan yang melibatkan empat RW. Saat ini tinggal satu RW yang posisinya tepat di gang Dolly, Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan. "Rencananya nanti malam," tambahnya. Kata Wisnu, pertemuan tersebut memang menampakkan hasil positif. Dengan catatan, warga yang terdampak diperhatikan kelangsungan kehidupannya dengan jaminan penghasilan dan Pemkot Surabaya konsisten dengan program dan janji-janjinya. S...

Guru Cantik Ditangkap Setelah Pesan Sabu ke Temannya

Radar Publik MAGETAN - Petugas Polres Magetan, Jawa Timur, membekuk seorang guru dan temannya yang baru saja membeli narkoba. Polisi menyita sabu-sabu seberat 0,14 gram sebagai barang bukti. Guru berparas cantik HR (27), nampaknya tak lagi dapat mengajar siswa-siswinya di salah satu sekolah dasar negeri di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Ia kini berurusan dengan penegak hukum atas kasus narkoba. Polisi tak hanya menangkap HR, tapi juga temannya seorang pria berinisial AI (27) warga Desa Kapolorejo, Magetan. Bahkan, AI lah yang lebih dulu ditangkap. “Semula kami menangkap HR yang baru saja membeli narkoba dari seorang pengedar di salah satu pom bensin. Setelah dikembangkan, ternyata narkoba yang dibeli merupakan pesanan tersangka HR,” ujar Kasubag Humas Polres Magetan, AKP Susilo di kantornya, Rabu (21/5/2014). Setelah mendapat keterangan dari AI, polisi lalu membekuk HR di kediamannya di kawasan Poncor. Susilo menambahkan, narkoba tersebut dibeli AI dari pengedar se...

Wangi Kembang & Dupa di Makam Panglima Perang Majapahit

Makam Panglima Perang Majapahit    Radar Publik SURABAYA - Meski bukan pusat kerajaan Majapahit, namun ada banyak petilasan di Kota Surabaya yang dulu berperan sebagai pelabuhan niaga kerajaan yang menyatukan Nusantara itu. Bahkan, ada beberapa petinggi-petinggi kerajaan Majapahit yang dimakamkan di Kota Pahlawan ini. Salah satunya Pangeran Yudho Kardono. Nama Asli Pangeran ini adalah Raden Kudo Kardono yang merupakan panglima perang kerajaan Majapahit. Makam Kudo Kardono berada di Jalan Cempaka, Kecamatan Tegal Sari, Surabaya. Tidak sulit untuk mencari makam sang Panglima ini karena letaknya tepat di pinggir jalan raya. Radar Publik mengunjungi makam tersebut. Masuk ke makam ini, pengunjung akan disambut dengan pintu gerbang perpaduan antara Masjid dan Pura. Tepat di tengah-tengah pintu itu berdiri patung burung  Rajawali yang berada di atas buah Pala. Sekitar 50 meter dari pintu gerbang itu, berdiri bangunan kompleks makam Pangeran...

DKPP Pecat 13 PPK di Pasuruan Penerima Sogokan

Raadar Publik JAKARTA - Dewan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menjatuhkan sanksi pemecatan terhadap 13 anggota panitia pemilihan kecamatan (PPK) di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Keputusan diambil dalam sidang kode etik DKPP yang untuk pertama kalinya digelar secara jarak jauh (video conference) dengan melibatkan tim pemeriksa daerah. Anggota majelis sidang DKPP, Nur Hidayat Sardini saat membacakan amar putusan di Jakarta, Jumat (9/5) mengatakan, para teradu yang dijatuhi sanksi pemecatan itu antara lain Suhudi Rokhmad  dari PPK Wonorejo, Imam Taufik (anggota PPK Purwosari), Eko Widiyanto (anggota PPK Purworejo), Akhmad Khumaidi (anggota PPK Gempo), Budiarjo (anggota PPK Beji), Sudjarwanto (anggota PPK Bangli), Lutfillah (anggota PPK Lekok) dan Ansori Huzaemi (anggota PPK Kraton). Kemudian Edy Riyanto (anggota PPK Pohjentrek), Mustain JS (anggota PPK Gondangwetan), Endang Sutriani (anggota PPK Winongan), Mochammad Sholeh (anggota PPK Grati), dan Moch Tauhid (angg...

Ujian Mental, Puluhan Wartawan Digembleng Kopaskhas di Malang

  Raadar Publik MALANG - Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara (AU) menggelar out bound kepada puluhan wartawan media baik cetak, online, maupun elektronik di Lanud Abdulrahcman Saleh, Malang. Dalam acara tersebut, disimulasikan puluhan wartawan diculik oleh sekelompok geng motor pada malam hari. Semua wartawan dibawa ke dalam truk dengan tangan terikat serta dua mata ditutup. Setelah beberapa jam di dalam truk, semua wartawan diturunkan ke sebuah pemakaman warga. Sesampainya di makam, beberapa anggota Korps Pasukan Khas (Kopaskhas) TNI AU, memberikan sebuah pesan yang harus disampaikan kepada seseorang yang sudah menunggu. Dalam membawa pesan tersebut, berbagai rintangan di lokasi ditempuh wartawan, diantaranya menelusuri sungai. Ledakan dari bom TNT pun membuat para jurnalis tersentak dari tidur. Disambut tembakan senapan mesin, para awak media pun keluar dari tenda pleton untuk mendengarkan arahan dari pelatih. Di pagi harinya, sejumlah materi dan k...

Jurnalis Malang Raya Ingatkan Kasus Kematian 8 Jurnalis

Puluhan jurnalis Malang Raya melakukan aksi demonstrasi Radar Publik MALANG - Puluhan jurnalis Malang Raya melakukan aksi demonstrasi. Aksi unjuk rasa ini digelar untuk mengingatkan kembali kasus-kasus kematian jurnalis yang belum juga tuntas. Dalam peringatan Hari Kebebasan Pers Internasional, aksi unjuk rasa ini dilakukan dengan berjalan dari Bundaran Tugu menuju Monumen. Topeng jurnalis yang terbunuh juga dikenakan sebagai cermin dunia pers di Indonesia yang masih jauh dari kata merdeka. Juru bicara aksi, Moh Tiawan, mengatakan, dalam peringatan hari kemerdekaan pers ingin mengingatkan kembali penyidikan kasus kematian Udin menjelang masa kadaluwarsa tinggal 12 hari 3 bulan. "Terjadi praktik impunitas atas terbunuhnya jurnalis karena pemberitaan," kata Tiawan, di depan monumen patung Chairil Anwar, Kota Malang, Sabtu (3/5/2014).Sabtu (3/5/2014). Menurutnya, selain Udin, terdapat delapan kasus yang sama terbengkalai tak dituntaskan. Aparat penega...

Bekas Rektor UIN Malang Resmi Tersangka

Radar Publik MALANG - Kejaksaan Negeri Malang menetapkan bekas Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Imam Suprayogo, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan lahan kampus baru di wilayah Tlekung,Kota Batu. Kepala Kejaksaan Negeri Malang, Munasim, mengatakan, surat penetapan tersangka tersebut baru diterbitkan Kamis 8 Mei sore. Penetapan tersangka Imam Suprayogo, kata Munasim, berdasarkan keterangan saksi dan tersangka sebelumnya. Tersangka dinilai berperan sebagai kuasa pengguna anggaran. Dengan ditetapkannya Imam sebagai tersangka, jumlah tersangka dalam kasus dugaan korupsi sekira Rp4 miliar itu menjadi enam orang. Sebelumnya, pejabat pembuat komitmen Jamallu Lail Yunus, panitia pengadaan tanah Musleh Herry, Marwoto, Nurhadi, dan Syamsul Hadi. Munasim menambahkan, tersangka Imam Suprayogo dijerat Pasal 3, Pasal 8, Pasal 9 jo Pasal 18 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi dan jo Pasal 55 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman 20 tah...

Digerebek Saat Mesum, Janda Diarak ke Balai Desa

  Ilustrasi  Radar Publik TULUNGAGUNG - Diduga melakukan perselingkuhan, seorang janda dan pasangan selingkuhnya di Tulungagung digerebek warga Desa Ringinpitu, Kecamatan Kedungwaru. Aksi penggerebekan ini sebenarnya sudah lama direncanakan, namun masih belum cukup alat bukti untuk menjerat keduanya secara hukum. Pasangan selingkuh ini pun lantas diadili di kantor desa setempat. Perbuatan Supriyani, warga Desa Purworejo, Kecamatan Ngunut dan Suprapti yang berstatus janda anak satu, memang sangat menganggu ketenangan warga setempat. Pasangan selingkuh ini tak dapat berkutik saat di gerebek warga. Pasalnya, keduanya saat digerebek warga dalam kondisi tak berpakaian. Menurut Suwito, Kepala Desa Ringinpitu, selama satu tahun ini hubungan Supriyani dan Suprapti  sangat meresahkan warga karena sang pria sering bertamu hinggga larut malam. Akibat perbuatannya, kedua pelaku dipaksa membuat surat pernyataan akan menikah dan membayar denda adat berupa ...

Tepergok Mesum di Hotel, 2 Kepala Desa Terancam Dipecat

  Radar Publik TUBAN - Warga sebuah desa di Kecamatan Tambakboyo, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, gerah dengan ulah kepala desa mereka yang tertangkap basah sedang berbuat mesum dengan selingkuhannya di sebuah hotel pada Rabu 7 Mei 2014. Kepala desa perempuan itu diketahui berbuat mesum dengan pria lain yang juga kepala desa di Tuban. Warga melaporkan kades berinisial NI itu ke Inspektorat Pemkab Tuban kemarin. Tak cuma NI, selingkuhannya, berinisial Su, kepala desa di Kecamatan Kerek, juga dilaporkan. Tuntutan warga tegas, yakni dua kades tersebut dipecat. Namun karena Bupati Tuban Fathul Huda dan wakilnya Noor Nahas Husein tidak ada di tempat, warga menemui Inspektur Pembantu Wilayah II, meliputi Kecamatan Kerek dan Tambakboyo, Dwi Astutik Ningsih. Dwi menyarankan kepada warga untuk membuat surat yang ditujukan kepada bupati dan tembusannya ditujukan inspektorat. Setelah mendapatkan penjelasan mengenai prosedur yang harus dilakukan, warga kemudian meninggalkan...

Ini Bukti Proyek e-KTP Dikorupsi

Bambang Widjojanto JAKARTA - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bambang Widjojanto, mengungkap alasan proyek pengadaan e-KTP naik ke penyidikan dengan tersangka Sugiharto. Radar Publik Sugiharto bertindak sebagai pejabat pembuat komitmen dalam proyek yang merugikan negara Rp1 triliun lebih. "Berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan, dua alat bukti  sudah ditemukan, sehingga PPK-nya bisa bisa dinaikkan," kata Bambang di kantornya, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (24/4/2014). Namun, Bambang enggan menjelaskan detail alat bukti kecuali hanya sedikit. "Misalnya, saya kasih satu contoh, teknologi yang dipakai sesuai proposal adalah iris teknologi mata. Tetapi yang banyak dilakukan selama ini, menggunakan finger . CPU-nya teknologi iris," ujar Bambang sedikit memberi bocoran. Sebelumnya, sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK), Sugiharto diduga melakukan perbuatan melawan hukum dan atau peny...

Hampir Mati Dikeroyok Warga, Polisi Amankan Dukun Cabul

Ilustrasi Radar Publik TULUNGAGUNG - Seorang dukun di Kabupten Tulungagung, Jawa Timur, diamankan Satuan Reserse Polres Tulungagung karena diduga telah berbuat cabul terhadap para pasiennya. Tersangka nyaris dihakimi warga karena ia tak hanya mencabuli korban namun juga menjual korban ke orang lain. Sugiono, warga Desa Genengan, Kecamatan Bandung, Kabupaten Tulungagung harus berurusan dengan kepolisian karena terbukti telah melakukan pencabulan terhadap Bunga (bukan nama asli), bocah yang baru berumur 16 tahun. Di hadapan petugas polisi, tersangka mengaku telah melakukan persetubuhan dengan korban sebanyak empat kali. Pelaku yang mengaku berprofesi sebagai dukun ini, memanfaatkan akal busuknya saat korbanya dijanjikan akan memasang susuk agar terlihat cantik dan awet muda. Sebagai syarat pemasangan susuk, korban harus melayani nafsu bejat dukun. Pelaku mengaku aksi bejatnya dilakukan hingga empat kali dan dilakukan di rumah tersangka. Sementara Kasat ...

Guru SMP di Malang Tepergok Rayu Siswanya untuk Bersetubuh

Shutterstock Ilustrasi pelecehan. Radar Publik MALANG, Seorang guru sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Malang, Jawa Timur, tepergok saat sedang merayu siswanya sendiri untuk berhubungan intim. Kini, guru berinisial H yang berumur 42 tahun itu diamankan oleh Polresta Malang. "Korban berinisial V berumur 14 tahun. Ia adalah siswa di salah satu SMP di Kota Malang," jelas Kasatreskrim Mapolresta Malang, AKP Arief Kristanto, Selasa (29/4/2014). Menurut Arief, laporan tersebut berawal dari kecurigaan pihak keluarga korban. Pihak keluarga merasa ada yang aneh dengan gelagat korban. "Karena curiga, akhirnya pihak orangtua korban menguntit anaknya. Tidak tahunya korban sudah bersama dengan pelaku," katanya. "Pelaku merayu pada korban untuk berhubungan intim layaknya suami istri di luar sekolah. Saat itu, pihak orangtua mengetahui langsung kejadian itu," tambah Arief. Polisi lalu menangkap pelaku di w...

Otak Penjual Kunci Jawaban UN SMA Dibekuk

Ilustrasi, Radar Publik KARANGANYAR – Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Karanganyar, Jawa Tengah, membekuk H, otak penjual kunci jawaban ujian nasional (UN). H diduga sebagai penjual soal kepada dua kepala sekolah berinisial YS dan MY. Pria yang berprofesi sebagai guru honorer itu dibekuk polisi saat bersembunyi di kediamannya di Boyolali. Kasatreskrim Polres Karanganyar, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Agus Sulistianto, mengatakan, saat ini guru honorer berinisial H tersebut harus menjalani pemeriksaan di Ruang Reskrim Polres Karanganyar. "Ya benar, H otak dari peredaran kunci jawaban kepada dua kepala sekolah YS dan MY telah kita tangkap. Saat ini H sedang kita periksa. Diharapkan dari keterangan H kita bisa mendapatkan otak di balik semua ini," kata Agus kepada wartawan di Mapolres Karanganyar, Rabu (23/4/2014). Menurut Agus, terungkapnya H ini selain berawal dari keterangan kedua tersangka YS dan MY, juga didapat dari e-ma...