Langsung ke konten utama

Kodim 0816 Sidoarjo Sambut Tim Wasev Dari Sterad.


Radar Publik

Sidoarjo -Bertempat di Ruang Data Kodim 0816/Sidoarjo dilaksanakan Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) Staf Teritorial Angkatan Darat yang dipimpin oleh Pabandya-3/SDM Sterad  Letkol Inf Aswin Kartawijaya dan anggota Kapten Inf Luki Pardianto dan PNS III/a Eko Setyo M, di Makodim 0816/Sidoarjo, Selasa 07 Mei 2019.

Sebelum melakukan peninjauan, Tim Wasev Sterad menerima Laporan Dandim 0816/Sidoarjo Letkol Inf Arief Cahyo Widodo, S.I.P tentang situasi terkini serta kegiatan dan kondisi wilayah dan Satuan Kodim 0816/Sidoarjo dan memberi sambutan kepada para undangan yang ada di dalam ruangan aula Makodim 0816/Sidoarjo. Para Undangan terdiri dai Anggota Pramuka Saka Wira Kartika dari Wilayah Kodim 0816/Sidoarjo, masyrakat yang didampingi oleh para Babinsa.

Dandim juga meminta kepada seluruh Danramil dan beserta staf yang mengikuti penjelasan yang diberikan oleh Tim Wasev tentang kondisi sosial tahun anggaran 2019 harus dipahami betul, karena kegiatan ini dinilai oleh Tim Wasev Sterad.

“Tim ini sangat membantu terhadap satuan, karena apabila ada temuan yang kurang sesuai bisa kita perbaiki sesuai dengan petunjuk komando atas,” ungkap Dandim.

Sementara itu, Ketua Tim Wasev Sterad Letkol Inf Aswin Kartawijaya menyampaikan, bahwa Wasev ini sangat penting sebagai modal untuk pembinaan teritorial di wilayah masing-masing. Ia juga berharap kepada para perwira staf dan Danramil, agar kegiatan yang sudah diprogramkan dari Komando atas dilaksanakan secara terus menerus dan lebih kreatif di masyarakat, guna menghadapi tugas ke depan, pungkasnya.

Kegiatan wasev Tujuannya dalam rangka melaksanakan Wasev kegiatan bidang Teritorial khususnya pembinaan perlawanan wilayah (Binwanwil) yang sudah dilaksanakan Kodim 0816/Sidoarjo. Binwanwil yang harus dilaksanakan sesuai program kerja berdasarkan ketentuan dan petunjuk dari Komando Atas.

Diharapkan ke depan, komunikasi dan koordinasi lebih dimaksimalkan lagi. “Demikian pula antara Danramil jajaran Kodim 0816/Sidoarjo dengan Pasiter, dalam setiap penyelenggaraan kegiatan mulai tahap perencanaan, persiapan dan pelaksanaan sehingga target yang dicapai lebih optimal,” tegasnya.

Selesai memberikan penjelasan, dilanjutkan evaluasi terkait program Binwanwil salah satunya pembinaan jaring atau mitra karib dilanjutkan pengecekan administrasi produk Staf Ter Kodim 0816/Sidoarjo kemudian dilanjutkan kunjungan kegiatan penanaman Padi Inpari 32 sebagai model / Demplot / Pilot Project Pembinaan Ketahanan Pangan di Desa  Kedung Kembar Kec. Prambon.

Para Tim Wasev ikut terjun langsung ke sawah di wilayah Kec. Prambon yang didampingi oleh Kasdim 0816/Sidoarjo, Danramil 0816/12 Prambon, Staf Dirjen Pertanian dari Mabesad Letkol Inf Aswin Kartawijaya bersama Kapten Inf Lukky Pardianto dan PNS Eko Setyo M. dan Pabandya Wanwil Sterdam V/Brawijaya Letkol Inf Budi S. , Pasi Wanwil Rem 084/BJ Mayor Arh Iwan.

Turut hadir pula Bapak Fitri (Kasi Ketahanan Pangan Sidoarjo), Serta mantri pertanian Prambon( ibu Sulaikah) dari Mantri pertanian,PPL, Uptd Pengairan, Serta Kepala Desa Kedung Kembar (H.jufriyanto)beserta Perangkat Desa serta Anggota kelompok tani dan Anggota dari Koramil Prambon.

“Kunjungan Tim Wasev ini dimaksudkan untuk mengetahui secara langsung perkembangan program Demlot yang merupakan hasil kerjasama Kementan RI dengan TNI AD yang dilaksanakan di wilayah Kecamatan Prambon.” Tegas Kasdim 0816/Sidoarjo.(Lyn/Zeey)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Suasana Malam Di Tangkis Porong Indah (TPI)

Radar Publik Minggu (3/11/2013) WARGA Porong dan sekitarnya punya istilah khas, TPI. Bukan Televisi Pendidikan Indonesia, melainkan TANGKIS PORONG INDAH. Ini tempat mangkal ratusan lonte di tangkis (tanggul) Kali Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. ‘Keindahan’ tangkis itu bisa disaksikan setiap malam. Tangkis yang siangnya panas terik dan sepi, malam hari sangat meriah. Di sini tak ada rumah bordil yang khusus menyediakan kamar berikut lontenya. Di sini semua serba darurat. Usai matahari terbenam para ‘pengusaha’ bikin kamar-kamar begituan. Sedikitnya ada 60 kamar. “Ada semacam panitia atau pemilik. Rangkanya sudah ada, sehingga malam tinggal pasang. Bikinnya gampang sekali, dan ini sudah berlangsung bertahun-tahun,” ujar Eko, warga Porong. Pengelola kompleks TPI menyiapkan dua tiga wadah berisi air bersih di depan kamar 2 x 1 meter itu. Tujuannya, apalagi kalau bukan untuk membersihkan organ intim si lonte dan tamunya usai berhubungan badan. Fasilitas ini, rata-rata sudah...

Belum Jelas Perizinannya Pembangunan Pabrik Paku di Kangkungan Mojokerto di Protes Warga

Radar Publik Jatim - Selasa, 16/7/2024 MOJOKERTO, Warga Dusun Kangkungan Desa Lengkong Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, memprotes pembangunan pabrik paku yang ada di daerahnya, alasannya, mereka khawatir terdampak sisa hasil produksi dari produsen paku itu kelak kalau sudah beroperasi, di antaranya debu dan sumber air yang terkontaminasi dengan limbah besi.  Selain itu, warga juga menuntut kompensasi kepada pemilik pabrik akibat debu yang ditimbulkan oleh dum truk yang berlalu lalang, pada masa proyek pembangunan. Tidak hanya debu dan suara bising, mereka juga mempertanyakan ijin penggunaan akses yang di lalui dum truk untuk menguruk pabrik. Warga setempat, Alfatah (42)  mengatakan " kami hanya menanyakan kedepan dampak yang di timbulkan oleh pabrik, dan kami juga menanyakan penggunaan akses yang di lalui kendaraan proyek" . " Warga Kangkungan kepingin tahu, ijinnya sama siapa ? kaitan dengan penggunaan jalan yang di lalui kend...

Buntut Protes Warga, Kompensasi Tidak Cair Dari Pabrik Warga Tutup Akses Menuju Proyek

Radar Publik .com Mojokerto 21/7/2024 MOJOKERTO : Bentuk kekesalan warga Dusun Kangkungan, Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, Mojokerto, Jatim, akibat dampak yang ditimbulkan oleh kendaraan proyek dan penggunaan jalan yang tidak ijin ke warga. Pada Minggu siang (21/7/2024) warga Kangkungan tutup jalan menuju proyek pembangunan pabrik. Puluhan warga setempat, memblokade jalan setapak menuju proyek. Sebab, sejak dimulainya proyek pembangunan pabrik, warga sudah berkali-kali mengajukan kompensasi ke pihak pengembang, namun, hingga saat ini kompensasi tak kunjung terealisasi. Dengan kompak, warga Dusun Kangkungan mendirikan pagar dari bambu yang di bubuhi spanduk penutupan jalan. "Kami sudah capek dengan janji-janji belaka dari pihak manajemen pabrik. Sekitar sudah 5 kali mediasi dengan Pemdes Lengkong, dan perwakilan perusahaan, namun hingga saat ini mediasi tersebut masih dead lock," kata Didik, warga setempat. Menurut warga yang lain, Agustina (54) sepanjang perus...