Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2016

Pembangunan Rel Kereta Gunung Gangsir Terkendala Pembebasan Lahan

Radar Publik Kamis, 25-02-2016 Sidoarjo -  Pembangunan infrastruktur jalur rel kereta api dari Stasiun Tulangan Sidoarjo menuju Stasiun Gunung Gangsir Beji Pasuruan terus akan dilakukan PT KAI. Perlintasan jalur rel kereta api tersebut sebagai pengganti rel kereta api Porong akibat terkena dampak lumpur Lapindo. Namun dalam pengerjakan rel kerata api ini terkendala pembebasan lahan yang salah satunya terkait harga tanah yang mahal. Pasak direndam banjir selama 1 minggu yang melumpuhkan Jalan Raya Porong dan jalur kereta  api  beberapa pekan lalu, PT KAI Daops VIII langsung melakukan perbaikan meskipun jalur kereta sudah dibuka . Sementara itu, sampai dengan saat ini  PT KAI Daops  VIII masih melakukan pemantauan di setiap titik  bahu kereta api sepanjang 700 meter  rel kereta api yang memuai tersebut harus dipotong, dan diperkuat lagi agar tidak membahayakan kereta dan keselamatan penumpang.  Selain melakukan perbaikan PT KAI Dao...

Polisi Tangkap 6 Pengedar Narkoba di Malang

Radar Publik Minggu, 28-02-2016 Malang -  Enam tersangka pengedar narkoba berhasil ditangkap Ssatreskoba Polres Malang Kota. Polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa 20,54 gram sabu sabu, 28 butir pil ektasi, 13.550 pil dobel L, yang siap diedarkan dengan sasaran para pelajar. Enam tersangka ini merupakan kelompok berbeda, satu di antaranya tersangka pengedar sabu-sabu dan pil ekstasi, yakni  MLA.   Sementara 5 tersangka lainnya masing-masing MAA (19), CR (20), DWU (19), FR (20) dan YA (23). Tahun. Kelima tersangka ini merupakan kelompok tersangka pengedar pil dobel L.   Para tersangka ditangkap di tempat berbeda dengan barang bukti  dari tersangka MAL sebanyak 20,54 gram sabu-sabu dan 28 butir pil ekstasi. Sedang dari 5 tersangka ditemukan 13.550 butir pil dobel L.   Mereka mendapakan barang haram ini dari seseorang yang sampai saat ini masih dalam pengejaran polisi. Menurut pengakuan tersangka, cara pemesanan dilakukan melalui ha...

Polisi Temukan Ladang Ganja 54 Hektare di Aceh

Radar Publik Sabtu, 27 Februari 2016 ACEH - Polisi menemukan ladang ganja seluas 54 hektare di kawasan kaki Gunung Selawah, Kabupaten Aceh Besar, Aceh. "Polda Aceh dan jajarannya berhasil menemukan ladang ganja terbesar dan berhasil amankan satu tersangka," kata Kepala Divisi Humas Polri Anton Charliyan di Aceh Besar, Sabtu (27/2). Kepala Kepolisian Daerah Aceh Irjen Pol Husein Hamidi mengatakan 54 hektare ladang ganja tersebut meliputi lima hingga enam titik lahan. "Kemungkinan bisa bertambah jika dijelajah lebih jauh lagi," katanya. Polisi langsung memusnahkan ganja siap panen yang ada di ladang yang ditemukan. Polisi baru mengamankan satu tersangka pengelola ladang ganja di satu titik lahan dalam penggerebekan kali ini. "Mereka biasa dapat info penggerebekan sehingga ada waktu untuk melarikan diri, biasanya dapat info dari warga sekitar dari kampung terdekat," katanya. Daerah perbukitan yang curam membuat polisi ke...

Presiden Jokowi Minta Tutup Seluruh Celah Penyelundupan Narkoba

Radar Publik Jakarta - Rabu, 24 Februari 2016 Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar seluruh pintu yang memungkinkan untuk keluar masuk arus barang dan orang menuju wilayah Indonesia ditutup seluruh celahnya dari praktik penyelundupan narkoba. "Tutup celah penyelundupan narkoba, baik di pelabuhan maupun bandara, pelabuhan kecil yang ada di negara kita," kata Presiden Jokowi saat membuka Rapat Terbatas dengan topik Pemberantasan Narkoba dan Program Rehabilitasi Korban Penyalahgunaan Narkoba di Kantor Presiden Jakarta, Rabu (24/2). Presiden juga meminta agar seluruh pihak menyatakan perang pada narkoba dan jaringannya. Selain itu ia berharap penegakan hukum lebih tegas diterapkan pada jaringan-jaringan yang terlibat. "Karena narkoba ini sudah masuk ke mana-mana," ucapnya. Ia juga meminta agar kampanye kreatif mengenai bahaya narkoba digencarkan kembali karena dinilai juga penting. Presiden juga menggarisbawahi pentingnya pengawasan yang sangat ket...

Saipul Jamil Di Gelandang Polisi Terkait Melakukan Pencabulan

Radar Publik Jakarta - Pedangdut Saipul Jamil akhirnya resmi ditetapkan sebagai tersangka, terkait kasus dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur, DS. "Iya sudah tersangka. Saat ini masih kita periksa," kata Kapolres Jakarta Utara Kombes Bolly Tifaona di kantornya, Jakarta Utara, Kamis (18/2/2016). Bolly menjelaskan, penetapan tersangka ini didasarkan hasil visum dan keterangan DS, serta pemeriksaan Saipul Jamil sendiri. Kapolsek Metro Kelapa Gading Kompol Ari Cahya mengatakan, pihaknya telah memerika 3 saksi lainnya yaitu AR dan AM selaku asisten Saipul, serta EN, pembantu rumah tangga mantan suami artis Dewi Persik itu. "Kita sudah periksa saksi-saksi itu," pungkas Ari. Saipul Jamil dijemput kepolisian di apartemennya di Kelapa Gading, Jakarta Utara, pagi tadi pukul 05.30 WIB. Saipul diduga melakukan dugaan tindak pidana perbuatan asusila terhadap 2 pelajar laki-laki berusia 16 tahun. Saiful Jamil sendiri mengaku khilaf atas perbuatannya itu. (R...

Mendes Ingatkan Aparat Desa Agar Tidak Menylewengkan Dana Desa

Radar Publik JAKARTA - Kamis, 18 Februari 2016 Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Marwan Jafar kembali mengingatkan kepada aparatur desa untuk tidak memanfaatkan atau mengambil dana desa untuk kepentingan pribadi dengan alasan apapun. “Saya ingatkan kembali, jangan sama sekali mengutip sedikit pun dana desa. Ingat pak camat, kepala desa, juga aparat kabupaten, jangan dikutip ya dana desa. Itu melanggar hukum," kata Marwan di Bekasi. Marwan juga meminta kepada warga untuk melapor pada dirinya jika ada oknum desa yang menyelewengkan dana desa demi kepentingan pribadi. "Masyarakat desa kalau ada yang mengetahui kutipan, lapor ke saya,” tegas Marwan. Marwan menegaskan, agar masyarakat mengawasi penggunaan dana desa supaya tepat sasaran. “Kalau perlu, tempel di tempat-tempat umum rencana penggunaan dana desa,” ujarnya. Dengan menempelkan pengumuman rencana penggunaan dana desa tersebut, kata Menteri Desa Marwan Jafar, supaya terjadi proses ...

Narkoba Senilai Rp 2 Milyar Diungkap Jajaran Polrestabes Surabaya

Radar Publik Selasa, 16-02-2016 Surabaya - dilansir pojokpitu.com, Dalam kurun waktu dua minggu, Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Surabaya serta polsek jajaran, berhasil mengungkap 76 kasus kejahatan narkotika dan obat terlarang senilai Rp 2 milyar dengan 94 orang tersangka. Dengan modus operandi transaksi melalui pengiriman paket. Dari 76 kasus narkoba tersebut, didominasi oleh kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu sabu. Dalam rangka menyelesaikan operasi kepolisian dengan sandi Tumpas Narkoba Semeru 2016, Polrestabes Surabaya berhasil mengungkap 76 kasus , terdiri dari 20 kasus TO (target operasi) dan 56 kasus non TO (bukan target operasi). Demikian dikatakan Kapolrestabes Surabaya, Kombespol Iman Sumantri. Dari ungkap 76 kasus tersebut, diamankan 94 orang tersangka, terdiri dari 92 tersangka laki-laki, dan 2 orang tersangka perempuan. Barang bukti yang berhasil diamankan Polrestabes Surabaya selama gelaran Operasi Tumpas Semeru 2016 ini, meliputi  sabu-sabu, eksta...

Polisi Selidiki Heboh Dugaan Bakso Daging Tikus Di Medsos

Radar Publik Jumat, 12 Februari 2016 Kutipan/elshinta.com Warga Guntur, Setiabudi, Jakarta Selatan dihebohkan oleh penemuan yang diduga kaki tikus pada makanan bakso. Penemuan tersebut diunggah ke media sosial facebook yang tentu saja membuat masyarakat resah. Beragam komentar bermunculan menyikapi penemuan tersebut sejak Rabu (10/2). Informasi laman resmi NTCM Polri, aparat Polsek Setiabudi yang mendengar kabar itu langsung bergerak mencari tahu kepastian temuan bakso yang membuat resah warga tersebut. Dalam postingan di sejumlah mendsos itu terlihat seperti kaki tikus yang ditemukan pada makanan bakso, yang telah dibuka dan di taruh di sendok plastik. “Warga membeli bakso dibungkus, dan melihat ada bentuk seperti kaki tikus, kemudian melaporkan, kami langsung cek,” kata Kapolsek Metro Setiabudi, AKBP Tri Yulianto, Kamis (11/2). Kapolsek mengaku pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat di wilayah Guntur mengenai adanya temuan dugaan bakso di dalam kandungannya terd...

Tak Ada Jera, Oknum Polisi Masih Aja Edarkan Narkoba

Radar Publik BAUBAU - Perang terhadap peredaran narkoba terus berlangsung. Para pelaku terus diringkus. Namun setiap adanya operasi penangkapan, tersangka tidak kunjung berkurang. Alih-alih memberikan efek jera, oknum polisi pun tetap juga mengedarkan barang haram tersebut. Sepertinya halnya yang dilakukan jajaran Satnarkoba Polres Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) baru saja mengamankan rekan satu korpsnya, oknum La Ode Sahrul alias Lulunk yang terlibat dalam peredaran narkoba. Saat diamankan tersangka mengaku bertugas di Polres Wakatobi. Kapolres Baubau, AKBP Eko Wahyuniawan mengatakan, penangkapan oknum anggota Bhayangkara saat dia menjemput paket pada tempat jasa pengiriman barang di Kelurahan Tomba Kecamatan Wolio, Kota Baubau, Jumat (6/2) lalu. "Tersangka sudah diamankan dan sementara dalam proses pemeriksaan oleh tim penyidik Satnarkoba Polres Baubau," jelasnya, saat dilansir dari Kendari Pos (Jawa Pos Group), Senin (8/2). Kasatnarkoba Polres Baubau, AKP Anwa...

Satres Narkoba Polres Pasuruan Berhasil Tangkap Wanita Pengedar Narkoba di Tretes

Radar Publik PASURUAN - Dengan berpura-pura menjadi pembeli, Satres Narkoba Polres Pasuruan berhasil menangkap wanita pengedar narkoba bersama dengan seorang pria yang merupakan komplotannya, Sabtu (06/02/2016). "Kedua pelaku yang kami tangkap adalah Siti Nurela. (24), warga Desa Sapulante, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan dan seorang temannya bernama Suyitno (20), warga Sidoarjo," ujar Kasat Narkoba Polres Pasuruan, AKP Nanang Sugiono kepada wartawan. Ia menjelaskan, kedua pelaku tersebut berhasil ditangkap pihaknya di sebuah Villa yang ada di kawasan Tretes, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. "Penangkapan kedua pelaku ini berdasarkan informasi masyarakat. Sehingga dari situ kami kemudian langsung melakukan pengintaian. Hingga akhirnya kami mendapatkan nomor handphone dari salah satu pelaku," ucapnya. Dari nomor handphone pelaku itulah, petugas kemudian membuat skenario untuk berpura-pura menjadi pembeli narkoba yang dijual pelaku tersebut. ...

Pakde Karwo-Gus Ipul dalam Angka (2)

Radar Publik Dikutip dari, beritajatim.com JATIM - Salah satu pekerjaan rumah (PR) paling berat di Jatim selain menurunkan angka kemiskinan adalah mengurangi disparitas perkembangan antarwilayah atau antarkabupaten/kota. Kota Surabaya, Kabupaten Gresik, Kabupaten Sidoarjo, dan Kabupaten/Kota Malang tetap menjadi pusat pertumbuhan ekonomi Jatim. Karena itu, kalau kita melihat Kota Surabaya, Gresik, Sidoarjo, dan Malang terus berkembang pesat, tapi ada sejumlah kabupaten/kota lainnya di Jatim terlihat stagnan. Misalnya, kabupaten/kota di kawasan Pulau Madura, daerah di kawasan Mataraman, dan lainnya. Disparitas antarwilayah di Jatim menjadi tolok ukur penting keberhasilan kepemimpinan Pakde Karwo-Gus Ipul selama 7 tahun memimpin Jatim. Data 2014 menunjukkan, capaian indikator kinerja utama indeks disparitas wilayah Jatim mencapai sebesar 112,69 poin atau mengalami penurunan 0,02 poin dibandingkan dengan capaian pada 2013 dengan 112,71 poin. Capaian tahun 2014 ini bila dibandin...

Banyu Biru Memposting Pamer Surat Pengangkatan Menjadi BIN

Radar Publik, 31 Jan 2016 Jakarta - Banyu Biru Djarot, selebritas yang juga pengusaha muda Tanah Air tengah jadi sorotan. Gara-garanya, anak Sutradara kondang Eros Djarot itu pamer surat pengangkatan dirinya menjadi anggota Badan Intelijen Negara (BIN). Secara sadar Banyu Biru memposting surat pengangkatan menjadi intel itu di akun media sosial Path sekitar 4 hari lalu. Di postingan tersebut Banyu menulis kalimat: Alhamdulillah. Beberapa temannya juga terlihat memberikan emoji bergambar hati. Entah bagaimana postingannya di media sosial tertutup itu akhirnya menyebar ke dunia maya. Sontak para netizen memberikan komentar yang beragam. Komentar-komentar yang muncul, seperti dilansir liputan6.com dari Twitter antara lain: `Jadi Intel kok ngaku, pakai posting pula`, `Nge-share SK di medsos nggak sekalian di laminating`, 'Pamer SK jadi anggota BIN, duhh Mas Banyu'. Kebanyakan netizen yang berkomentar mempertanyakan bagaimana bisa seorang intel mengaku di media sosial. ...