Langsung ke konten utama

Daramil 0816/13 Wonoayu Rapat Dalam Rangka Gotong Royong Bersihkan Sungai

Radar Publik
Sidoarjo
Sidoarjo - Danramil 0816/13 wonoayu  bersama Muspika Wonoayu serta komponen masyarakat melaksanakan Rapat Dalam Rangka gotong royong pembersihan aliran sungai di Wilayah desa Polso  sampai desa Wonokasiah Kecamatan Wonoayu Kabupaten Sidoarjo Senin (25/11/2019) pukul 09.00 Wib

Kegiatan Rapat karya bakti dipimpin langsung oleh Camat Wonoayu Drs. H. Abd Kifli. M. Si.  dan Danramil 0816/13 wonoayu  Kapten Arm Didik Supandi rencana Karya bakti seluruh Anggota Koramil 13 Wonoayu beserta anggotanya dengan melibatkan elemen masyarakat dan pemerintah Desa Ploso dan desa Wonokasiah sekitar 150 orang dan menggunakan berbagai perlengkapan seperti parang, cangkul dan alat pembersih lainnya.

Danramil 0816/13 Wonoayu Kapten Arm Didik Supandi sebelum nanti kegiatan pembersihan sungai didesa Ploso dan Wonokasiah menyampaikan kepada seluruh peserta bahwa karya bakti ini selain kegiatan Karya Bhakti pembersihan sungai, juga sebagai bentuk antisipasi akan terjadinya banjir dengan curah hujan akhir-akhir ini yang tidak menentu, Kita bekerja bersama, membangun sinergitas seluruh elemen baik TNI, Polri, dan masyarakat untuk mewujudkan lingkungan bersih dan sehat.

"Kita akan masuk ke sungai yang banyak sampahnya dan membersihkan tumbuhan serta rerumputan yang ada di selokan, parit dan sungai, kepada warga masyarakat. Dalam kegiatan ini, Danramil dibantu anggota koramil mengarahkan dan memimpin di setiap pembagian sektor kerja sebagai penanggung jawab atas kebersihan.

Kepala Desa Ploso dan Wonokasiah mengaku sangat mendukung dan semangat atas kegiatan yang digagas oleh Muspika dan Koramil 13 nanti "Kami bekerja atas kesadaran yang dibangun oleh anggota TNI, apa yang dilakukan TNI semata-mata untuk masyarakat.

Terima kasih kepada Muspika dan anggota koramil13/ Wonoayu, polsek Wonoayu serta masyarakat Desa.Ploso dan Wonokasiah khususnya kepada ketua Rw/Rt   yang telah menggerakan warganya nanti sehingga dapat meluangkan waktunya untuk melaksanakan gotongroyong bersih sungai. Pembersihan sungai wujud dari kepedulian kita terhadap lingkungan apa lagi akhir-akhir  ini musuh hujan tidak bisa di predisi"pungkasnya.(Arfn, zeey)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Suasana Malam Di Tangkis Porong Indah (TPI)

Radar Publik Minggu (3/11/2013) WARGA Porong dan sekitarnya punya istilah khas, TPI. Bukan Televisi Pendidikan Indonesia, melainkan TANGKIS PORONG INDAH. Ini tempat mangkal ratusan lonte di tangkis (tanggul) Kali Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. ‘Keindahan’ tangkis itu bisa disaksikan setiap malam. Tangkis yang siangnya panas terik dan sepi, malam hari sangat meriah. Di sini tak ada rumah bordil yang khusus menyediakan kamar berikut lontenya. Di sini semua serba darurat. Usai matahari terbenam para ‘pengusaha’ bikin kamar-kamar begituan. Sedikitnya ada 60 kamar. “Ada semacam panitia atau pemilik. Rangkanya sudah ada, sehingga malam tinggal pasang. Bikinnya gampang sekali, dan ini sudah berlangsung bertahun-tahun,” ujar Eko, warga Porong. Pengelola kompleks TPI menyiapkan dua tiga wadah berisi air bersih di depan kamar 2 x 1 meter itu. Tujuannya, apalagi kalau bukan untuk membersihkan organ intim si lonte dan tamunya usai berhubungan badan. Fasilitas ini, rata-rata sudah...

Belum Jelas Perizinannya Pembangunan Pabrik Paku di Kangkungan Mojokerto di Protes Warga

Radar Publik Jatim - Selasa, 16/7/2024 MOJOKERTO, Warga Dusun Kangkungan Desa Lengkong Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, memprotes pembangunan pabrik paku yang ada di daerahnya, alasannya, mereka khawatir terdampak sisa hasil produksi dari produsen paku itu kelak kalau sudah beroperasi, di antaranya debu dan sumber air yang terkontaminasi dengan limbah besi.  Selain itu, warga juga menuntut kompensasi kepada pemilik pabrik akibat debu yang ditimbulkan oleh dum truk yang berlalu lalang, pada masa proyek pembangunan. Tidak hanya debu dan suara bising, mereka juga mempertanyakan ijin penggunaan akses yang di lalui dum truk untuk menguruk pabrik. Warga setempat, Alfatah (42)  mengatakan " kami hanya menanyakan kedepan dampak yang di timbulkan oleh pabrik, dan kami juga menanyakan penggunaan akses yang di lalui kendaraan proyek" . " Warga Kangkungan kepingin tahu, ijinnya sama siapa ? kaitan dengan penggunaan jalan yang di lalui kend...

Buntut Protes Warga, Kompensasi Tidak Cair Dari Pabrik Warga Tutup Akses Menuju Proyek

Radar Publik .com Mojokerto 21/7/2024 MOJOKERTO : Bentuk kekesalan warga Dusun Kangkungan, Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, Mojokerto, Jatim, akibat dampak yang ditimbulkan oleh kendaraan proyek dan penggunaan jalan yang tidak ijin ke warga. Pada Minggu siang (21/7/2024) warga Kangkungan tutup jalan menuju proyek pembangunan pabrik. Puluhan warga setempat, memblokade jalan setapak menuju proyek. Sebab, sejak dimulainya proyek pembangunan pabrik, warga sudah berkali-kali mengajukan kompensasi ke pihak pengembang, namun, hingga saat ini kompensasi tak kunjung terealisasi. Dengan kompak, warga Dusun Kangkungan mendirikan pagar dari bambu yang di bubuhi spanduk penutupan jalan. "Kami sudah capek dengan janji-janji belaka dari pihak manajemen pabrik. Sekitar sudah 5 kali mediasi dengan Pemdes Lengkong, dan perwakilan perusahaan, namun hingga saat ini mediasi tersebut masih dead lock," kata Didik, warga setempat. Menurut warga yang lain, Agustina (54) sepanjang perus...