Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2016

Istri Bung Tomo: jangan khianati Merah Putih

Radar Publik Rabu, 31 Agustus 2016 Surabaya - "Innalillahi wa inna illahi Rojiun. Telah berpulang ibu kami Hj Sulistina Sutomo, pagi ini jam 01.42. Jenazah akan diberangkatkan ke Surabaya hari ini, dari rumah duka Jl Haji Muhasyim Buntu No 45, Tarogong, Fatmawati, Cilandak Barat.. Salam". Begitu isi pesan melalui Whatsapp yang dikirim Bambang Sulistomo, putra Sulistina Sutomo yang juga istri pahlawan nasional Bung Tomo, kepada kerabatnya di Surabaya, AH. Thony. Setelah diteruskan, isi pesan tersebut terkirim secara viral di hampir seluruh sosial media. Mulai Rabu dini hari, sampai pagi hingga menjelang siang, tak berhenti pesan tersebut. Ucapan belasungkawa dan turut duka cita terus mengalir. "Innalillahi wainnalillahi rojiun.. semoga almarhumah khusnul Khotimah dan mendapat tempat yg mulia disisi Allah SWT sesuai amal ibadah almarhumah, Aminnn Allahuma Aminnn Ya Robbal Alaminnn..." begitu mayoritas isi balasan dari para anggota grup. Tidak berhenti ...

Kapolres Pasuruan : Polwan Diminta Tidak Umbar Foto di Medsos

Radar Publik Pasuruan - Kapolres Pasuruan Kota AKBP Yong Ferrydjon meminta kepada para Polwan (polisi wanita) tidak mudah mengumbar foto di media sosial (medsos). Bukan hanya itu, polwan juga diminta tidak memposting video, status di medsos terkait gaya hidup mewah. "Saya sudah ingatkan kepada anggota polwan Polres Pasuruan Kota, agar lebih berhati-hati dalam mengupload atau memposting sesuatu gambar, video, ataupun status di jejaring sosial terkait dengan gaya hidup mewah. Karena hal itu sangat bertentangan dengan peraturan kehidupan di institusi Polri," ujar Kapolres, Rabu (31/8/2016). Kapolres Yong menambahkan, anggota Polri telah diatur dengan gaya hidup yang sederhana. Selain itu hal-hal yang akan menimbulkan konflik dan menjadi sorotan masyarakat agar dikurangi. Sebab menurut Kapolres, pandangan orang terhadap polisi sangat bermacam-macam. "Terkadang berbuat baik saja tidak semua orang menganggap baik, apalagi kalau kita berbuat tidak baik? Jadi kalau ing...

Fadli Zon: Pemuda harus dilibatkan memberantas korupsi

Radar Publik Nasional Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mengajak kaum muda di seluruh negara, untuk berpartisipasi secara aktif dalam memberantas tindak korupsi yang terjadi. Menurut dia, Populasi kelompok muda yang berusia 10-24 tahun secara global saat ini mencapai 1,8 milyar jiwa. Angka ini semakin bertambah jika kita masukan populasi dalam kelompok usia 25-30 tahun. "Angka tersebut menunjukkan besarnya potensi kelompok muda saat ini,” kata Fadli Zon di sidang umum Inter Parliamentary Union (IPU) ke 134, Lusaka, Zambia, Senin (21/3), dikutip dari Infopublik. Banyaknya jumlah generasi muda, sebaiknya dapat dimanfaatkan kedepannya untuk melawan tindak korupsi yang diduga semakin meningkat. Dengan dibekali pengetahuan serta pendidikan tentang bahayanya tindak pidana korupsi. "Tapi sayangnya saat ini masih banyak dari kelompok muda yang tidak terberdayakan. Mereka masih terikat dengan kemiskinan, sulitnya akses pendidikan, dan bahkan masih berada dalam situasi konflik ...

DI DUGA PROYEK BODONG DI KABUPATEN SIDOARJO BERKELIARAN

Radar Publik Bocornya tanaman pipa PDAM akibat terkene alat berat dalam menggali tanah di desa ngaban          Sidoarjo:Radar Publik**Terkait banyaknya proyek infrastruktur daerah di kabupaten sidoarjo menimbulkan banyak tanda tanya terhadap pemerintahahn kabupaten sidoarjo.sejauh ini proyek pembangunan infrastrutur daera yang di tangani oleh sejumlah SKPD Kabupaten sidoarjo rata rata tak di pasang papan informasi kegiatan.hal serupa sering di jumpai oleh anggota wartawan radar publik dan anggota wartawan forum indonesia di lapangan.         Menerut salah satu anggata dewan dari komisi C sebut saja M yang di temui di kantornya,sebenarnya proyek apapun yang anggaran dananya dari pemerintah harus di pasang papan nama kegiatan(papan informasi).sedangkan tujuan untuk pemasangan papan informasi agar anggota DPRD yang mau mengidentifikasi pekerjaan tersebut tak mengalami kesulitan.masyarakat sendiri kan juga pingin tahu di desanya berdiri sa...

Warga Sesalkan Lahanya Dikeruk Oleh PU Binamarga Kab. Sidoarjo Tanpa Ganti Rugi

Radar Publik SIDOARJO - pelebaran ruas jalan poros antara desa banajarpanji kec tanggulangi hingga kedungpeluk kec. candi asal asalan, akibat dari pelebaran jalan yang di kerjakan oleh PU Bina marga kab. sidoarjo, warga yg mempunyai lahan sawah di desa kedungpeluk dan desa banjarpanji banyak mengeluh, para warga yang lahan sawahnya di ambil sebagai pelabaran jalan tanpa adanya koordinasi terlebih dulu. yang lebih tak layak lagi pengambilan luas tanah sawah antara pemilik yang satu dengan yang lain tak sama, menurut kapla desa kedung paluk kec. candi(maruto) manjelaskan "sebenarnya walaupun lahan  milik warga yang di ambil  tidak jadi masalah karena setelah di lebarkn jalan tersebut warga akan merasakan lebih enak lagi bila melalui jalan antara desa banjar panji kec. tanggulangin hingga desa kedung peluk kec. candi sidoarjo. khususnya warga yang mau berangkat ke sawah atau tambak. dalam waktu yang berbeda time Investigasi Radar Publik manemui salah satu warga yang memi...

Karnaval Warga Dusun Bulak Ombo Candi Wates Prigen Meria

 Radar Publik Prigen Pasuruan, 28/08/2016 Hari ulang tahun RI ke 71 warga dusun bulak ombo desa candi wates kec. prigen kab pasuruan rayakan sangat antusias.anggaran dana yg di himpun untuk memperingati H.U.T RI tersebut. Dana anggaran berasal urunan dari warga dusun setampat, saat kapala dusun di konfirmasi radar publik mengatakan kami sangat bangga pada warga dusun.berkat kakompakan warga akhirnya acara ini terlaksana. berbagai macam lombah juga kami adakan.baik untuk anak anak sampai pada ibu ibu hingga nenek nenek dan embah embah.H sutoyo (Direktur PT. Semoyo jaya) kasun setempat menambahka. para pamuda juga sangat kompak untuk marayakannya.katuan pamuda dusun bulak ombo abdul majid sangat merasa puas karena terlaksananya acara tersebut dari awal hingga di akhiri dengan karnaval kililing desa.setelah siang hari karnaval  malamnya juga ada kegiatan pengajian, sedangkankan kemarin untuk membagikan hadia kami mangundang orkes elekton sebagai pengiring untu...

Ruwah Dusun Sumberejo Lumbang Prigen, Nonton Bareng Gus Ipul & Gus Irsyad

 Radar Publik Pasuruan - 28, Agustus, 2016 Acara Ruwat Dusun Sumber wekas kel. Sumberejo Lumbang Prigen, kab. Pasuruan. Kepala Desa Sumberejo Cipto Rohso SH. Beserta bpk Camat prigen beserta bpk Kapolsek dan ndan ramil, memeriakan ruwah dusun Nonton bareng pagelaran Wayang kulit bersama Gus Ipul wagub Jatim. Dan Gus Irsyad bupati Pasuruan. Acara siang hari sangat meriah sekali dalam acara tersebut di iringi berbagai karnafal drumbend dan bantengan serta antosias warga kel. Sumberejo berbondong-bondong juga dari berbagai desa tetangga ikut memeriahkan acara tersebut. Pagelaran yang di selenggarahkan juga memperingati dalam rangkah HUT kemerdekaan NKRI yang ke 71 dan ruwah dusun guna guyub rukun lohjinawi dan suksesnya pemerintahan desa yang di pimpin bpk kepala Desa Cipto Rohso SH. ( Gus Nyoto/Tim)

Polisi bongkar kasus prostitusi mahasiswa di Surabaya

Radar Publik Sabtu, 27 Agustus 2016 Unit PPA Satreskrim Polrestabes mengungkap kasus prostitusi mahasiswa dan menangkap seorang mahasiswi yang kepergok sedang berada di kamar hotel bersama pria hidung belang. "Mahasiswi itu berinisial SB (20) asal Jalan Bumi Jaya, Madiun, yang indekos di kawasan Kedung Anyar, Surabaya. Polisi juga mengamankan temannya berinisial RDP (19) asal Madiun," kata Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya, Kompol Lily Djafar, di Surabaya, Jumat (26/8). Selain menangkap keduanya, polisi juga menangkap seorang mucikari berinisial NA (28) asal Jalan Kedung Anyar, Surabaya. "Dari tangan mereka, polisi menyita sejumlah barang bukti (BB) berupa kondom merek durex, bukti transfer senilai Rp400 ribu, HP dan selembar billing hotel N," tambahnya. Lily menjelaskan pengungkapan kasus tersebut berawal ketika seorang tamu berkenalan dengan mucikari lewat facebook, lalu tamu itu meng-invite pin BBM mucikari. "Setelah itu tamu meminta untuk di...

Kapolri: Video Freddy Budiman berisi curahan hati

Radar Publik Sabtu, 27 Agustus 2016 Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengatakan video terpidana mati Freddy Budiman yang diterima dari Menteri Hukum dan HAM berisi curahan hati (curhat). "Video yang kami terima dari Menkumham ada dua, masing-masing berdurasi 1 menit dan lebih dari 10 menit. Intinya dia menyampaikan curahan hati seperti tentang dia bertobat dan rasa bersalahnya selama ini. Selain itu, Freddy mengatakan ada hal-hal berlebihan yang dituduhkan kepada dia," ujar Kapolri di Jakarta, Jumat (26/8). Maksud "berlebihan" itu, lanjut Tito, adalah Freddy menyesalkan mengapa hanya dia yang terjerat hukum, padahal ada pihak lain yang terlibat. Freddy, kata Kapolri, juga sempat mengatakan ada aparat keamanan yang mengetahui kegiatan dia. Namun, penjelasannya hanya sebatas itu. "Itu kan jadi sumir sekali. Tahu apa maksudnya? Kita tidak bisa mengerti," tutur Tito. Ia menambahkan bahwa Freddy pada video tersebut tidak menyebut apa pun t...

Polda Jatim gagalkan penyelundupan 657 ekor trenggiling

Radar Publik JAWA TIMUR - Kamis, 25 Agustus 2016 Ditreskrimsus Polda Jatim menggagalkan penyelundupan 657 ekor trenggiling yang sudah dalam bentuk daging beku dan siap kirim ke luar negeri, di antaranya ke China. "Anggota kami menangkap tersangka berinisial SF (55) dari Desa Badas, Kecamatan Sumobito, Jombang selaku penyimpan daging trenggiling," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol RP Argo Yuwono di Mapolda Jatim, Kamis. Hasilnya, polisi menemukan barang bukti daging trenggiling dalam keadaan beku sebanyak 657 ekor yang disimpan di lemari pendingin. "Tersangka SF memiliki lima mesin pendingin dan satu unit mesin vacuum yang digunakan menyimpan daging trenggiling (Manis javanica) di rumahnya," katanya. Sementara itu, Kasubdit Penmas Polda Jatim AKBP Eko Hengky Prayitno menambahkan ratusan trenggiling beku yang sudah disita polisi itu tidak ada sisiknya dan diduga selama ini sudah diselundupkan ke luar negeri. "Tersangka SF mengaku hanya diti...

Kapolri kunjungi Kompolnas tekankan hindari budaya korupsi

Radar Publik JAKARTA - Kamis, 25 Agustus 2016 Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengunjungi Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) yang menekankan peningkatan pelayanan terhadap masyarakat dan menekan budaya korupsi. "Kepercayaan masyarakat terhadap Polri sangat penting untuk diwujudkan," kata Jenderal Polisi Tito Karnavian melalui keterangan tertulis di Jakarta Kamis (25/8). Tito menuturkan pelayanan Polri harus diwujudkan secara online agar memudahkan masyarakat dan penegakan hukum akan dirancang berdasarkan database kasus yang ditangani sehingga dapat mudah diawasi. Jenderal polisi bintang empat itu berjanji akan mengintensifkan kerja sama dengan Kompolnas guna mewujudkan kemudahan pelayanan terhadap masyarakat. Wakil Ketua Kompolnas Tjahjo Kumolo berharap Kompolnas mendukung penuh bagi kemajuan Polri dengan menyelesaikan permasalahan internal secara bijak. "(mengatasi masalah) harus dilakukan berembug dan tidak diekspose keluar yang justru tidak m...

PPPKRI Bela Negara akan gelar Apel Nasional Bela Negara

Radar Publik Senin, 22 Agustus 2016 12:00 Waketum PPPKRI Bela Negara, Eddy Yusuf bersama anggota Bela Negara dan TNI. Foto: elshinta.com/Doddy Waketum PPPKRI Bela Negara, Eddy Yusuf bersama anggota Bela Negara dan TNI. Foto: elshinta.com/Doddy Sebagai sebuah organisasi, Penerus Pejuang Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia (PPPKRI) Bela Negara, kata Wakil Ketua Umum Bela Negara, Eddy Yusuf, keberadaannya sebagai pembentuk karakter seluruh warga negara Indonesia agar memiliki rasa nasional terhadap negara ini. "NKRI harga mati. Rasa nasionalisme dapat menghadapi Masyarakat Ekonomi Asia (MEA)," demikian dikatakan Waketum PPPKRI Bela Negara, Eddy Yusuf, di Gedung Perintis Kemerdekaan, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (21/8) sore, usai gladi bersih acara Apel Nasional Bela Negara yang akan dilakukan di Monas, Selasa (23/8) besok. "Keberadaan Bela Negara, membentuk karakter warga negara untuk memiliki rasa nasionalisme pada negara. Misal, para preman, para pengguna...

Apresiasi kenaikan harga, merdekakan Indonesia dari `penjajahan` rokok

Radar Publik Senin, 22 Agustus 2016 Wakil Ketua MPR RI, Oesman Sapta mengapresiasi dan menyambut positif rencana kenaikan harga rokok yang akan segera diberlakukan di Tanah Air. "Rencana (kenaikan harga rokok) tersebut bisa membatasi kebiasaan anak remaja yang mulai mencoba-coba merokok," kata Oesman Sapta dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (22/8). Menurut Oesman, dengan naiknya harga rokok, anak remaja yang mencoba memulai merokok akan berpikir ulang untuk membeli rokok, lantaran harganya yang semakin mahal. Apalagi, lanjutnya, bagi remaja dari golongan keluarga menengah, sehingga dengan demikian ke depannya diharapkan jumlah para perokok pemula akan berkurang. Dia juga berpendapat bahwa kenaikan harga rokok juga akan berimbas kepada naiknya harga tembakau sehingga petani juga bisa lebih diuntungkan serta kesejahteraannya juga akan meningkat. Sebagaimana diwartakan, wacana pemerintah yang ingin menaikkan harga rokok hingga dua kali lipat dinilai akan...

Polres sidoarjo petikemaskan kasus pencabulan di bawah umur

Radar Publik Sidoarjo - Bermula dari  laporan ibu siti karyani desa mindi kecamatan porong  ke polres sidoarjo pada tanggal 6-12-2014 dengan no LPB/336/XII/2014 yang hingga sekarang belum ada tindakan dari polres sidoarjo untuk menindak lanjuti akan pristiwa yang menimpah DR salah satu putri dari ibu siti karyani sendiri yang menderita akibat  perbuatan pamannya sendri( h toifin) yang tega mencabuli keponakannnya. Tragedi itu terjadi pada saat dwi rara masih duduk di bangku Sekolah Dasar.dalam waktu yang cukup  lama H toifin melakukan pencabulan terhadap keponakannya sendiri baru terungkap.berkat laporan dari ibu siti karyani orang tua korban ke polres sidoarjo mengenai prihal anaknya. menurut siti karyani pada saat H toifin melkukan poerbuatan bejatnya terhadap dwi rara dengan mata kepalanya sendiri ia memergokinya. Pristiwa tersebut di laporkan ke polres sidoarjo namun sayangnya hingga kini polres sidoarjo belum juga ada tindakan untuk menahan  pelaku ...

Rehap Pemel Jembatan Dsn Kayoman Asal Jadi

Radar Publik PASURUAN - Proyek rehab pemeliharaan Jembatan dusun kayoman desa sukodermo kec. Purwosari kab. Pasuruan Amburadul asal jadi. Kata pelaksana kepada Radar Publik '' ini proyek sebenarnya uda jadi mas akan tetapi kita di suruh bikin trotoar jadi kita bongkar lagi dan saya kan dulu kontraktor swasta jadi ya gak tau kalau proyek negara ini diawasin karena ini proyeknya adik saya" Proyek tersebut juga dalam pengecoran tidak memakai moln dan batuanya cari di bawa jembatan, sehingga dalam dugaan proyek binamarga tersebut banyak mar'ap. Sangat disayangkan jika uang serapan APBD tersebut di duga buat bancakan oleh pemenang tender sehingga tender tersebut menjadi acak acakan dan tidak sesuai rapnya, jika seperti ini maka dugaan kami PU Binamarga kabupaten pasuruan ada unsur permainan kepada rekanan rekanannya sehingga bisa menjadi kerugian negara. (Yon/tim)

Pemred Radar Publik Dan PWI kecam kekerasan TNI AU kepada wartawan

Radar Publik Kamis, 18 Agustus 2016 Wartawan Radar Publik menggelar aksi solidaritas atas kekerasan terhadap Wartawan di kantor Radar Publik, Rabu (17/8/2016). Aksi itu mengecam kekerasan oleh oknum anggota TNI AU terhadap jurnalis Tribun Medan dan MNC TV saat bertugas dan menuntut pihak berwajib, mengusut tuntas kasus tersebut. Jakarta - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat mengecam juga kekerasan oleh oknum personel Pangkalan TNI AU Suwondo, Medan, kepada wartawan televisi MNC TV, Andri Safrin Purba, wartawan Tribun Medan, Aray Agus, dan wartawan lain, pada 14 Agustus lalu. "Menyesali dan mengecam keras perlakuan oknum TNI AU yang melakukan penyerangan, penganiayaan berat dan perampasan alat-alat kerja wartawan yang sedang menjalankan tugasnya," kata Pemred Radar Publik, H. Sunyoto NH atau disebut akrapnya Gus Nyoto lewat keterangan persnya yang diterima Kamis. Dia mengatakan tindakan itu mengancam dan mengekang kemerdekaan pers. Perlakuan itu juga menggangg...

KPK panggil rekan Putu di DPR

Radar Publik Kamis, 18 Agustus 2016 KPK memanggil anggota Komisi III DPR dari fraksi Partai Gerindra Wihadi Wiyanto sebagai saksi dalam penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi berupa pemberian suap pengurusan anggaran pembangunan jalan di 12 ruas di Sumatera Barat dalam APBN Perubahan tahun 2016. "Wihadi diperiksa untuk tersangka IPS (I Putu Sudiarta) dan YA (Yogan Askan)," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha di Jakarta, Kamis (18/8). Selain Wihadi, KPK juga memeriksa Desrio Putra yang merupakan Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah Sumbar Desrio Putro dalam perkara ini, Desrio diketahui juga berprofesi sebagai pengusaha. Dalam kasus ini KPK menduga ada pengusaha lain yang ikut urunan memberikan suap kepada Putu Sudiarta. "Diduga ada pengusaha lain yang ikut dan masih didalami lagi dari keterangan tersangka. Pengusaha itu diduga ikut di pertemuan IPS dan YA," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kabiro Humas KPK Yuyuk Andriati. ...

Menkominfo dorong reposisi PT Pos Indonesia

Radar Publik Kamis, 18 Agustus 2016 Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara mendorong terwujudnya reposisi PT Pos Indonesia, agar tidak tergantung pada layanan postal saja, sebagai respons perkembangan teknologi dan informasi. "Bagaimana PT Pos melakukan reposisi, tidak tergantung postal service," kata Rudiantara dalam pidato pembukaan pameran filateli, di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (18/8). Dia mengatakan, reposisi PT Pos itu bagian agar masuk dalam bisnis "e-commerce" di Indonesia yang berkembang pesat. Menurut dia, kalau tidak seperti itu, maka pasar "e-commerce" Indonesia bisa dikuasi asing. "Pasar e-commerce Indonesia akan berkembang pesat dan diharapkan PT Pos bisa berperan," ujarnya. Rudiantara mengatakan, saat ini bisnis surat PT Pos mengalami penurunan lebih dari lima persen karena ada gelombang baru yaitu era digitalisasi. Menurut dia, gelombang baru itu harus disikapi dengan bijak bukan menentangnya sehingga bisa ...

Kapolri akan cabut pangkat Luhut L Panjaitan

Radar Publik Kamis, 18 Agustus 2016 Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian akan mencabut putusan yang sebelumnya diberikan kepada Luhut L Panjaitan sebagai warga kehormatan Korps Brimob, dan membatalkan pangkat Brigadir Jenderal Tituler karena ada kesalahan teknis dalam pembuatan surat oleh Korps Brimob. Kapolri mengatakan, ada kesalahan teknis dalam keputusan tersebut oleh Brimob, dan Brimob akan melakukan pembetulan sebagaimana mestinya. "Kewenangan untuk memberi pangkat Tituler apalagi tingkat Pati, setelah Sek Mil (Sekretaris Militer). Kapolri pun tidak bisa (memberikan)," kata dia kepada wartawan termasuk Reporter Elshinta, Rama Pamungkas, Kamis (18/8). Kapolri menjelaskan, warga kehormatan hanya untuk internal dan pemberian pangkat perwira tinggi juga tidak boleh diberikan oleh Kepala Korps Brimob. Seperti diketahui, Paspampres menangkap Luhut saat berada di tenda tamu kehormatan Istana untuk mengikuti Upacara Bendera HUT ke...

Peningkatan Jalan Bangkalan - Sengon Kab. Pasuruan Anggaran 3M, Lebih Dikerjakan Asal Jadi

Radar Publik Pasuruan - Proyek PU binamarga peningkatan jalan bangkalan- kecamatan purwosari kab. Pasuruan yang memakan anggaran 3. Milyar lebih tersebut dikerjakan ngawur dan asal jadi saja. Peningkatan jalan bangkalan - sengon di kerjakan oleh PT. Tripalindo Trans Mix asal jadi saja, banyak akar pohon yang di pinggir plesengan tidak di bersihkan sehingga bisa membuat keretakan dan muda longsor, padahal dengan glontoran dana yang sebesar itu sayang jika tidak dilaksanakan dengan baik dan sebaik mungkin. Saat beberapa wartawan dilapangan ingin berkonfirmasi malah pihak pelaksana lari dan tidak mau untuk ditemui sehingga kami menduga proyek tersebut banyak mar'ap, dan sangat di sayangkan kami tim dari Radar Publik tidak bertemu pengawas di lapangan. Proyek yang memakan anggaran 3. Milyar lebih tersebut yang dikerjakan dalam jangka waktu 120 hari ahkirnya amburadul dan pengerjaanya ngawur asal jadi saja, sangat disayangkan sekali serapan dana APBD di glontorkan jika pengerj...

BNN masih selidiki laporan PPATK terkait Freddy Budiman

Radar Publik Minggu, 14 Agustus Badan Narkotika Nasional (BNN) masih menyelidiki laporan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) terkait aliran dana yang diduga dari jaringan Freddy Budiman yang telah diserahkan kepada BNN. "Enam bulan yang lalu BNN menerima laporan dari PPATK hasil analisis transaksi keuangan yang mencurigakan yang berlatar belakang narkotik," kata Kabag Humas BNN Komisaris Besar Pol Slamet Pribadi di Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (13/8). Ia menuturkan menyelidiki aliran uang terkait laporan PPTAK bukan perkara mudah, butuh waktu yang cukup lama untuk menelusurinya. Slamet menegaskan isu uang Rp3,6 triliun itu telah disampaikan Kepala BNN Komisaris Jenderal Budi Waseso lima bulan yang lalu. Uang itu disebut-sebut diduga hasil bisnis narkoba jaringan Freddy yang ada diseluruh Indonesia. Menurutnya laporan temuan PPATK tersebut saat ini sedang diselidiki oleh Divisi Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) BNN dan pihaknya sudah menjela...

Soekanto Dicopot dari Kapolri Karena Menentang Soekarno

Radar Publik Agu 11, 2016, JAKARTA - Karir Raden Said (RS) Soekanto Tjokrodiatmodjo berakhir pada 15 Desember 1959 setelah Presiden Sukarno memutuskan mencopot Kapolri pertama itu. Dengan demikian karir gemilang Soekanto selama 14 tahun membangun korps Bhayangkara dari nol, seakan sia-sia. Dalam buku "Jenderal Polisi RS.Soekanto Tjokrodiatmodjo" dijelaskan ihwal pencopotan Soekanto berawal dari usulan sejumlah perwira Polri, yang menghendaki agar ditunjuk Kapolri baru pengganti Soekanto seiring dengan penyempurnaan tubuh Polri yang saat itu baru berumur 14 tahun. Penyempurnaan tubuh Polri itu terkait dengan dekrit Presiden 5 Juli 1959, di mana Presiden Sukarno mengubah tubuh Polri dari Jawatan Nasional menjadi Departemen atau setingkat menteri. Dalam rangka penyempurnaan itu juga, dibentuk "Tim Sepuluh." Salah satu rekomendasi 'Tim Sepuluh' adalah agar Kapolri mempertimbangkan nama-nama sejumlah perwira tinggi Polri untuk dijadikan pejabat teras...

Jaga ketertiban dan keamanan istana, wartawan diminta tak main Pokemon Go

Radar Publik Jumat, 05 Agustus 2016 Pihak istana presiden mengingatkan kepada semua pihak, terutama para wartawan yang sehari-hari betugas meliput berita di istana presiden agar tidak bermain-main ataupun membuka game Pokemon Go. Sebaliknya pihak istana mengajak para wartawan untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan keamanan istana yang disebut sebagai simbol negara. Peringatan dan ajakan tersebut disampaikan oleh Kepala Sekretariat Presiden, Darmansjah Djumala, di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (5/8). Kepada wartawan termasuk Reporter Elshinta, Johan Sarjono, Darmansjah menjelaskan, sebelumnya pihak istana sudah memberikan peraturan dan tata tertib yang harus ditaati oleh para wartawan yang bertugas di istana. Darmansjah mengatakan, peringatan dan ajakan itu disampaikan menyusul adanya seorang fotografer media lokal yang kedapatan atau ditemukan sedang bermain game Pokemon Go oleh Paspampres. Perlu diketahui, beberapa minggu yang lalu, sebelum dikeluarkan peringatan dan a...

Jokowi akan terbitkan surat utang bagi daerah penyimpan dana

Radar Publik Kamis, 04 Agustus 2016 Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengancam akan terus menerbitkan surat utang bagi daerah-daerah yang masih menyimpan dana anggaran pembangunannya di bank. "Kalau simpanan masih seperti ini, beberapa kabupaten kota sudah kita terbitkan surat utang. Kalau masih gede seperti ini, ya surat utang akan tambah banyak," kata Presiden Jokowi saat membuka acara Rapat Koordinasi Nasional Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di Jakarta, Kamis (4/8). Presiden Jokowi menegaskan Indonesia harus mulai menerapkan manajemen yang ketat dalam menghadapi kondisi ekonomi global yang belum membaik. Presiden berharap pemerintah daerah untuk segera membelanjakan anggaran (APBD) seawal mungkin sehingga dapat mendongkrak perekonomiannya. "Seawal mungkin setiap tahunnya. Kalau bisa Januari segera dikeluarkan, karena uang akan beredar dan menambah pertumbuhan ekonomi di kota, kabupaten, provinsi," kata Presiden Jokowi. Presiden mengungkapkan pad...