Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2016

Kericuhan Terjadi Saat Petugas Gabubgan BNNP Razia Tempat Hiburan

Radar Publik Jum'at, 01-04-2016 Surabaya - Razia petugas gabungan, dari BNNP Jatim, Polrestabes Surabaya dan Satpol PP , yang digelar di sejumlah tempat hiburan diskotik di Surabaya, Kamis dini hari tadi diwarnai kericuhan antara wartawan dengan keamanan diskotik LCC yang melarang jurnalis meliput kegiatan tersebut. Kericuhan antara wartawan dengan keamanan diskotik LCC yang berada di jalan Kedungdoro Surabaya ini, dipicu saat para jurnalis yang melakukan peliputan razia. Dalam insiden tersebut, sempat terjadi aksi saling dorong dan adu mulut antara wartawan dan petugas keamanan diskotik. Bahkan salah satu alat penerang ( lampu LED ) milik salah satu jurnalis TV  nasional, rusak setelah terjatuh akibat tangkisan tangan petugas yang mencoba menghalang - halangi. Keributan akhirnya bisa diredam, setelah dimediasi oleh anggota Polrestabes, untuk bisa meliput kedalam diskotik. Razia petugas gabungan yang dibagi menjadi dua tim untuk melakukan menyisiran di tempat hiburan disk...

Pabrik Arak Tuban Digrebek Polisi

Radar Publik Rabu, 30 Maret 2016 Tuban - Petugas kepolisian dari jajaran Polsek Semanding, Polres Tuban melakukan pengrebekan lokasi pembuatan dan tempat penyimpanan minuman keras (Miras) jenis Arak yang selama ini masih nekad terus melakukan produksi meski penertiban terus dilakukan oleh petugas. Dalam pengrebekan lokasi penyimpanan dan pembuatan miras tersebut petugas kepolisian berhasil mengamankan ratusan liter barang bukti Miras Arak yang sudah siap untuk diedarkan. Sedangkan peralatan serta bahan-bahan pembuatan Arak tersebut juga diamankan oleh petugas kepolisian, Selasa (29/3). Pengrebekan miras Arak itu dilakukan di lokasi miliki NO (36), yang berada di Dusun Widengan, Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding, Tuban. Dan satu pabrik lagi milik K (50) yang berada di Desa Ngino, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. "Kemarin kita melakukan penertiban di kawasan Widengan dan tadi pagi juga di kawasan Prunggahan. Serta tadi sore kita lakukan penertiban di Ngino, K...

Pertamina Turunkan Tarif BBM Non Subsidi Rp 200 Per Liter

Radar Publik Selasa, 29 Maret 2016 PT Pertamina akan menurunkan harga BBM nonsubsidi (nonPSO) sebesar Rp200 per liter yang mulai berlaku pada Rabu tanggal 30 Maret 2016 pukul 00.00 WIB. "Besok kita turunkan semua produk nonPSO seperti Pertalite jadi Rp7.100 per liter, lalu Pertamax jadi Rp7.500 tiap liter," kata Direktur Pemasaran PT Pertamina (Persero) Ahmad Bambang usai diskusi di Hotel Royal Kuningan, Jakarta, Selasa (29/3). BBM nonPSO seperti Pertalite, Pertamax 92, Pertamax Plus dan Pertamina Dex, kata Ahmad, akan mengalami penurunan lebih cepat daripada BBM bersubsidi seperti premium dan solar yang akan memakai harga barunya pada 1 April mendatang. Dia juga mengatakan Pertamina menggelontorkan stok BBM non PSO juga sebagai alternatif bila Premium dan Solar habis akibat panjangnya antrian pembeli saat ditetapkannya harga baru pada April mendatang. "Mulai besok, BBM nonPSO sudah kami turunkan dulu dan kami isi penuh. Jadi kalau nanti Premium kosong saat ...

KPK Bekali Guru PAUD Tentang Nilai Antikorupsi

Radar Publik Selasa, Maret 29 2016 SURABAYA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberi pembekalan nilai-nilai anti korupsi kepada 1.000 guru PAUD (pendidikan anakusia dini) se-Surabaya, Jawa Timur. Pembekalan itu disampaikan dalam seminar " Guru Antikorupsi, Penggerak Perubahan" di Surabaya, Senin(28/3). Dalam seminar yang dihadiri oleh Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan, dan Wali Kota Surabaya, Tri Rismahrini itu, para guru mendapat materi dari pakar hukum pidana seputar delik-delik korupsi, modus dan konsekuensi hukumnya. "Diharapkan peran mereka sebagai para guru menginspirasi para murid dan rekan guru lainnya. Sementara sebagai orang tua di rumah bisa mendidik anak dan memberi positif pada keluarga tentang nilai-nilai antikorapsi," ujar Basaria. (Nyoto)

Kasus Suap APBD Banten Segera Disidangkan

Radar Publik Selasa, Maret 29 2016 JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan bahwa tersangka kasus dugaan suap pembahasan APBD Pemprov Banten terkait pendirian Bank Banten, yang merupakan anggota DPRD Banten, Tri Satria Santosa dan SM Hartono, segera disidangkan. Jaksa penuntut umum pada KPK akan menyusun dakwaan bagi keduanya dalam waktu 14 hari. “Keduanya akan menjalani persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Serang, Banten,” kata pelaksana harian Kepala Biro Humas KPK, Yuyuk Andriati, di Jakarta, Senin (28/3). Yuyuk menambahkan satu tersangka lain, yakni Direktur Utama PT Banten Global Development Ricky Tampinongkol telah lebih duluh dilimpahkan ke pengadilan. Seperti yang diketahui, ketiganya ditangkap saat sedang bertransaksi suap untuk memuluskan penyertaan modal PT Banten Global Development yang tercantum dalam APBD Banten tahun 2016. Penyertaan modal ini rencananya akan digunakan PT Banten Global Development untuk mengakuisisi bank swasta dan me...

Marshanda : 'Pengemis Itu Papa Saya'

Radar Publik Senin, 28 Maret 2016. Artis Marshanda mengakui bahwa pengemis yang mengaku bernama Irwan Yusuf dan diamankan Dinas Sosial karena mengemis di Jl. Bangka, Minggu (27/3) adalah ayahnya. Chaca, demikian sapaan akrab Marshanda mengaku mengetahui ayahnya diamankan petugas dari teman dan media. "Semalam aku dapat kabar dari temenku, dia kirim link berita tentang papa dan ada fotonya, dan emang bener dia papa aku," ujarnya ketika ditemui di Panti Sosial Bina Insani 2, Cipayung, Jakarta, Senin (28/3). Mengaku tidak kaget atas peristiwa tersebut, Marshanda mengatakan bahwa hal itu merupakan cerita keluarganya semenjak dulu dan kondisi keuangan orang tuanya selalu sulit seperti itu. "Saat umur 7-8 tahun, mama papa pisah, aku memang lost contact, lost contact sekian tahun sama papa baru bisa ketemu umur 15 tahun terus lost contact lagi. Terus baru ketemu lagi sekarang selama 2 tahun tidak bertemu," tambahnya. Marshanda sendiri mengatakan dirinya mau me...

Pembangunan Dari Dana Desa Tidak Boleh Dikontrakan

Radar Publik Magelang - Jumat, 25 Maret 2016 Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Jafar mengatakan pembangunan infrastruktur menggunakan dana desa harus bersifat padat karya dan tidak boleh dikontrakan. "Pembangunan infrastruktur dengan dana desa harus melibatkan masyarakat desa setempat supaya masyarakat benar-benar menikmati dana desa," katanya di Magelang, Jumat (25/3). Menteri Marwan Jafar mengatakan hal tersebut saat sosialisasi dana desa di GOR Gemilang Kabupaten Magelang yang diikuti seluruh kepala desa di Kabupaten Magelang. Selain itu, katanya untuk pembelian material diusahakan juga dari desa setempat, kecuali di desa tersebut tidak ada. "Jadi membeli pasir atau batu dari desa setempat supaya uang berputar di desa tersebut," katanya. Ia menuturkan prioritas penggunaan dana desa untuk membangun infrastruktur dasar desa seperti jalan, irigasi, dan talud. Hal ini tidak boleh diganggu gugat dan dana desa tidak bole...

SBY Berakhir Pekan Di Jembatan Suramadu

Radar Publik Minggu, 20 Maret 2016 Jawa Timur - Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) masih melakukan kegiatan Tour de Java. Kali ini SBY mengunjungi Jembatan Suramadu di Jawa Timur. Dalam kesempatan itu menceritakan soal sejarah pembangunan Jembatan Suramadu sebagai jalur penghubung antara Jatim dan Madura. "Tahun 60-an adalah mimpi, cita-cita atau gagasan untuk membangun jembatan yang menghubungkan Surabaya dan Madura tapi baru medio, 80-an itu ada kajian serius untuk mengimplemetasikan mimpi banyak orang, untuk membangun jembatan panjang, great brigde di tempat ini," ujar SBY saat berhenti di ujung Jembatan Surmadu, Sabtu (19/3). Ia menjelaskan, proses pembangunan jembatan Suramadu sangatlah panjang, sebab era pemerintahan Presiden Soeharto rencana pembangunan jembatan tersebut baru mulai dikaji oleh Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) saat itu yakni BJ Habibie. "Sejauh mana bisa dibangun jembatan antara Surabaya dengan Madura. Akhirnya di e...

Presiden Minta Semua Komponen Bangsa Ramai Bekerja

Radar Publik Sabtu, 19 Maret 2016 Jawa Timur - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan keinginannya agar semua komponen bangsa ini ramai dalam bekerja bukan ramai dalam berdebat. "Kita ini senangya ramai debat, saya ingin ubah menjadi ramai kerja, kalau diterus-teruskan ramai debat, gak rampung-rampung pekerjaan kita," kata Presiden Jokowi dalam sambutannya saat peresmian Jalan Tol Mojokerto-Surabaya sesi IV Krian-Mojokerto di Mojokerto, Sabtu (19/3). Presiden mencontohkan Proyek KA Cepat Jakarta-Bandung sepanjang 150 km yang ramai diperdebatkan. "KA cepat di Tiongkok itu sudah mencapai 16.500 km, kita baru Jakarta-Bandung 150 km sudah ramai," kata Jokowi dalam acara yang dihadiri Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri BUMN Rini Soemarno, Seskab Pramono Anung dan Wagub Jatim Saifullah Yusuf. Presiden Jokowi meresmikan pengoperasian jalan tol itu dengan menekan sirine dan melintasi jalan itu dengan melewati gerbang tol untuk mengambil kartu tol. Pre...

Tolak Tambang Emas, Warga Aksi Mogok Makan

Radar Publik Jum'at, 18-03-2016 Banyuwangi - Belasan warga Desa Sumber Agung Kecamatan Pesanggran, melakukan aksi mogok makan dengan menutup mulut menggunakan plester di halaman Kantor Bupati Banyuwangi. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk penolakan atas aktifitas penambangan emas Gunung Tumpang Pitu, yang dinilai telah merusak ekosistem dan meresahkan warga. Belasan warga Sumberagung, Pesanggaran, Banyuwangi, yang merupakan warga terdampak penambangan emas Tumpang Pitu, ini melakukan aksi mogok makan dengan berdiam diri di depan Kantor Bupati Banyuwangi. Dengan membentangkan spanduk protes, warga juga menutup mulut dengan plester, sebagai bentuk protes dengan mogok makan. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk penolakan warga terhadap aktifitas penambangan emas, yang dinilai mengganggu aktifitas warga dan merusak ekosistem lingkungan. Menurut warga, Gunung Tumpang Pitu yang ditambang oleh PT Bumi Suksesindo Indonesia  (PT BSI) merupakan tameng bagi kehidupan masyarakat sekitar...

Polri Lakukan Pengawasan Khusus Pengucuran Dana Desa

Radar Publik Jumat, 18 Maret 2016 Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mempunyai agenda pengawasan khusus terhadap rencana pemerintah mengucurkan dana ke tiap desa di seluruh Indonesia pada 2016 ini. Besaran angka anggaran yang akan dikucurkan ke tiap desa memang tidak main-main. Tidak tanggung-tanggung, kucuran dana desa totalnya mencapai Rp20,77 triliun. Alur pengucuran dana desa itu akan diserap dan mengalir terlebih dahulu ke tiap Pemerintah Kabupaten atau Kota di seluruh Indonesia sebesar Rp16,61 triliun, lalu kemudian dialirkan kembali ke pemerintah desa di seluruh Indonesia sebesar Rp37,8 triliun. Polri menilai, di sisi lain program pemerintah ini tentunya memiliki potensi yang mengundang polemik terutama jika terjadi pelanggaran hukum. Saat pelanggaran hukum itu terjadi, rencana pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat hingga ke tiap desa yang dicanangkan oleh pemerintah, sangat memungkinkan terganggu. Mengantisipasi potensi gangguan dan polemik itu, Kep...

Korupsi Dana BOS di Depok, Berkas 2 Tersangka Diserahkan ke Kejaksaan

Radar Publik Jakarta - Polda Metro Jaya telah menetapkan 2 orang tersangka dalam kasus dugaan korupai dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk pengadaan seragam dan sepatu siswa SD di Depok. Berkas kedua tersangka kini tengah diteliti pihak kejaksaan. "Berkasnya sudah tahap 1 ke kejaksaan pada Selasa pekan lalu," ujar Kasubdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Ferdi Iriawan kepada wartawan, Selasa (15/3/2016). Kasus itu disidik Polda Metro Jaya sejak 2015 lalu. Dua orang yang ditetapkan sebagai tersangka yakni DS yang saat itu menjabat sebagai Kabid Pendidikan Dasar Disdik Depok, sementara satu tersangka lainnya yakni AS dari pihak swasta. Ferdi mengungkap, penyelewengan dana BOS tersebut terjadi pada tahun 2014. Sebelum sampai ke target sekolah penerima, dana tersebut semula digelontorkan oleh pihak Pemerintahan Provinsi Jawa Barat ke Pemerintah Kota Depok. Nilai proyek mencapai Rp 15,8 miliar. Dana tersebut dialokasikan oleh Dinas Pendidikan Kota D...

Bupati dan Wakil Bupati Terlibat Narkoba Ditangkap BNN

Radar Publik Senin, 14-03-2016 Palembang - Belum satu bulan menjabat sebagai Bupati dan Wakil Bupati Ogan Ilir (OI), Sumsel, Minggu (13/3/2016) malam, Ahmad Wazir (AW) Nofiadi dan Ilyas Panji Alam digelandang tim Badan Narkotika Nasional (BNN) ke kantor BNN Sumsel di Jakabaring. Penangkapan keduanya dipimpin langsung AKBP Wanto dari BNN Pusat. Saat digerebek, keduanya ada di rumah mantan Bupati Ogan Ilir Mawardi Yahya di Jl Musyawarah, RT 26, Kelurahan Karang Jaya, Gandus, Minggu (13/3), pukul 21.30 WIB. Pantauan di rumah berhalaman luas itu, tim BNN membawa sekitar sembilan orang. Selain AW dan Ilyas, ada anggota Polri diduga ajudan bupati OI, Satpol PP, dan dua wartawan yang ikut digelandang ke kantor BNN Sumsel. Penggerebekan berlangsung alot. Beredar informasi, penggerebekan diawali dengan tertangkapnya dua pengedar narkoba di kawasan Inderalaya. Dari nyanyian keduanya, dilakukan pengembangan ke Palembang, ke rumah Mawardi di kawasan Gandus. Bupati Ogan Ilir, AW Nofiad...

Jumlah Piutang Kota Pasuruan di Tahun 2015 Capai Rp 8,4 M

Radar Publik Selasa, 15 Maret 2016 Pasuruan - Jumlah piutang Pemerintah Kota Pasuruan di tahun 2015 lalu mencapai Rp 8,4 miliar. Diketahuinya jumlah piutang sebanyak itu, pada saat Wali Kota Pasuruan, Setiyono menyampaikan dalam Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Pemkot Pasuruan anggaran 2015. "Untuk jumlah piutang sebanyak itu, rinciannya adalah meliputi retribusi sebesar Rp 34 Juta, Selain itu ada piutang lain-lain yang jumlahnya mencapai Rp 5,9 miliar dan piutang kegiatan sebesar Rp 2,2 miliar," kata Setiyono dalam laporannya, di sidang paripurna DPRD Kota Pasuruan, Senin (14/3/2016). Setiyono mengaku, kalau dirinya belum mengetahui secara rinci jumlah piutang di tahun 2015 lalu. "Untuk penyebab pasti dari banyaknya jumlah piutang ini saya masih belum tahu," imbuhnya. Ia menambahkan bahwa pihaknya akan mengkaji terlebih dulu seluruh piutang, yang nilai mencapai milyaran rupiah tersebut. "Saya belum tahu kapan piutang ini bisa terseles...

Penjual Bakso Tewas Usai Kikuk-Kikuk Dua Kali

Radar Publik Minggu, 13 Maret 2016 Sidoarjo - Tukiran (58) penjual bakso keliling asal Desa Sukorejo RT 06 RW 02 Kec. Buduran ditemukan tewas, usai memboking salah satu PSK dibantalan rel KA di Desa Larangan Candi Minggu (13/3/2016). Peristiwa itu bermula, Tukiran bersama tetangganya, Fidianto (33) security PT. Miko Abadi 2 Buduran berangkat kelokalisasi dekat rel KA dikawasan Desa Larangan, Candi. Kemudian korban menemui Lina (43) PSK asal Desa Terepicis RT 09 RW 03 Kec. Wajak Malang yang kos di Desa Durungbedug RT 02 RW 07 Kec. Candi. Setelah bertemu, Lina meminta sekali main, taripnya Rp 50 ribu dan Tukiran menyepakati dan langsung menuju gubuk. Beberapa menit kemudian, keluar dari gubuk pamit untuk kencing dan masuk kembali dalam gubuk. Setelah masuk dan keluar gubuk, keduanya ngobrol duduk-duduk bertiga, Tukiran, Fidianto dan Lina. Tak lama kemudian, Tukiran ambruk ke belakang dan tak sadarkan diri hingga kemudian meninggal dunia. Fidianto dan Lina mengaku tidak menge...

Kapal LCT Ravelia 2 Tenggelam Di Selat Bali

Hari Jumat (4/3) pkl 12.50 LCT Ravelia 2 mengalami kebocoran dan miring pada posisi di belakang hotel Banyuwangi Beach atau bouy kabel head sebelah utara kurang lebih seratus meter bouy kuning kabel head selanjutnya pukul 13.10 KMP Ravelia 2 tenggelam pada posisi tsb. Kapal LCT Ravelia 2 bergerak dari Gilimanuk menuju Ketapang, mengangkut 2 unit truck besar, 1 unit pick up, 4 unit tronton, 18 unit truck sedang dan 4 kendaraan kecil total 25 unit. Upaya SAR dilakukan oleh seluruh kapal KMP, nelayan, 2 KAL TNI AL dan 1 perahu karet Lanal Banyuwangi, kapal patroli Polair, kapal-kapal nelayan. Hingga saat ini masih dilaksanakan proses evakuasi SAR. Untuk daftar manifest penumpang dinyatakan selamat semua. (Nyoto)