Langsung ke konten utama

Razia Hotel Jelang Ramadan, Polisi Jaring 5 Pasangan Mesum

Radar Publik
Surabaya - Polisi dan Satpol PP melakukan razia menjelang Ramadan. Hasilnya, 5 pasangan mesum diamankan dari sejumlah hotel di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

"Kami melakukan ini menjelang datangnya bulan Ramadan," kata Kasat Sabhara Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Supiyan kepada wartawan, Jumat (5/7/2013).

Dalam razia itu, petugas langsung menyasar sejumlah hotel yakni Hotel Pit Stop, Orchid, Merdeka, Irian, dan Semut. Dari Hotel Pit Stop petugas mendapatkan 2 pasangan mesum. Sementara dari Hotel Orchid, Irian dan Semut, petugas mendapatkan masing-masing satu pasangan mesum. Pasangan mesum yang terjaring rata-rata masih remaja.

Bahkan seorang pasangan mahasiswa ikut terjaring. Mahasiswa asal Universitas Wijaya Kusuma (UWK) itu terjaring di Hotel Semut. Saat dirazia, mereka sedang tiduran. Sang pria berpakaian sementara sang perempuan mengenakan tank top dan celana pendek.

Saat ditanya, mereka mengaku sebagai kakak adik. Namun beberapa saat kemudian mereka mengaku sebagai saudara sepupu. Saat digeledah, petugas menemukan dua kartu ujian seleksi masuk UWK. Di kartu itu disebutkan jika mereka hendak mengikuti ujian masuk Fakultas Kedokteran UWK dengan waktu ujian tanggal 6 Juli 2013. Di kartu itu si pria berinisial YAN dan si perempuan IP.

"Karena keterangannya bertele-tele, mereka kami bawa ke kantor," ujar Supiyan.

Sementara di Hotel Orchid petugas menemukan pasangan mesum yang mengaku sebagai suami istri. Si perempuan dalam keadaan setengah telanjang langsung lari masuk kamar mandi saat petugas memasuki kamar.

Kepada petugas mereka mengaku sebagai suami istri karena si perempuan dalam keadaan hamil. Namun petugas meragukan keterangan itu karena KTP mereka berbeda. Sang pria beralamat di Makasar sementara sang wanita beralamat di Surabaya. Mereka juga dibawa ke kantor polisi.

"Kami akan data mereka dan memanggil orang tua bagi yang remaja. Razia ini akan terus kami lakukan sebelum dan selama Ramadan," tandas Supiyan. (Kresna)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Suasana Malam Di Tangkis Porong Indah (TPI)

Radar Publik Minggu (3/11/2013) WARGA Porong dan sekitarnya punya istilah khas, TPI. Bukan Televisi Pendidikan Indonesia, melainkan TANGKIS PORONG INDAH. Ini tempat mangkal ratusan lonte di tangkis (tanggul) Kali Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. ‘Keindahan’ tangkis itu bisa disaksikan setiap malam. Tangkis yang siangnya panas terik dan sepi, malam hari sangat meriah. Di sini tak ada rumah bordil yang khusus menyediakan kamar berikut lontenya. Di sini semua serba darurat. Usai matahari terbenam para ‘pengusaha’ bikin kamar-kamar begituan. Sedikitnya ada 60 kamar. “Ada semacam panitia atau pemilik. Rangkanya sudah ada, sehingga malam tinggal pasang. Bikinnya gampang sekali, dan ini sudah berlangsung bertahun-tahun,” ujar Eko, warga Porong. Pengelola kompleks TPI menyiapkan dua tiga wadah berisi air bersih di depan kamar 2 x 1 meter itu. Tujuannya, apalagi kalau bukan untuk membersihkan organ intim si lonte dan tamunya usai berhubungan badan. Fasilitas ini, rata-rata sudah...

Belum Jelas Perizinannya Pembangunan Pabrik Paku di Kangkungan Mojokerto di Protes Warga

Radar Publik Jatim - Selasa, 16/7/2024 MOJOKERTO, Warga Dusun Kangkungan Desa Lengkong Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, memprotes pembangunan pabrik paku yang ada di daerahnya, alasannya, mereka khawatir terdampak sisa hasil produksi dari produsen paku itu kelak kalau sudah beroperasi, di antaranya debu dan sumber air yang terkontaminasi dengan limbah besi.  Selain itu, warga juga menuntut kompensasi kepada pemilik pabrik akibat debu yang ditimbulkan oleh dum truk yang berlalu lalang, pada masa proyek pembangunan. Tidak hanya debu dan suara bising, mereka juga mempertanyakan ijin penggunaan akses yang di lalui dum truk untuk menguruk pabrik. Warga setempat, Alfatah (42)  mengatakan " kami hanya menanyakan kedepan dampak yang di timbulkan oleh pabrik, dan kami juga menanyakan penggunaan akses yang di lalui kendaraan proyek" . " Warga Kangkungan kepingin tahu, ijinnya sama siapa ? kaitan dengan penggunaan jalan yang di lalui kend...

Buntut Protes Warga, Kompensasi Tidak Cair Dari Pabrik Warga Tutup Akses Menuju Proyek

Radar Publik .com Mojokerto 21/7/2024 MOJOKERTO : Bentuk kekesalan warga Dusun Kangkungan, Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, Mojokerto, Jatim, akibat dampak yang ditimbulkan oleh kendaraan proyek dan penggunaan jalan yang tidak ijin ke warga. Pada Minggu siang (21/7/2024) warga Kangkungan tutup jalan menuju proyek pembangunan pabrik. Puluhan warga setempat, memblokade jalan setapak menuju proyek. Sebab, sejak dimulainya proyek pembangunan pabrik, warga sudah berkali-kali mengajukan kompensasi ke pihak pengembang, namun, hingga saat ini kompensasi tak kunjung terealisasi. Dengan kompak, warga Dusun Kangkungan mendirikan pagar dari bambu yang di bubuhi spanduk penutupan jalan. "Kami sudah capek dengan janji-janji belaka dari pihak manajemen pabrik. Sekitar sudah 5 kali mediasi dengan Pemdes Lengkong, dan perwakilan perusahaan, namun hingga saat ini mediasi tersebut masih dead lock," kata Didik, warga setempat. Menurut warga yang lain, Agustina (54) sepanjang perus...