Langsung ke konten utama

Pencuri Besi Rel PG Watutulis,Di Bekuk Satreskrim Polsek Prambon.


Radar Publik

Sidoarjo.
Pada Kamis(09/5/2019) Bolak balik masuk jeruji besi hingga 5 kali ternyata tak membuat jera pelaku ini,kini ia mengulangi lagi perihal kasus pencurian di dalam PG watutulis kecamatan prambon bersama 2(dua) orang temannya mengambil/mencuri selonjor besi bekas rel kereta api sepanjang 4 meter,dan dua pipa besi berdiameter 6 cm,untuk biaya hidup dirinya bersama keluarga.

“Tersangka berinisial Masroni bin slamet warga asal Desa Watutulis rt 01/rw 02 kecamatan prambon,kejadian di dalam PG watutulis pada hari jumat tanggal 5/4/19 sekitar jam 17.00 wib.Pelaku dijerat pasal 363 ayat 1 ke4 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal 7 tahun di bui.

Asal mula kronologis,ketika disaat anggota satpam suparman pas jaga pada jam 17.00 wib,mendadak di hubungi timnya purwanto bahwa ia telah menangkap pelaku pencurian,langsung tersontak suparman mendatangi purwanto melihat dan mengecek benar adanya,purwanto bertanya ke Roni(pelaku) bahwa benar dirinya telah mencuri batang besi bersama dengan 2(dua) orang temannya.

Namun untuk temannya pelaku berhasil kabur meloloskan diri,tapi pihak polsek prambon sudah mengantongi nama pelaku yang kabur yaitu,Sapi dan Kenter sekarang masih dalam target DPO,ucap Zainul Abidin Personil satreskrim dari polsek prambon.

“Masroni seorang residivis yang sudah pernah menjalani hukuman penjara hingga 5 kali,tahun 2007 di penjara 2 tahun kasus di balongbendo,tahun 2009 kasus murni penggelapan di prambon di penjara 1,5 tahun,dan saat ini berulah lagi di tahun 2019 kasus pencurian di dalam PG watutulis.

Kapolsek prambon AKP Sumarsono,S.H. saat laksanakan konferensi pers ungkap 2 kasus menyampaikan,kinerja tim yang bagus dan lebih ditingkatkan lagi dalam bertugas,upaya memperkecil ruang gerak pencuri sambil berpatroli juga gelar operasi pekat ramadhan 2019,'Ucap Kapolsek Sumarsono,SH.(Joko/Zeey).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Suasana Malam Di Tangkis Porong Indah (TPI)

Radar Publik Minggu (3/11/2013) WARGA Porong dan sekitarnya punya istilah khas, TPI. Bukan Televisi Pendidikan Indonesia, melainkan TANGKIS PORONG INDAH. Ini tempat mangkal ratusan lonte di tangkis (tanggul) Kali Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. ‘Keindahan’ tangkis itu bisa disaksikan setiap malam. Tangkis yang siangnya panas terik dan sepi, malam hari sangat meriah. Di sini tak ada rumah bordil yang khusus menyediakan kamar berikut lontenya. Di sini semua serba darurat. Usai matahari terbenam para ‘pengusaha’ bikin kamar-kamar begituan. Sedikitnya ada 60 kamar. “Ada semacam panitia atau pemilik. Rangkanya sudah ada, sehingga malam tinggal pasang. Bikinnya gampang sekali, dan ini sudah berlangsung bertahun-tahun,” ujar Eko, warga Porong. Pengelola kompleks TPI menyiapkan dua tiga wadah berisi air bersih di depan kamar 2 x 1 meter itu. Tujuannya, apalagi kalau bukan untuk membersihkan organ intim si lonte dan tamunya usai berhubungan badan. Fasilitas ini, rata-rata sudah...

Belum Jelas Perizinannya Pembangunan Pabrik Paku di Kangkungan Mojokerto di Protes Warga

Radar Publik Jatim - Selasa, 16/7/2024 MOJOKERTO, Warga Dusun Kangkungan Desa Lengkong Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, memprotes pembangunan pabrik paku yang ada di daerahnya, alasannya, mereka khawatir terdampak sisa hasil produksi dari produsen paku itu kelak kalau sudah beroperasi, di antaranya debu dan sumber air yang terkontaminasi dengan limbah besi.  Selain itu, warga juga menuntut kompensasi kepada pemilik pabrik akibat debu yang ditimbulkan oleh dum truk yang berlalu lalang, pada masa proyek pembangunan. Tidak hanya debu dan suara bising, mereka juga mempertanyakan ijin penggunaan akses yang di lalui dum truk untuk menguruk pabrik. Warga setempat, Alfatah (42)  mengatakan " kami hanya menanyakan kedepan dampak yang di timbulkan oleh pabrik, dan kami juga menanyakan penggunaan akses yang di lalui kendaraan proyek" . " Warga Kangkungan kepingin tahu, ijinnya sama siapa ? kaitan dengan penggunaan jalan yang di lalui kend...

Buntut Protes Warga, Kompensasi Tidak Cair Dari Pabrik Warga Tutup Akses Menuju Proyek

Radar Publik .com Mojokerto 21/7/2024 MOJOKERTO : Bentuk kekesalan warga Dusun Kangkungan, Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, Mojokerto, Jatim, akibat dampak yang ditimbulkan oleh kendaraan proyek dan penggunaan jalan yang tidak ijin ke warga. Pada Minggu siang (21/7/2024) warga Kangkungan tutup jalan menuju proyek pembangunan pabrik. Puluhan warga setempat, memblokade jalan setapak menuju proyek. Sebab, sejak dimulainya proyek pembangunan pabrik, warga sudah berkali-kali mengajukan kompensasi ke pihak pengembang, namun, hingga saat ini kompensasi tak kunjung terealisasi. Dengan kompak, warga Dusun Kangkungan mendirikan pagar dari bambu yang di bubuhi spanduk penutupan jalan. "Kami sudah capek dengan janji-janji belaka dari pihak manajemen pabrik. Sekitar sudah 5 kali mediasi dengan Pemdes Lengkong, dan perwakilan perusahaan, namun hingga saat ini mediasi tersebut masih dead lock," kata Didik, warga setempat. Menurut warga yang lain, Agustina (54) sepanjang perus...