Langsung ke konten utama

Danramil 0816/13 Wonoayu menghadiri undangan buka bersama di Rumah Makan Bambu Buto

Radar Publik

Sidoarjo – Danramil 0816/13 Wonoayu Kapten Inf Kabul Tarmanto beserta 5 orang anggota Babinsa mengadiri undangan acara buka bersama yg selenggarakan di Rumah makan Bambu Buto desa pilang kec Wonoayu. Penyelenggara buka bersama tersebut adalan  Bapak Imam penggusaha Rumah Makan Bambu buto acara buka bersama tersebut juga merupakan .Kamis (16-05-2019)


 “Bulan Ramadan merupakan bulan yang sakral bagi masyarakat Indonesia. Salah satu tradisi yang khas darinya ialah tradisi buka puasa bersama.

Tradisi buka puasa bersama menjadi sarana berkumpul kembali bersama, yaitu antara TNI,Polri dan Instansi Pemerintahan agar hubungan 3 pilar tersebut bisa lebih erat lagi. Disamping itu buka puasa bersama ini merupakan bentuk rasa syukur sy kepada Allah SWT pungkas Bapak imam yang mempunyai usaha Rumah makan Bambu buto.

Danramil 0816/13 Wonoayu Kapten Inf Kabul Tarmanto mengatakan  sebenarnya, ada apa dengan tradisi buka puasa bersama ini, Berbagai Tradisi di Bulan Ramadan Indonesia merupakan salah satu negara dengan penduduk mayoritas muslim.

Tak heran kalau Bulan Ramadan merupakan salah satu bulan yang ramai disambut oleh masyarakat Indonesia. Banyak kemudahan yang diberikan saat Bulan Ramadan datang. Mulai dari pemotongan jam kerja yang menjadi lebih singkat hingga pemberian Tunjangan Hari Raya atau THR yang biasanya diberikan di akhir bulan Ramadan.

Di samping itu, masyarakat Indonesia juga memiliki berbagai tradisi untuk mengisi Bulan Ramadan. Misalnya salat tarawih bersama, santunan, pembagian takjil atau menu berbuka, hingga buka puasa bersama.

Sudah sejak lama buka puasa bersama menjadi tradisi dan bagian dari budaya. Mungkin Anda juga sudah terbiasa bahwa saat Ramadan tiba, akan banyak undangan buka puasa bersama yang datang dari berbagai grup atau komunitas.

Momen buka puasa bersama adalah sebuah tradisi yang sudah berjalan dan bertahan sejak lama. Pada umumnya, momen ini dimanfaatkan sebagai sarana silaturahmi atau berkumpul kembali dengan rekan atau sanak saudara yang lama tidak berjumpa karena berbagai macam kesibukan yang dimiliki. ( Arfn).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Suasana Malam Di Tangkis Porong Indah (TPI)

Radar Publik Minggu (3/11/2013) WARGA Porong dan sekitarnya punya istilah khas, TPI. Bukan Televisi Pendidikan Indonesia, melainkan TANGKIS PORONG INDAH. Ini tempat mangkal ratusan lonte di tangkis (tanggul) Kali Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. ‘Keindahan’ tangkis itu bisa disaksikan setiap malam. Tangkis yang siangnya panas terik dan sepi, malam hari sangat meriah. Di sini tak ada rumah bordil yang khusus menyediakan kamar berikut lontenya. Di sini semua serba darurat. Usai matahari terbenam para ‘pengusaha’ bikin kamar-kamar begituan. Sedikitnya ada 60 kamar. “Ada semacam panitia atau pemilik. Rangkanya sudah ada, sehingga malam tinggal pasang. Bikinnya gampang sekali, dan ini sudah berlangsung bertahun-tahun,” ujar Eko, warga Porong. Pengelola kompleks TPI menyiapkan dua tiga wadah berisi air bersih di depan kamar 2 x 1 meter itu. Tujuannya, apalagi kalau bukan untuk membersihkan organ intim si lonte dan tamunya usai berhubungan badan. Fasilitas ini, rata-rata sudah...

Belum Jelas Perizinannya Pembangunan Pabrik Paku di Kangkungan Mojokerto di Protes Warga

Radar Publik Jatim - Selasa, 16/7/2024 MOJOKERTO, Warga Dusun Kangkungan Desa Lengkong Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, memprotes pembangunan pabrik paku yang ada di daerahnya, alasannya, mereka khawatir terdampak sisa hasil produksi dari produsen paku itu kelak kalau sudah beroperasi, di antaranya debu dan sumber air yang terkontaminasi dengan limbah besi.  Selain itu, warga juga menuntut kompensasi kepada pemilik pabrik akibat debu yang ditimbulkan oleh dum truk yang berlalu lalang, pada masa proyek pembangunan. Tidak hanya debu dan suara bising, mereka juga mempertanyakan ijin penggunaan akses yang di lalui dum truk untuk menguruk pabrik. Warga setempat, Alfatah (42)  mengatakan " kami hanya menanyakan kedepan dampak yang di timbulkan oleh pabrik, dan kami juga menanyakan penggunaan akses yang di lalui kendaraan proyek" . " Warga Kangkungan kepingin tahu, ijinnya sama siapa ? kaitan dengan penggunaan jalan yang di lalui kend...

Buntut Protes Warga, Kompensasi Tidak Cair Dari Pabrik Warga Tutup Akses Menuju Proyek

Radar Publik .com Mojokerto 21/7/2024 MOJOKERTO : Bentuk kekesalan warga Dusun Kangkungan, Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, Mojokerto, Jatim, akibat dampak yang ditimbulkan oleh kendaraan proyek dan penggunaan jalan yang tidak ijin ke warga. Pada Minggu siang (21/7/2024) warga Kangkungan tutup jalan menuju proyek pembangunan pabrik. Puluhan warga setempat, memblokade jalan setapak menuju proyek. Sebab, sejak dimulainya proyek pembangunan pabrik, warga sudah berkali-kali mengajukan kompensasi ke pihak pengembang, namun, hingga saat ini kompensasi tak kunjung terealisasi. Dengan kompak, warga Dusun Kangkungan mendirikan pagar dari bambu yang di bubuhi spanduk penutupan jalan. "Kami sudah capek dengan janji-janji belaka dari pihak manajemen pabrik. Sekitar sudah 5 kali mediasi dengan Pemdes Lengkong, dan perwakilan perusahaan, namun hingga saat ini mediasi tersebut masih dead lock," kata Didik, warga setempat. Menurut warga yang lain, Agustina (54) sepanjang perus...