Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2019

Akibat Sembrono Empat Tahanan Polres Pasuruan Kota Kabur

Radar Publik Senin, 25-03-2019  Pasuruan -  Empat tahanan narkotika Polres Pasuruan Kota, kabur dari sel tahanan. Mereka menjebol tralis besi tahanan yang sudah berkarat kemudian meloncat dibelakang tahanan.  Kesembronoan menjadi tamparan. tamparan oleh pihak polres kota Pasuruan, kini  polisi masih mengejar tahanan kabur tersebut dan memeriksa petugas jaga yang diduga sembrono saat bertugas. Keempat tahanan itu berinisial SH, SF, HK, SS, kabur dengan menjebol besi teralis yang sudah berkarat dengan menendang hingga rusak. Kemudian keempat tahanan dalam satu sel ini, meloncat dari belakang tahanan kemudian melarikan diri. Menurut Kasubag Humas Polresta Pasuruan, AKP Endy Purwanto, menjelaskan, kini pihaknya membentuk tim khusus untuk mengejar dan menangkap tahanan yang kabur tersebut. Kini polisi masih memburu ke empat tahanan tersebut dan beberapa tim sudah diturunkan untuk menyisir di berbagai tempat yang diduga buat persembunyian tahanan kab...

Turis Asal Jerman Nekat Terobos Petugas Jaga Gunung Bromo dan Banting Petugas

Radar Publik  Minggu, 24-03-2019  Ulasan Pojok Pitu  Probolinggo -  Inseden turis asing nekad menerobos batas aman radius 1 kilo meter bromo erupsi di Kabupaten Probolinggo kembali terjadi. Kali ini, 2 turis asing asal Jerman menerobos penjagaan petugas. Bahkan turis laki-laki tersebut sempat membanting petugas yang menghalaunya. Pasca inseden ini, yang bersangkutan langsung meminta maaf melalui rekaman video. Dalam rekaman  memperlihatkan turis asal Jerman ini ngotot mau naik, meski petugas menjelaskan bahwa batas aman radius 1 kilo meter. Tidak mau menjelaskan petugas, yang bersangkutan tetap berjalan memasuki zona terlarang, tepanya dibawah anak tangga menuju kawah. Awalnya kedua belah adu mulut, namun karena ngotot tidak mengindahkan larangan petugas akhirnya petugas terus mendesak turis asing ini. Mungkin karena kesal, yang bersangkutan sempat membanting petugas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru hingga terjatuh. Kalah tenaga, akhirnya p...

Pengamat ingatkan Intelijen Negara junjung tinggi netralitas

Radar publik  PILPRES    23 Maret 2019  Petugas memasang logo Badan Intelijen Negara (BIN) di Kantor BIN Jakarta, Jumat (15/1). (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/kye/16) Jakarta - Pengamat dan praktisi Intelijen, Kolonel (Purn) Fauka Noor Farid mengingatkan agar aparat intelijen negara menjunjung tinggi netralitasnya dalam pelaksanaan Pemilu 2019, seperti halnya TNI dan Polri. "Semua aparatur negara, termasuk intelijen, jangan sampai terseret dan terjebak dalam berpolitik praktis di ajang Pilpres 2019. Hal ini tidak sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) intelijen," kata Fauka, di Jakarta, Sabtu. Ia menduga ada propaganda yang disusun pihak intelijen, terutama saat memasuki puncak Pemilu 2019. Kondisi tersebut jika dibiarkan sangat berbahaya bagi keberlangsungan Pemilu itu sendiri. "Intelijen negara itu harusnya netral. Fakta di lapangan menunjukkan itu, seperti kasus Neno Warisman dan banyak kasus lagi, juga teroris baru-baru ini. Ini bahaya jika digulir...

Tim Gabungan Kasus Novel Baswedan Sudah Bergerak ke Malang

Radar Publik  Sabtu, 23-03-2019  Malang -  Tim gabungan yang bertugas mengungkap dalang di balik penyiraman air keras ke penyidik senior KPK Novel Baswedan melakukan penyelidikan di Kota Malang, selama tiga hari. Anggota tim gabungan kasus Novel Baswedan, Nur Kholis, enggan menjelaskan lebih rinci. Tapi, dia membenarkan adanya penyelidikan di Kota Malang. Bahkan, timnya sudah tiga hari di Kota Bunga ini. Yakni, sejak Senin lalu (18/3) hingga Rabu (20/3). Selama tiga hari itu, timnya sudah melakukan penyelidikan di tiga tempat. "Kami ke sini (Malang) mengunjungi beberapa tempat yang diduga ada kaitannya dengan peristiwa penyiraman itu," katanya ketika ditemui di Hotel Santika. Pihaknya mulai menyasar Kota Malang karena proses lanjutan dalam pengungkapan kasus yang merusak mata Novel itu mengarah ke Kota Malang. Salah satunya juga terkait butuhnya klarifikasi yang bisa mendukung pengungkapan kasus itu. "Beberapa orang dan tempat dugaan sudah kami datangi ...

Khofifah Kaget, Namanya Dicatut Romahurmuziy Rekomendasi Jabatan Kakanwil Kemenag Jatim

Radar Publik Sabtu, 23-03-2019  Surabaya -  Kaget saat namanya dicatut Romahurmuziy dalam rekomendasi nama Haris Hasanuddin, untuk jabatan Kakanwil Kemenag Jawa Timur, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyatakan hal itu tidak benar. Dengan pernyataan Romahurmuziy itu, Khofifah pun siap memberikan klarifikasi jika diminta oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Bantahan itu dilakukan Khofifah, usai menghadiri acara hari jadi ke-39 Dewan Kerajinan Nasional Daerah Jawa Timur, di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu (23/3) siang. Khofifah menyatakan, bahwa dirinya tidak pernah memberikan rekomendasi apa pun terkait rekomendasi jabatan, seperti yang dinyatakan ketua umum PPP, Romahurmuziy. Disisi lain, Khofifah mengakui bahwa Haris Hasanuddin memang menantu dari Roziki, ketua timses Khofifah -Emil di Pilgub Jatim tahun 2018  lalu. "Namun, masalah jabatan di Kemenag harus melalui mekanisme seleksi terbuka dan menjadi kewenangan internal dari K...

Demi Kekasih, Pengemudi Ojek Online Nekat Curi Kosmetik

Radar Publik Minggu, 03-03-2019  Surabaya -  Lantaran ingin memberikan hadiah kepada kekasihnya, seorang remaja di Surabaya nekat mencuri sejumlah kosmetik. Remaja yang sehari-hari bekerja sebagai ojek online teraebut, kini harus mendekam di tahanan Mapolsek Simokerto. Adalah Christian, remaja asal Simokerto ini terpaksa harus berurusan dengan pihak kepolisian, lantaran kedapatan mencuri sejumlah kosmetik dari salah satu toko di Surabaya  Kompol  asdawati Saragih, Kapolsek Simokerto, menjelaskan, pelaku melancarkan aksinya dengan modus berpura-pura menjadi pemebeli, iapun memgambil sejumlah kosmetik dan memasukkannya ke dalam tas.  Saat keluar, ia hanya membayarkan dua buah snack."Kepada petugas, pelaku mengaku baru satu kali melakukan aksi jahatnya tersebut lantaran ingkn memberikan hadiah kepada kekasih," jelas Kompol Masdawati. Batal diberikan sebagai hadiah untuk kekasih tercinta, sejumlah kosmetik hasil curian senilai kurang lebih 1 juta 6 rat...

Paman Bejat, Gauli Keponakan Saat Istri Sedang Sakit

Radar Publik  Ulasan Rabu, 27-02-2019  Surabaya -  Seorang paman di Surabaya akhirnya diamankan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polrestabes Surabaya, lantaran tega mencabuli keponakannya sendiri. Di hadapan polisi, pelaku mengaku sudah tujuh kali menggauli keponakannya, dengan imbalan uang Rp 20 ribu. Suparman, paman bejat yang tega menggauli keponakannya sendiri, sebut saja Bunga, yang masih berumur 10 tahun di rumahnya sendiri di Jalan Margorukun, Surabaya. Kasusnya kini sedang ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak, Satreskrim Polrestabes Surabaya. Aksi cabul Suparman kepada Bunga sampai ke pihak kepolisian berawal saat Bunga memberanikan melapor ke orang tuanya. Orang tua Bunga yang tak terima, kemudian meneruskan laporan itu ke polisi. Di hadapan orang tuanya, Bunga mengaku sudah disetubuhi pamannya itu lebih dari tujuh kali. Hal itu rupanya diakui Suparman. Dirinya mengaku birahinya langsung memuncak setelah melihat korban ber...