Langsung ke konten utama

Kader Militan PDI Perjuangan Sidoarjo Yang Menjadi Wabup Di Nganjuk, Tak Lupa Kandangnya.

 Radar Publik
Sidoarjo.

Seorang Kader Militan dari PDI Perjuangan asal Sidoarjo yang menjadi Wabup Nganjuk sebut saja Bung Marhaen Djumsdi, menyempatkan untuk Silahturahmi ke Kantor DPC PDI Perjuangan Sidoarjo, dalam agenda Silahturahmi disambut haru oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Sidoarjo Sumi Harsono beserta jajaran pengurus,juga beberapa pengurus PAC ,Serta sayap partai ,serta tampak hadir dalam penyambutan Wakil Bupati Nganjuk Marhaen Jumadi, Ketua DPC Taruna Merah Putih Heru Sastrawan berserta Pengurus sayap partai. (05/11).

Bung Marhaen Djumadi menyempatkan diri dari nganjuk ke Kantor DPC PDI perjuangan Sidoarjo guna untuk memberikan Support, semangat kepada para Bacabup/Bacawabup Sidoarjo periode 2020-2025, agar semua kandidat yang ada di Sidoarjo untuk memperkenalkan diri kepada warga masyarakat Sidoarjo, agar pertarungan dalam Pilkada bisa siap-siap sedang kan yang dari partai PDI Perjuangan supaya lebih dikenal oleh Warga, masyarakat Kabupaten Sidoarjo," ujar Wabup Nganjuk.

Dalam pertemuan Ngopi bareng bersama Kader Militan PDI Perjuangan asal Sidoarjo yang sekarang sudah teruji dan sudah menjadi Wabup Nganjuk bersama Kader Militan Sidoarjo yang mendaftarkan diri menjadi Bacabup/bacawabup agar lebih yakin dan seyakin yakinnya karena dalam perhelatan Pilkada Sidoarjo 2020 akan lebih Seru, untuk itu para bakal calon jangan menunggu Rekom DPP .
Karena itu urusan belakangan, yang penting kita harus turun kebawah dan ayok kerja, kerja, kerja nantinya dan yakinlah serta percayalah pada yang maha kuasa dan kita tunjukkan kita harus Berani (WANI) Ojo Wedi Wedi,"Ucapnya
Dan Ketua DPC PDI perjuangan Juga menyampaikan terimakasih kepada semua yang hadir pada acara silaturahmi ini dan juga ucapan terimakasih atas silaturahmi Wabup Nganjuk Bung Marhaen Djumadi,"Ucapnya.(Zeey).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Suasana Malam Di Tangkis Porong Indah (TPI)

Radar Publik Minggu (3/11/2013) WARGA Porong dan sekitarnya punya istilah khas, TPI. Bukan Televisi Pendidikan Indonesia, melainkan TANGKIS PORONG INDAH. Ini tempat mangkal ratusan lonte di tangkis (tanggul) Kali Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. ‘Keindahan’ tangkis itu bisa disaksikan setiap malam. Tangkis yang siangnya panas terik dan sepi, malam hari sangat meriah. Di sini tak ada rumah bordil yang khusus menyediakan kamar berikut lontenya. Di sini semua serba darurat. Usai matahari terbenam para ‘pengusaha’ bikin kamar-kamar begituan. Sedikitnya ada 60 kamar. “Ada semacam panitia atau pemilik. Rangkanya sudah ada, sehingga malam tinggal pasang. Bikinnya gampang sekali, dan ini sudah berlangsung bertahun-tahun,” ujar Eko, warga Porong. Pengelola kompleks TPI menyiapkan dua tiga wadah berisi air bersih di depan kamar 2 x 1 meter itu. Tujuannya, apalagi kalau bukan untuk membersihkan organ intim si lonte dan tamunya usai berhubungan badan. Fasilitas ini, rata-rata sudah...

Belum Jelas Perizinannya Pembangunan Pabrik Paku di Kangkungan Mojokerto di Protes Warga

Radar Publik Jatim - Selasa, 16/7/2024 MOJOKERTO, Warga Dusun Kangkungan Desa Lengkong Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, memprotes pembangunan pabrik paku yang ada di daerahnya, alasannya, mereka khawatir terdampak sisa hasil produksi dari produsen paku itu kelak kalau sudah beroperasi, di antaranya debu dan sumber air yang terkontaminasi dengan limbah besi.  Selain itu, warga juga menuntut kompensasi kepada pemilik pabrik akibat debu yang ditimbulkan oleh dum truk yang berlalu lalang, pada masa proyek pembangunan. Tidak hanya debu dan suara bising, mereka juga mempertanyakan ijin penggunaan akses yang di lalui dum truk untuk menguruk pabrik. Warga setempat, Alfatah (42)  mengatakan " kami hanya menanyakan kedepan dampak yang di timbulkan oleh pabrik, dan kami juga menanyakan penggunaan akses yang di lalui kendaraan proyek" . " Warga Kangkungan kepingin tahu, ijinnya sama siapa ? kaitan dengan penggunaan jalan yang di lalui kend...

Buntut Protes Warga, Kompensasi Tidak Cair Dari Pabrik Warga Tutup Akses Menuju Proyek

Radar Publik .com Mojokerto 21/7/2024 MOJOKERTO : Bentuk kekesalan warga Dusun Kangkungan, Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, Mojokerto, Jatim, akibat dampak yang ditimbulkan oleh kendaraan proyek dan penggunaan jalan yang tidak ijin ke warga. Pada Minggu siang (21/7/2024) warga Kangkungan tutup jalan menuju proyek pembangunan pabrik. Puluhan warga setempat, memblokade jalan setapak menuju proyek. Sebab, sejak dimulainya proyek pembangunan pabrik, warga sudah berkali-kali mengajukan kompensasi ke pihak pengembang, namun, hingga saat ini kompensasi tak kunjung terealisasi. Dengan kompak, warga Dusun Kangkungan mendirikan pagar dari bambu yang di bubuhi spanduk penutupan jalan. "Kami sudah capek dengan janji-janji belaka dari pihak manajemen pabrik. Sekitar sudah 5 kali mediasi dengan Pemdes Lengkong, dan perwakilan perusahaan, namun hingga saat ini mediasi tersebut masih dead lock," kata Didik, warga setempat. Menurut warga yang lain, Agustina (54) sepanjang perus...