Langsung ke konten utama

Bawas TMMD Hadiri Latihan Komunitas peduli Lingkungan

Radar Publik
Sidoarjo.

Bintara  Pengawas TNI Manunggal Membangun Desa (BAWAS TMMD)  pada  Hari Rabu tgl 23 Oktober 2019 Pukul 09:30. Wib Danramil 0816/08 Jabon Kapten Inf I Made Sudiadnyana yang di wakili Babinsa Koramil 0816/08 Jabon Desa Kupang Sertu Sugiarto menghadiri menyampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Pembinaan dan Latihan  KOMUNITAS PEDULI LINGKUNGAN dalam rangka TMMD ke-106 di Desa Kupang Kecamatan Jabon Kabupaten sidoarjo kondisi lancar aman Ucap Sugianto
Dan juga Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Kepala desa Kupang Mukhamad menyampaikan terima kasih kepada kepala Dinas Lingkungan hidup Ibu Diah laras ayu
Dan Babinsa desa Kupang Sertu Sugianto
Serta Nara Sumber Drs Fauzi Baktiar A MT ( Kasi persampahan Bid Pengelolaan Sampah dan B3 )Juga Diah laras Ayu Ir MM ( Kasi Peningkatan Kapasitas Bid Penatan Lingkungan dan ibu Eka Agustina M ST MSI ( Analis Lingkungan Bid Pengelolaan Sampah dan B3 )Juga Dra Winarsih M Kes ( UNESA )dan Soeyono ( Kader Lingkungan Desa Larangan Sidoarjo)  Serta para Perangkat Desa Kupang juga ibu Ibu PKK desa Kupang dan Alhamdulillah
Kegiatan Pembinaan Dan Pelantikan KOMUNITAS PEDULI LINGKUNGAN dilaks  dengan tertib dan aman Ucap Mukhamad kades Kupan Jabon (Zeey).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Suasana Malam Di Tangkis Porong Indah (TPI)

Radar Publik Minggu (3/11/2013) WARGA Porong dan sekitarnya punya istilah khas, TPI. Bukan Televisi Pendidikan Indonesia, melainkan TANGKIS PORONG INDAH. Ini tempat mangkal ratusan lonte di tangkis (tanggul) Kali Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. ‘Keindahan’ tangkis itu bisa disaksikan setiap malam. Tangkis yang siangnya panas terik dan sepi, malam hari sangat meriah. Di sini tak ada rumah bordil yang khusus menyediakan kamar berikut lontenya. Di sini semua serba darurat. Usai matahari terbenam para ‘pengusaha’ bikin kamar-kamar begituan. Sedikitnya ada 60 kamar. “Ada semacam panitia atau pemilik. Rangkanya sudah ada, sehingga malam tinggal pasang. Bikinnya gampang sekali, dan ini sudah berlangsung bertahun-tahun,” ujar Eko, warga Porong. Pengelola kompleks TPI menyiapkan dua tiga wadah berisi air bersih di depan kamar 2 x 1 meter itu. Tujuannya, apalagi kalau bukan untuk membersihkan organ intim si lonte dan tamunya usai berhubungan badan. Fasilitas ini, rata-rata sudah...

Belum Jelas Perizinannya Pembangunan Pabrik Paku di Kangkungan Mojokerto di Protes Warga

Radar Publik Jatim - Selasa, 16/7/2024 MOJOKERTO, Warga Dusun Kangkungan Desa Lengkong Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, memprotes pembangunan pabrik paku yang ada di daerahnya, alasannya, mereka khawatir terdampak sisa hasil produksi dari produsen paku itu kelak kalau sudah beroperasi, di antaranya debu dan sumber air yang terkontaminasi dengan limbah besi.  Selain itu, warga juga menuntut kompensasi kepada pemilik pabrik akibat debu yang ditimbulkan oleh dum truk yang berlalu lalang, pada masa proyek pembangunan. Tidak hanya debu dan suara bising, mereka juga mempertanyakan ijin penggunaan akses yang di lalui dum truk untuk menguruk pabrik. Warga setempat, Alfatah (42)  mengatakan " kami hanya menanyakan kedepan dampak yang di timbulkan oleh pabrik, dan kami juga menanyakan penggunaan akses yang di lalui kendaraan proyek" . " Warga Kangkungan kepingin tahu, ijinnya sama siapa ? kaitan dengan penggunaan jalan yang di lalui kend...

Buntut Protes Warga, Kompensasi Tidak Cair Dari Pabrik Warga Tutup Akses Menuju Proyek

Radar Publik .com Mojokerto 21/7/2024 MOJOKERTO : Bentuk kekesalan warga Dusun Kangkungan, Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, Mojokerto, Jatim, akibat dampak yang ditimbulkan oleh kendaraan proyek dan penggunaan jalan yang tidak ijin ke warga. Pada Minggu siang (21/7/2024) warga Kangkungan tutup jalan menuju proyek pembangunan pabrik. Puluhan warga setempat, memblokade jalan setapak menuju proyek. Sebab, sejak dimulainya proyek pembangunan pabrik, warga sudah berkali-kali mengajukan kompensasi ke pihak pengembang, namun, hingga saat ini kompensasi tak kunjung terealisasi. Dengan kompak, warga Dusun Kangkungan mendirikan pagar dari bambu yang di bubuhi spanduk penutupan jalan. "Kami sudah capek dengan janji-janji belaka dari pihak manajemen pabrik. Sekitar sudah 5 kali mediasi dengan Pemdes Lengkong, dan perwakilan perusahaan, namun hingga saat ini mediasi tersebut masih dead lock," kata Didik, warga setempat. Menurut warga yang lain, Agustina (54) sepanjang perus...