Langsung ke konten utama

BATU LEDAK PT MSS MENIMPA RUMAH WARGA


Radar Publik
Purwakarta
Selasa tanggal 08 Oktober 2019

Kp Cihandeleum Rt 09/05 Desa Sukamulya Kec Tegalwaru Kab Purwakarta

Telah diterima informasi dari Warga adanya kejadian saat PT MSS melakukan Blasting / peledakan batu ledaknya menimpa rumah warga yang ada disekitar pemukiman warga sehingga masyarakat marah dan berbondong bondong mendatangi pihak perusahaan untuk meminta pertanggungjawaban, dari hasil pengecekan dilapangan dan menurut keterangan saksi batu tersebut jatuh dari ketinggian sekira 500m kerumah warga yang ada di bawah gunung.

Untungnya Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut namun kerugian materi sekitar mencapai Rp. 460.000.000.00

KORBAN MATERI/PEMILIK RUMAH
1. Dodi, 35 th, islam, PNS, Kp Cihandeleum Rt 09/05 desa Sukamulya Kec tegalwaru Kab Purwakarta, (rumah permanen ukuran 10X8 rusak berat)
2. Holid, 55 th, islam, buruh, Alamat SDA.( Rumah permanen ukuran 8x6 Rusak berat)
3. Oji, 40th, buruh, alamat sda ( Rusak sedang di bagian kamar mandi / dapur)
4.Kamsir, 40th, buruh, rumah permanen rusak ringan genteng rumah pecah.
5. Madrasah MI rusak ringan lantai keramik pecah.
6. H aceng, 55 th, Buruh, Alamat SDA, Rusak berat bagian kamar mandi.
7. Aceng, 50th, buruh, islam, alamat SDA, rusak sedang dinding rumah retak

8 DELAPAN buah batu besar yang diledakan oleh PT. MMS telah memporak porandakan rumah warga sekitar  (red)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Suasana Malam Di Tangkis Porong Indah (TPI)

Radar Publik Minggu (3/11/2013) WARGA Porong dan sekitarnya punya istilah khas, TPI. Bukan Televisi Pendidikan Indonesia, melainkan TANGKIS PORONG INDAH. Ini tempat mangkal ratusan lonte di tangkis (tanggul) Kali Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. ‘Keindahan’ tangkis itu bisa disaksikan setiap malam. Tangkis yang siangnya panas terik dan sepi, malam hari sangat meriah. Di sini tak ada rumah bordil yang khusus menyediakan kamar berikut lontenya. Di sini semua serba darurat. Usai matahari terbenam para ‘pengusaha’ bikin kamar-kamar begituan. Sedikitnya ada 60 kamar. “Ada semacam panitia atau pemilik. Rangkanya sudah ada, sehingga malam tinggal pasang. Bikinnya gampang sekali, dan ini sudah berlangsung bertahun-tahun,” ujar Eko, warga Porong. Pengelola kompleks TPI menyiapkan dua tiga wadah berisi air bersih di depan kamar 2 x 1 meter itu. Tujuannya, apalagi kalau bukan untuk membersihkan organ intim si lonte dan tamunya usai berhubungan badan. Fasilitas ini, rata-rata sudah...

Belum Jelas Perizinannya Pembangunan Pabrik Paku di Kangkungan Mojokerto di Protes Warga

Radar Publik Jatim - Selasa, 16/7/2024 MOJOKERTO, Warga Dusun Kangkungan Desa Lengkong Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, memprotes pembangunan pabrik paku yang ada di daerahnya, alasannya, mereka khawatir terdampak sisa hasil produksi dari produsen paku itu kelak kalau sudah beroperasi, di antaranya debu dan sumber air yang terkontaminasi dengan limbah besi.  Selain itu, warga juga menuntut kompensasi kepada pemilik pabrik akibat debu yang ditimbulkan oleh dum truk yang berlalu lalang, pada masa proyek pembangunan. Tidak hanya debu dan suara bising, mereka juga mempertanyakan ijin penggunaan akses yang di lalui dum truk untuk menguruk pabrik. Warga setempat, Alfatah (42)  mengatakan " kami hanya menanyakan kedepan dampak yang di timbulkan oleh pabrik, dan kami juga menanyakan penggunaan akses yang di lalui kendaraan proyek" . " Warga Kangkungan kepingin tahu, ijinnya sama siapa ? kaitan dengan penggunaan jalan yang di lalui kend...

Buntut Protes Warga, Kompensasi Tidak Cair Dari Pabrik Warga Tutup Akses Menuju Proyek

Radar Publik .com Mojokerto 21/7/2024 MOJOKERTO : Bentuk kekesalan warga Dusun Kangkungan, Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, Mojokerto, Jatim, akibat dampak yang ditimbulkan oleh kendaraan proyek dan penggunaan jalan yang tidak ijin ke warga. Pada Minggu siang (21/7/2024) warga Kangkungan tutup jalan menuju proyek pembangunan pabrik. Puluhan warga setempat, memblokade jalan setapak menuju proyek. Sebab, sejak dimulainya proyek pembangunan pabrik, warga sudah berkali-kali mengajukan kompensasi ke pihak pengembang, namun, hingga saat ini kompensasi tak kunjung terealisasi. Dengan kompak, warga Dusun Kangkungan mendirikan pagar dari bambu yang di bubuhi spanduk penutupan jalan. "Kami sudah capek dengan janji-janji belaka dari pihak manajemen pabrik. Sekitar sudah 5 kali mediasi dengan Pemdes Lengkong, dan perwakilan perusahaan, namun hingga saat ini mediasi tersebut masih dead lock," kata Didik, warga setempat. Menurut warga yang lain, Agustina (54) sepanjang perus...