Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2017

Angin Puting Beliung Rusak Puluhan Rumah Di Desa Sekarjoho

Radar Publik PRIGEN – Pada hari Jumat (15/12/2017) pukul 17.15 WIB. telah terjadi bencana alam Angin Puting Beliung di Dusun Sekarjoho Desa Sekarjoho Kec Prigen. Adapun kronologi kejadian yaitu pada pukul 14.10 WIB. terjadi hujan yang sangat deras disertai angin kencang yang mengakibatkan Angin Puting Beliung, pada pukul 16.30 WIB Angin Puting Beliung mulai datang dan berputar di Dusun Sekarjoho Desa Sekarjoho Kec. Prigen yang mengakibatkan atap rumah penduduk dan Pos Siskamling serta Sekolahan berterbangan, pukul 17.15 WIB. Angin Puting Beliung memporak porandaikan 48 rumah penduduk dan 1 SD, 1 Pos Siskamling dan 1 Kantor / Balai Dusun. Wilayah yang terdampak Angin Puting Beliung yaitu Dusun Sekarjoho Ds. Sekarjoho Kec. Prigen, tidak ada kerugian jiwa, yang kena kerugian materiil Angin Puting Beliung ada 48 rumah warga, dan sarana pasum yaitu satu SD, satu Balai Dusun, satu Pos Kampling. Kapolsek Prigen juga memrintahkan Bhabinkamtibmas Ds. Sekarjoho BRIPKA Feri Wijaya, Ang...

Siang ini Terjadi 12 Gempa Susulan di Tasikmalaya, BMKG Minta Masyarakat Tenang

Radar Publik Sabtu, 16-12-2017 Tasikmalaya - Sebanyak 12 gempa susulan terjadi di sekitar?Tasikmalaya, Jawa Barat, hingga Sabtu (16/12) siang. Namun, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat tak khawatir meski ada deteksi gempa baru di Garut pada pukul 07:25 WIB. "Sejauh ini tidak ada yang mengkhawatirkan," terang Kepala Bagian Humas BMKG Hary Tirto Djatmiko pada JawaPos.com, Sabtu (16/12). Hary menjelaskan, tidak semua gempa yang datang setelah gempa utama merupakan gempa susulan. Seperti yang terjadi di Garut pagi ini pukul 07.25 WIB dengan kekuatan 5,7 SR kedalaman sepuluh kilometer. Menurut Harry, gempa yang terjadi di Garut tadi pagi, adalah gempa baru. "Gempa Garut yang kekuatannya 5,7 SR kedalamannya sepuluh kilometer lokasinya berbeda dengan lokasi yang tadi malam. Jadi, itu konteksnya bukan gempa susulan. Itu merupakan gempa baru yang muncul agak selatan karena jaraknya jauh dari pinggir pantai," jelasnya. BMKG...

Dikira Kucing , Warga Pujon Temukan Bayi Perempuan

Radar Publik Malang, Kota Batu - Jum'at, 15-12-2017 Oleh : Rafli Firmansyah Warga Desa Ngroto Kecamatan Pujon Kabupaten Malang , digegerkan dengan penemuan bayi. Bayi berjenis kelamin perempuan ini ditemukan warga setelah mendengar suara rintihan yang dikira suara kucing. Bayi perempuan mungil ditemukan Ponasih warga Dusun Krajan RT 24, RW 11 Desa Ngroto Kecamatan Pujon Kabupaten Malang, di lorong samping rumahnya. Pemilik rumah awalnya mengira suara yang didengarnya adalah suara kucing. Saat di cek sumber suara, dilihatnya ternyata bayi perempuan yang dalam kondisi telanjang bulat lengkap dengan ari-ari. Mirisnya, bayi malang ini digeletakkan saja di halaman rumah dan dibungkus dengan kain pel. Pemilik rumah lantas bergegas melaporkan  temuannya tersebut ke perangkat desa setempat. Selang beberapa menit kemudian bayi langsung di evakuasi ke Puskesdes Ananda Desa Ngroto . Beruntung bayi langsung dievakuasi ke Puskesres setempat. Menurut Yunita Dwi Wukandari, Bidan Pu...

Terlibat Korupsi, Kejari Tahan Mantan Lurah Kepanjen

Radar Publik MALANG Rabu, 13-12-2017 Oleh : Hadi Triswanto Malang - Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Kepanjen telah menahan Mantan Lurah Kepanjen Yoyok Yudianto. Warga kelurahan Mulyorejo Kecamatan Sukun Kota Malang ini, menjadi tersangka kasus dugaan penyimpangan pengelolaan aset berupa tanah eks bengkok. Guna penelusuran lebih mendalam terkait jumlah kerugian negara, Kejari bersinergi dengan inspektorat untuk melakukan audit. Seperti diketahui, dugaan korupsi yang dilakukan Yoyok Yudianto berdasarkan laporan masyarakat ke Kejari Kepanjen beberapa bulan lalu. Selanjutnya penyidik Pidsus melakukan penyelidikan selama sebulan dan meminta keterangan  12 saksi. Menurut Tridiyah Maistuti Kepala Inspektorat Kabupaten Malang, dugaan korupsi penyimpangan pengelolaan aset berupa tanah eks bengkok yang dilakukan Yoyok ini, terjadi saat masih menjabat sebagai Lurah Kepanjen mulai 2011 sampai 2016. "Yoyok melakukan tindakan melawan hukum, karena pengelolaan aset tanah eks...

Kecewa Penanganan Korupsi, Massa Demo Penegak Hukum

Radar Publik JOMBANG - Selasa, 12-12-2017 Oleh : Saiful Mualimin Memperingati Hari Anti Korupsi sedunia yang jatuh tanggal 9 Desember kemarin puluhan massa dari Forum Rembug Masyarakat Jombang (FRMJ) menggelar unjuk rasa. Aksi ini digelar di sejumlah kantor penegak hukum mulai kepolisian, kejaksaan hingga pengadilan. Puluhan massa aksi ini menggelar unjuk rasa di Mapolres Jombang. Dengan membawa sejumlah poster dan spanduk masa aksi menyampaikan aspirasinya dengan orasi bebas. Keinginan pengunjuk rasa untuk menemui penyidik dari Satreskrim terhalang barikade petugas yang berjaga di depan pintu masuk. Usai terjadi negosiasi, akhirnya sejumlah perwakilan diperbolehkan masuk. Dengan membawa sejumlah data, mereka mempertanyakan sejumlah penanganan kasus yang dianggap macet. Joko Fatah Rokhim, korlap aksi mengatakan, "Mereka kecewa atas penanganan sejumlah kasus korupsi yang mandeg. Padahal bukti-bukti cukup kuat. Di antaranya kasus ajudikasi yang melibatkan oknum kepala d...

Sebanyak 156 Preman Diamankan Polres Malang Demi Keamanan

Radar Publik Malang Senin, 11-12-2017 Oleh : Khaerul Anwar Jelang hari raya natal dan tahun baru 2018, Satreskrim Polres Malang bersama jajaran membekuk preman-preman yang meresahkan masyarakat. Sebanyak 156 preman diamankan dalam operasi cipta kondisi, sekaligus persiapan Operasi Sikat Semeru kedua yang akan dilaksanakan 11 hingga 20 Desember mendatang. Sebanyak 30 polsek jajaran bergerak memberantas preman di wilayahnya masing-masing. Hasilnya mengamankan preman dan pengamen yang meresahkan warga. Operasi tersebut, merupakan attensi dari Kapolri, Jenderal Polisi Titto Karnavian dengan menyuruh seluruh Kapolda dan Kapolres se Indonesia, dilakukan secara serentak. Guna mengurangi angka kejahatan jelang natal dan tahun baru. Menurut Menurut Kompol Deky Hermansyah, Wakapolres Malang, seluruh jajaran Polsek juga diwajibkan untuk mencegah tindak pidana pencurian dengan pemberatan atau curas, pencurian dengan kekerasan atau curas dan pencurian kendaraan bermotor atau curanmor....

Harta Karun Peninggala Bung Karno Bawa Musibah, Tiga Orang Tewas Misterius

Radar Publik Senin, 11-12-2017 Oleh : Felli Kosasi Jember - Diduga hirup gas beracun di dalam goa saat mencari harta karun, tiga dari empat orang tewas di Kecamatan Mumbulsari Jember. Tim sar dibantu aparat TNI dan polisi berhasil mengevakuasi 4 korban. Atas kejadian ini, seketika warga di Desa Lampeji Kecamatan Mumbulsari Jember, MInggu sore digegerkan dengan peristiwa 4 orang yang terjebak dalam goa yang digali sendiri. Berlokasi di pegunungan mayang ini, keempat warga tersebut melakukan penggalian harta karun. Goa sedalam 18 meter ini diduga mengandung gas beracun sehingga membuat ketiga orang di dalamnya tewas. Sementara satu korban selamat namun dalam kondisi tidak sadarkan diri dan harus mendapat bantuan oksigen. Petugas dari Tim SAR, TNI dan polisi butuh waktu 4 jam untuk mengevakuasi seluruh korban, karena lokasi goa berada di lereng pegunungan yang terjal. Tiga korban tewas masing masing Taufik (40) dan Bari (18) warga Desa Suboh,Kecamatan Pakusari Jember, serta ...