Langsung ke konten utama

Tiga Bandit Jalanan di Wilayah Sidoarjo Dihajar Timah Panas

Radar Publik
Sidoarjo - Tiada kata ampun bagi para pelaku kejahatan yang sering beroperasi di wilayah Sidoarjo. Tiga bandit jalan yang sering meresahkan warga Kota Udang, dihajar timah panas polisi.

Tiga bandit berinisial NS (35), AD (33) dan BS (40), semuanya warga asli Pasuruan, ditembak anggota Reskrim Sidoarjo, karena berusaha memberikan perlawanan saat akan ditangkap, di sekitar Pasar Tulangan, Minggu (13/7/2013) pagi.

"Kita tembak ketiganya pada kaki kiri," kata Kasat Reskrim Polres Sidoarjo AKP Ronny Setiyadi kepada sejumlah wartawan.

Alasan petugas menembak ketiga bandit itu cukup beralasan karena cukup membahayakan anggota yang akan menangkap, serta masyarakat sekitar lokasi penangkapan.

Sebelum dihadiahi timah panas menurut AKP Ronny, seorang anggota reskrim yang dipimpin langsung oleh Iptu Yuyus Andreastanto, mengeluarkan senjata laras panjang jenis SS.

Namun, senjata laras panjang tersebut tidak membuat pelaku takut. Mereka malah berusaha menyerang petugas dengan mengeluarkan clurit dan senjata api rakitan. Karena diangap membahayakan, salah satu anggota lainnya langsung memberikan tembakan menggunakan revolver, standart milik kepolisian.

"Kita tembak kakinya, karena ketiga pelaku mengeluarkan celurit dan senpi rakitan," tegas perwira tiga balok di pundak tersebut.

Dengan ditangkapnya NS, AD dan BS, polisi masih memburu pelaku lainnya. Ada indikasi, ketiga pelaku yang ditembak oleh anggota reskrim tersebut mempunyai sindikat.

"Ada satu yang belum ditangkap. Dimungkinkan ketiganya merupakan pelaku kejahatan yang melakukan perampasan motor di wilayah Sidoarjo," pungkas AKP Ronny. (Damar)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Suasana Malam Di Tangkis Porong Indah (TPI)

Radar Publik Minggu (3/11/2013) WARGA Porong dan sekitarnya punya istilah khas, TPI. Bukan Televisi Pendidikan Indonesia, melainkan TANGKIS PORONG INDAH. Ini tempat mangkal ratusan lonte di tangkis (tanggul) Kali Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. ‘Keindahan’ tangkis itu bisa disaksikan setiap malam. Tangkis yang siangnya panas terik dan sepi, malam hari sangat meriah. Di sini tak ada rumah bordil yang khusus menyediakan kamar berikut lontenya. Di sini semua serba darurat. Usai matahari terbenam para ‘pengusaha’ bikin kamar-kamar begituan. Sedikitnya ada 60 kamar. “Ada semacam panitia atau pemilik. Rangkanya sudah ada, sehingga malam tinggal pasang. Bikinnya gampang sekali, dan ini sudah berlangsung bertahun-tahun,” ujar Eko, warga Porong. Pengelola kompleks TPI menyiapkan dua tiga wadah berisi air bersih di depan kamar 2 x 1 meter itu. Tujuannya, apalagi kalau bukan untuk membersihkan organ intim si lonte dan tamunya usai berhubungan badan. Fasilitas ini, rata-rata sudah...

Belum Jelas Perizinannya Pembangunan Pabrik Paku di Kangkungan Mojokerto di Protes Warga

Radar Publik Jatim - Selasa, 16/7/2024 MOJOKERTO, Warga Dusun Kangkungan Desa Lengkong Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, memprotes pembangunan pabrik paku yang ada di daerahnya, alasannya, mereka khawatir terdampak sisa hasil produksi dari produsen paku itu kelak kalau sudah beroperasi, di antaranya debu dan sumber air yang terkontaminasi dengan limbah besi.  Selain itu, warga juga menuntut kompensasi kepada pemilik pabrik akibat debu yang ditimbulkan oleh dum truk yang berlalu lalang, pada masa proyek pembangunan. Tidak hanya debu dan suara bising, mereka juga mempertanyakan ijin penggunaan akses yang di lalui dum truk untuk menguruk pabrik. Warga setempat, Alfatah (42)  mengatakan " kami hanya menanyakan kedepan dampak yang di timbulkan oleh pabrik, dan kami juga menanyakan penggunaan akses yang di lalui kendaraan proyek" . " Warga Kangkungan kepingin tahu, ijinnya sama siapa ? kaitan dengan penggunaan jalan yang di lalui kend...

Buntut Protes Warga, Kompensasi Tidak Cair Dari Pabrik Warga Tutup Akses Menuju Proyek

Radar Publik .com Mojokerto 21/7/2024 MOJOKERTO : Bentuk kekesalan warga Dusun Kangkungan, Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, Mojokerto, Jatim, akibat dampak yang ditimbulkan oleh kendaraan proyek dan penggunaan jalan yang tidak ijin ke warga. Pada Minggu siang (21/7/2024) warga Kangkungan tutup jalan menuju proyek pembangunan pabrik. Puluhan warga setempat, memblokade jalan setapak menuju proyek. Sebab, sejak dimulainya proyek pembangunan pabrik, warga sudah berkali-kali mengajukan kompensasi ke pihak pengembang, namun, hingga saat ini kompensasi tak kunjung terealisasi. Dengan kompak, warga Dusun Kangkungan mendirikan pagar dari bambu yang di bubuhi spanduk penutupan jalan. "Kami sudah capek dengan janji-janji belaka dari pihak manajemen pabrik. Sekitar sudah 5 kali mediasi dengan Pemdes Lengkong, dan perwakilan perusahaan, namun hingga saat ini mediasi tersebut masih dead lock," kata Didik, warga setempat. Menurut warga yang lain, Agustina (54) sepanjang perus...