Langsung ke konten utama

Ini Titik Rawan Kecelakaan dan Macet di Pasuruan

Radar Publik
Pasuruan - Para pemudik yang akan memasuki wilayah Kabupaten Pasuruan harus mewaspadai sepanjang jalur Purwodadi hingga Gempol. Jalur Surabaya-Malang ini menjadi titik paling rawan kecelakaan.

"Titik rawan kecelakaan saat mudik berada di sepanjang jalur Gempol-Purwodadi," kata Kasat Lantas Polres Pasuruan AKP Tony Prasetyo kepada Radar Publik, Rabu (31/7/2013).

Di jalur selatan yang menghubungkan Surabaya-Malang ini pemudik diharapkan menambah kewaspadaan terutama arah Purwodadi-Gempol. Kondisi jalan yang menurun membuat pengendara terpacu untuk menambah kecepatan.

"Kondisi jalannya menurun membuat kendaraan melaju lebih cepat," imbuhnya.

Di sepanjang jalur selatan ini, terutama arah Purwodadi-Gempol selama ini sering terjadi kecelakaan akibat, terutama di jalur maut Jalan Parerejo, Purwodadi. Di jalur ini, polisi menyebarkan spanduk dan berbagai poster peringatan.

Tony mengatatakan selain titik rawan kecelakaan yang harus diwaspadai, polisi juga mengharapkan pemudik waspada dan bersabar saat melintas di Jalan Raya Kejapan dan Pertigaan Purwosari. Di dua titik ini dipastikan terjadi penumpukan kendaraan saat mudik yang puncaknya pada hari Jumat (2/8) sampai Selasa (6/8).

"Untuk jalan-jalan berlubang di sekitar perlintasan kereta kita segera minta untuk diaspal sehingga saat puncak mudik tidak ada delay kendaraan," pungkas Tony.

Sementara di jalur Pasuruan-Probolinggo, pemudik juga patut mewaspadai sepanjang jalur Lekok-Grati. Jalur cepat ini sangat rawan kecelakaan karena tidak terdapat median jalan. Sementara di jalur ini, titik kemacetan terdapat di Pertigaan Ngopka karena pasar tumpah. (Damar)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Suasana Malam Di Tangkis Porong Indah (TPI)

Radar Publik Minggu (3/11/2013) WARGA Porong dan sekitarnya punya istilah khas, TPI. Bukan Televisi Pendidikan Indonesia, melainkan TANGKIS PORONG INDAH. Ini tempat mangkal ratusan lonte di tangkis (tanggul) Kali Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. ‘Keindahan’ tangkis itu bisa disaksikan setiap malam. Tangkis yang siangnya panas terik dan sepi, malam hari sangat meriah. Di sini tak ada rumah bordil yang khusus menyediakan kamar berikut lontenya. Di sini semua serba darurat. Usai matahari terbenam para ‘pengusaha’ bikin kamar-kamar begituan. Sedikitnya ada 60 kamar. “Ada semacam panitia atau pemilik. Rangkanya sudah ada, sehingga malam tinggal pasang. Bikinnya gampang sekali, dan ini sudah berlangsung bertahun-tahun,” ujar Eko, warga Porong. Pengelola kompleks TPI menyiapkan dua tiga wadah berisi air bersih di depan kamar 2 x 1 meter itu. Tujuannya, apalagi kalau bukan untuk membersihkan organ intim si lonte dan tamunya usai berhubungan badan. Fasilitas ini, rata-rata sudah...

Belum Jelas Perizinannya Pembangunan Pabrik Paku di Kangkungan Mojokerto di Protes Warga

Radar Publik Jatim - Selasa, 16/7/2024 MOJOKERTO, Warga Dusun Kangkungan Desa Lengkong Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, memprotes pembangunan pabrik paku yang ada di daerahnya, alasannya, mereka khawatir terdampak sisa hasil produksi dari produsen paku itu kelak kalau sudah beroperasi, di antaranya debu dan sumber air yang terkontaminasi dengan limbah besi.  Selain itu, warga juga menuntut kompensasi kepada pemilik pabrik akibat debu yang ditimbulkan oleh dum truk yang berlalu lalang, pada masa proyek pembangunan. Tidak hanya debu dan suara bising, mereka juga mempertanyakan ijin penggunaan akses yang di lalui dum truk untuk menguruk pabrik. Warga setempat, Alfatah (42)  mengatakan " kami hanya menanyakan kedepan dampak yang di timbulkan oleh pabrik, dan kami juga menanyakan penggunaan akses yang di lalui kendaraan proyek" . " Warga Kangkungan kepingin tahu, ijinnya sama siapa ? kaitan dengan penggunaan jalan yang di lalui kend...

Buntut Protes Warga, Kompensasi Tidak Cair Dari Pabrik Warga Tutup Akses Menuju Proyek

Radar Publik .com Mojokerto 21/7/2024 MOJOKERTO : Bentuk kekesalan warga Dusun Kangkungan, Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, Mojokerto, Jatim, akibat dampak yang ditimbulkan oleh kendaraan proyek dan penggunaan jalan yang tidak ijin ke warga. Pada Minggu siang (21/7/2024) warga Kangkungan tutup jalan menuju proyek pembangunan pabrik. Puluhan warga setempat, memblokade jalan setapak menuju proyek. Sebab, sejak dimulainya proyek pembangunan pabrik, warga sudah berkali-kali mengajukan kompensasi ke pihak pengembang, namun, hingga saat ini kompensasi tak kunjung terealisasi. Dengan kompak, warga Dusun Kangkungan mendirikan pagar dari bambu yang di bubuhi spanduk penutupan jalan. "Kami sudah capek dengan janji-janji belaka dari pihak manajemen pabrik. Sekitar sudah 5 kali mediasi dengan Pemdes Lengkong, dan perwakilan perusahaan, namun hingga saat ini mediasi tersebut masih dead lock," kata Didik, warga setempat. Menurut warga yang lain, Agustina (54) sepanjang perus...