Langsung ke konten utama

Isak Tangis Warnai Santunan Pangdam XVII/Cenderawasih Kepada Ibu Alm Praka Lukas A. Woremba Korban Kekejaman KST Di Yahukimo

Radar Publik
Papua 

JAYAPURA, - Suasana haru dan isak tangis mewarnai acara Rapim Kodam XVII/Cenderawasih saat penyerahan bantuan dan santunan kepada keluarga Almarhum Praka Anumerta Lukas A. Woremba oleh Pangdam XVII/Muhammad Saleh Mustafa yang diterima secara langsung oleh Ibu Kandung almarhum Praka Anm Lukas A Worembai bernama Amelia Yawandare dan Bapak Demianus Worembai (Bapak angkat Alm Praka Anumerta Lukas A. Worembai) yang gugur akibat kekejaman penembakan KST di wilayah Yahukimo beberapa waktu lalu, bertempat di Aula Tony A. Rompis Makodam XVII/Cenderawasih, Selasa (07/03/2023).
Demikian disampaikan Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Kav. Herman Taryaman, S.I.P., M.H dalam keterangannya.

"Ini sebagai bentuk kepedulian Pimpinan kepada Prajuritnya dan juga merupakan bentuk santunan juga dari Asabri," jelas Kapendam XVII/Cenderawasih.

Momen haru dan isak tangis terdengar saat Ibu Kandung almarhum Praka Anumerta Lukas A Worembai Ibu Kandung almarhum Praka Anumerta Lukas A Worembai a.n Amelia Yawandare dan Bapak Demianus Worembai (Bapak angkat Almarhum Praka Anumerta Lukas A. Worembai) memasuki Aula Tonny Rompis Makodam XVII/Cenderawasih usai tiba dari Serui Papua.

Serta merta terlihat para peserta Rapim menyambut keluarga Almarhum Praka Anumerta Lukas A Worembai tersebut didampingi pihak dari Asabri Papua.

Saat dimintai tanggapan kedatangannya, Ibu Praka Anumerta Lukas A WorembaiIbu atas nama Amelia Yawandare mengungkapkan rasa sedihnya karena anak tercintanya gugur ditembak oleh KST di Yahukimo dan menyampaikan terima kasih kepada Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Muhammad Saleh Mustafa yang sangat peduli terhadap keluarga Almarhum sehingga datang untuk mengucapkan terima kasih kepada Pangdam XVII/Cenderawasih.

"Saya mama berterima kasih kepada Panglima karena peduli dan hak-hak keluarga semuanya diberikan kepada keluarga. Terima kasih dan hormat kepada Pangdam XVII/Cenderawasih," ungkap mama Amelia Yawandare

Sementara itu, Pangdam XVII/Cenderawasih menyampaikan pihaknya keluarga besar Kodam XVII/Cenderawasih turut berduka atas pengorbanan almarhum Praka Anumerta Lukas A. Worembai yang telah gugur dalam menjalankan tugas di Yahukimo.

"Kami Kodam XVII/Cenderawasih adalah keluarga besar dari Ibu Kandung almarhum Praka Anumerta Lukas A Worembai, sehingga hak-hak akan diterima oleh Ibu Kandung dan akan diuruskan oleh kita Kodam dan silakan diterima. Semoga kita ikhlaskan kepergian Almarhum diterima disisi Tuhan sebagai penghibur keluarga," ungkap Pangdam XVII/Cenderawasih penuh haru.

Lebih lanjut, Pangdam XVII/Cenderawasih menyerahkan bantuan dan santunan secara simbolis berupa uang santunan Rp. 454.003.200,- (Empat Ratus Lima Puluh Empat Juta Tiga Ribu Dua Ratus Rupiah) kepada Ibu Kandung almarhum Praka Anumerta Lukas A Worembai bernama Amelia Yawandare dan Bapak Demianus Worembai (Bapak angkat Alm Praka Anumerta Lukas A. Worembai). Otentifikasi: Pendam XVII/Cenderawasih (red) 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Suasana Malam Di Tangkis Porong Indah (TPI)

Radar Publik Minggu (3/11/2013) WARGA Porong dan sekitarnya punya istilah khas, TPI. Bukan Televisi Pendidikan Indonesia, melainkan TANGKIS PORONG INDAH. Ini tempat mangkal ratusan lonte di tangkis (tanggul) Kali Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. ‘Keindahan’ tangkis itu bisa disaksikan setiap malam. Tangkis yang siangnya panas terik dan sepi, malam hari sangat meriah. Di sini tak ada rumah bordil yang khusus menyediakan kamar berikut lontenya. Di sini semua serba darurat. Usai matahari terbenam para ‘pengusaha’ bikin kamar-kamar begituan. Sedikitnya ada 60 kamar. “Ada semacam panitia atau pemilik. Rangkanya sudah ada, sehingga malam tinggal pasang. Bikinnya gampang sekali, dan ini sudah berlangsung bertahun-tahun,” ujar Eko, warga Porong. Pengelola kompleks TPI menyiapkan dua tiga wadah berisi air bersih di depan kamar 2 x 1 meter itu. Tujuannya, apalagi kalau bukan untuk membersihkan organ intim si lonte dan tamunya usai berhubungan badan. Fasilitas ini, rata-rata sudah...

Belum Jelas Perizinannya Pembangunan Pabrik Paku di Kangkungan Mojokerto di Protes Warga

Radar Publik Jatim - Selasa, 16/7/2024 MOJOKERTO, Warga Dusun Kangkungan Desa Lengkong Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, memprotes pembangunan pabrik paku yang ada di daerahnya, alasannya, mereka khawatir terdampak sisa hasil produksi dari produsen paku itu kelak kalau sudah beroperasi, di antaranya debu dan sumber air yang terkontaminasi dengan limbah besi.  Selain itu, warga juga menuntut kompensasi kepada pemilik pabrik akibat debu yang ditimbulkan oleh dum truk yang berlalu lalang, pada masa proyek pembangunan. Tidak hanya debu dan suara bising, mereka juga mempertanyakan ijin penggunaan akses yang di lalui dum truk untuk menguruk pabrik. Warga setempat, Alfatah (42)  mengatakan " kami hanya menanyakan kedepan dampak yang di timbulkan oleh pabrik, dan kami juga menanyakan penggunaan akses yang di lalui kendaraan proyek" . " Warga Kangkungan kepingin tahu, ijinnya sama siapa ? kaitan dengan penggunaan jalan yang di lalui kend...

Buntut Protes Warga, Kompensasi Tidak Cair Dari Pabrik Warga Tutup Akses Menuju Proyek

Radar Publik .com Mojokerto 21/7/2024 MOJOKERTO : Bentuk kekesalan warga Dusun Kangkungan, Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, Mojokerto, Jatim, akibat dampak yang ditimbulkan oleh kendaraan proyek dan penggunaan jalan yang tidak ijin ke warga. Pada Minggu siang (21/7/2024) warga Kangkungan tutup jalan menuju proyek pembangunan pabrik. Puluhan warga setempat, memblokade jalan setapak menuju proyek. Sebab, sejak dimulainya proyek pembangunan pabrik, warga sudah berkali-kali mengajukan kompensasi ke pihak pengembang, namun, hingga saat ini kompensasi tak kunjung terealisasi. Dengan kompak, warga Dusun Kangkungan mendirikan pagar dari bambu yang di bubuhi spanduk penutupan jalan. "Kami sudah capek dengan janji-janji belaka dari pihak manajemen pabrik. Sekitar sudah 5 kali mediasi dengan Pemdes Lengkong, dan perwakilan perusahaan, namun hingga saat ini mediasi tersebut masih dead lock," kata Didik, warga setempat. Menurut warga yang lain, Agustina (54) sepanjang perus...