Langsung ke konten utama

DANA ANGGARAN BSPS UNTUK RTLH DI KAB PASURUAN TURUN TAHUN INI 3M

RADAR PUBLIK
Pasuruan

banyak rumah yang perlu di perbaiki (RTLH) di Kabupaten Pasuruan masih cukup banyak. Mencapai sekitar 19 ribuan. Tiap tahun, selalu ada sejumlah bantuan untuk merehabnya.

Tahun ini, Pemkab Pasuruan kembali dapat bantuan dari pemerintah pusat untuk memperbaikinya. Ratusan rumah direncanakan untuk bisa dibenahi dari anggaran pusat tersebut.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Pasuruan Eko Bagus mengakui, jumlah RTLH di Kabupaten Pasuruan terbilang masih tinggi. Sebanyak 1.130 unit RTLH akan diperbaiki tahun ini.

Dana sebesar Rp 22 miliar dialokasikan. Selain bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) APBD 2023, juga diambilkan dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) 2023.

Selain dari dua dana tersebut, juga masih ada sokongan anggaran dari pemerintah pusat lainnya. Sebanyak 150 unit rumah akan dibenahi tahun ini. “Setiap unitnya, akan mendapat sokongan Rp 20 juta. Kami mendapat support anggaran dari pemerintah pusat,” sampainya.

Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tersebut, merupakan stimulan untuk menyokong dalam kepemilikan rumah yang layak bagi masyarakat. Anggaran Rp 3 miliar dialokasikan dari APBN untuk program tersebut.

Meski begitu, jumlah kucuran anggaran BSPS tahun ini menurun dibanding tahun lalu. Berdasarkan radar PUBLIK , pada 2022 lalu, Pemkab Pasuruan mendapat sokongan sekitar 840 unit RTLH dari pusat. Kucuran anggarannya saat itu mencapai Rp 16 miliar. (PEDIK)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Suasana Malam Di Tangkis Porong Indah (TPI)

Radar Publik Minggu (3/11/2013) WARGA Porong dan sekitarnya punya istilah khas, TPI. Bukan Televisi Pendidikan Indonesia, melainkan TANGKIS PORONG INDAH. Ini tempat mangkal ratusan lonte di tangkis (tanggul) Kali Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. ‘Keindahan’ tangkis itu bisa disaksikan setiap malam. Tangkis yang siangnya panas terik dan sepi, malam hari sangat meriah. Di sini tak ada rumah bordil yang khusus menyediakan kamar berikut lontenya. Di sini semua serba darurat. Usai matahari terbenam para ‘pengusaha’ bikin kamar-kamar begituan. Sedikitnya ada 60 kamar. “Ada semacam panitia atau pemilik. Rangkanya sudah ada, sehingga malam tinggal pasang. Bikinnya gampang sekali, dan ini sudah berlangsung bertahun-tahun,” ujar Eko, warga Porong. Pengelola kompleks TPI menyiapkan dua tiga wadah berisi air bersih di depan kamar 2 x 1 meter itu. Tujuannya, apalagi kalau bukan untuk membersihkan organ intim si lonte dan tamunya usai berhubungan badan. Fasilitas ini, rata-rata sudah...

Belum Jelas Perizinannya Pembangunan Pabrik Paku di Kangkungan Mojokerto di Protes Warga

Radar Publik Jatim - Selasa, 16/7/2024 MOJOKERTO, Warga Dusun Kangkungan Desa Lengkong Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, memprotes pembangunan pabrik paku yang ada di daerahnya, alasannya, mereka khawatir terdampak sisa hasil produksi dari produsen paku itu kelak kalau sudah beroperasi, di antaranya debu dan sumber air yang terkontaminasi dengan limbah besi.  Selain itu, warga juga menuntut kompensasi kepada pemilik pabrik akibat debu yang ditimbulkan oleh dum truk yang berlalu lalang, pada masa proyek pembangunan. Tidak hanya debu dan suara bising, mereka juga mempertanyakan ijin penggunaan akses yang di lalui dum truk untuk menguruk pabrik. Warga setempat, Alfatah (42)  mengatakan " kami hanya menanyakan kedepan dampak yang di timbulkan oleh pabrik, dan kami juga menanyakan penggunaan akses yang di lalui kendaraan proyek" . " Warga Kangkungan kepingin tahu, ijinnya sama siapa ? kaitan dengan penggunaan jalan yang di lalui kend...

Buntut Protes Warga, Kompensasi Tidak Cair Dari Pabrik Warga Tutup Akses Menuju Proyek

Radar Publik .com Mojokerto 21/7/2024 MOJOKERTO : Bentuk kekesalan warga Dusun Kangkungan, Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, Mojokerto, Jatim, akibat dampak yang ditimbulkan oleh kendaraan proyek dan penggunaan jalan yang tidak ijin ke warga. Pada Minggu siang (21/7/2024) warga Kangkungan tutup jalan menuju proyek pembangunan pabrik. Puluhan warga setempat, memblokade jalan setapak menuju proyek. Sebab, sejak dimulainya proyek pembangunan pabrik, warga sudah berkali-kali mengajukan kompensasi ke pihak pengembang, namun, hingga saat ini kompensasi tak kunjung terealisasi. Dengan kompak, warga Dusun Kangkungan mendirikan pagar dari bambu yang di bubuhi spanduk penutupan jalan. "Kami sudah capek dengan janji-janji belaka dari pihak manajemen pabrik. Sekitar sudah 5 kali mediasi dengan Pemdes Lengkong, dan perwakilan perusahaan, namun hingga saat ini mediasi tersebut masih dead lock," kata Didik, warga setempat. Menurut warga yang lain, Agustina (54) sepanjang perus...