Langsung ke konten utama

" inilah Hasil pilkades serentak 3 desa kecamatan di Mojoanyar dari 41 desa dan 15 kecamatan kabupaten Mojokerto"

Radar publik Mojokerto
Rabu 14 september 2022

Putaran  Pilkades Serentak yang dilaksanakan pada hari ini 14 september 2022  ada 41 desa dari 15 kecamatan di Kabupaten  Mojokerto yang diantaranya yaitu Kecamatan Mojo Anyar  diikuti oleh 3 desa telah selesai dilaksanakan. Hasil penghitungan suara, diperoleh satu pemenang berdasarkan hasil penghitungan suara di tiap tiap TPS.

Informasi yang dihimpun   Awak media di lapangan Pilkades Gebang malang dimenangkan oleh Calkades Nomor Urut 3 YENI RAMAYANTI S.Pd.SD dengan perolehan suara 1.171 suara. Disusul Calkades Tarmuji 1.110 suara, dan Calkades Nomor 1 Sagi.ST 725 suara.

Kemudian, di desa Sadar tengah  Calkades MUJI UTOMO no.urut 2 menang telak atas lawan lawannya. Dengan perolehan suara 1.123 suara, disusul sholikan arif mantan kades  paslon nomer urut 1 mendapatkan perolehan  717 suara dan claon kades urutan ke 3 M.eksan fauji mendapatkan 190 suara

Selanjutnya, di  desa Ngarjo IVA MAYAWATI No urut 3 keluar sebagai juara dengan perolehan suara 884  ,nomer urut 1 Susilo 784 suara , Nomer urut 4 Ahmad Al ayubi 17 Suara Nomer urut 5 Lianah 13 Suara dan  Nomer urut 2 Abdul Rohim sebanyak 7 suara (Rep.Suanang)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Suasana Malam Di Tangkis Porong Indah (TPI)

Radar Publik Minggu (3/11/2013) WARGA Porong dan sekitarnya punya istilah khas, TPI. Bukan Televisi Pendidikan Indonesia, melainkan TANGKIS PORONG INDAH. Ini tempat mangkal ratusan lonte di tangkis (tanggul) Kali Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. ‘Keindahan’ tangkis itu bisa disaksikan setiap malam. Tangkis yang siangnya panas terik dan sepi, malam hari sangat meriah. Di sini tak ada rumah bordil yang khusus menyediakan kamar berikut lontenya. Di sini semua serba darurat. Usai matahari terbenam para ‘pengusaha’ bikin kamar-kamar begituan. Sedikitnya ada 60 kamar. “Ada semacam panitia atau pemilik. Rangkanya sudah ada, sehingga malam tinggal pasang. Bikinnya gampang sekali, dan ini sudah berlangsung bertahun-tahun,” ujar Eko, warga Porong. Pengelola kompleks TPI menyiapkan dua tiga wadah berisi air bersih di depan kamar 2 x 1 meter itu. Tujuannya, apalagi kalau bukan untuk membersihkan organ intim si lonte dan tamunya usai berhubungan badan. Fasilitas ini, rata-rata sudah...

Belum Jelas Perizinannya Pembangunan Pabrik Paku di Kangkungan Mojokerto di Protes Warga

Radar Publik Jatim - Selasa, 16/7/2024 MOJOKERTO, Warga Dusun Kangkungan Desa Lengkong Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, memprotes pembangunan pabrik paku yang ada di daerahnya, alasannya, mereka khawatir terdampak sisa hasil produksi dari produsen paku itu kelak kalau sudah beroperasi, di antaranya debu dan sumber air yang terkontaminasi dengan limbah besi.  Selain itu, warga juga menuntut kompensasi kepada pemilik pabrik akibat debu yang ditimbulkan oleh dum truk yang berlalu lalang, pada masa proyek pembangunan. Tidak hanya debu dan suara bising, mereka juga mempertanyakan ijin penggunaan akses yang di lalui dum truk untuk menguruk pabrik. Warga setempat, Alfatah (42)  mengatakan " kami hanya menanyakan kedepan dampak yang di timbulkan oleh pabrik, dan kami juga menanyakan penggunaan akses yang di lalui kendaraan proyek" . " Warga Kangkungan kepingin tahu, ijinnya sama siapa ? kaitan dengan penggunaan jalan yang di lalui kend...

Buntut Protes Warga, Kompensasi Tidak Cair Dari Pabrik Warga Tutup Akses Menuju Proyek

Radar Publik .com Mojokerto 21/7/2024 MOJOKERTO : Bentuk kekesalan warga Dusun Kangkungan, Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, Mojokerto, Jatim, akibat dampak yang ditimbulkan oleh kendaraan proyek dan penggunaan jalan yang tidak ijin ke warga. Pada Minggu siang (21/7/2024) warga Kangkungan tutup jalan menuju proyek pembangunan pabrik. Puluhan warga setempat, memblokade jalan setapak menuju proyek. Sebab, sejak dimulainya proyek pembangunan pabrik, warga sudah berkali-kali mengajukan kompensasi ke pihak pengembang, namun, hingga saat ini kompensasi tak kunjung terealisasi. Dengan kompak, warga Dusun Kangkungan mendirikan pagar dari bambu yang di bubuhi spanduk penutupan jalan. "Kami sudah capek dengan janji-janji belaka dari pihak manajemen pabrik. Sekitar sudah 5 kali mediasi dengan Pemdes Lengkong, dan perwakilan perusahaan, namun hingga saat ini mediasi tersebut masih dead lock," kata Didik, warga setempat. Menurut warga yang lain, Agustina (54) sepanjang perus...