Langsung ke konten utama

Paspampres Gadungan Ditangkap Aparat Gabungan

Radar Publik
Jum'at, 04-01-2019

Ngawi - Seorang lelaki yang menyaru sebagai anggota Paspampres dari TNI AD, ditangkap aparat gabungan dari TNI dan Polri, saat menginap di hotel saa nuansa Kota Ngawi. Tersangka diduga telah melakukan penipuan terhadap sejumlah warga di wilayah Jawa Tengah.

Adalah Dwi Andika digerebek aparat gabungan dari Satreskrim Polres Ngawi, Satreskrimj Polres Klaten Jawa Tengah, Kodim 0805 Ngawi dan Subdenpom 12 Ngawi, dalam kamar Hotel Saa Nuansa Jalan Yos Sudarso Kota Ngawi. 

Lelaki berumur 25 tahun asal Desa Ngrandu, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, hanya bisa pasrah saat ditangkap oleh petugas. 

Lelaki tersebut diburu aparat keamanan karena diduga melakukan penipuan, dengan menyamar sebagai TNI AD yang berdinas di Satuan Polisi Militer Cijantung Jakarta dan juga menyamar sebagai anggota Paspamres. Anggota TNI AD gabungan tersebut, diduga telah menipu banyak korban di wilayah Jawa Tengah.

AKBP Pranatal Hutajulu, Kapolres Ngawi, menjelaskan, kasus terakhir, lelaki yang berprofesi sebagai kuli proyek itu melarikan sepeda motor milik seorang bidan, Fitri Wuryanti (32) warga Desa Gesikan, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten. 

Pelaku sempat mengancam akan menembak seluruh anggota keluarga korban, jika tidak dipinjami sepeda motor. Bahkan pelaku mengaku tidak takut dipecat dari kesatuannya yang sebagai anggota TNI AD. 

Korban yang ketakutan, saat itu juga langsung mengantarkan sepeda motor miliknya ke pelaku yang sudah menunggu di Hotel Srikandi, Tegalyoso. 

"Karena motor tak kunjung di kembalikan, korban yang kenal melalui whatshap itu akhirnya melapor ke polisi. Keberadaan pelaku yang saat itu terendus oleh petugas berada di Hotel Di Ngawi, langsung melakukan penggerebekan," jelas AKBP Pranatal Hutajulu.

Dari dalam kamar hotel petugas juga mengamankan sepatu, tas dan celana doreng milik pelaku sebagai barang bukti, oleh petugas pelaku langsung di borgol dan digelandang ke dalam mobil untuk di bawa ke kantor Polres Klaten, Polda Jawa Tengah. Pelaku sendiri diketahui sudah satu malam menginap di Hotel Saa Nuansa Ngawi. (Kresna)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Suasana Malam Di Tangkis Porong Indah (TPI)

Radar Publik Minggu (3/11/2013) WARGA Porong dan sekitarnya punya istilah khas, TPI. Bukan Televisi Pendidikan Indonesia, melainkan TANGKIS PORONG INDAH. Ini tempat mangkal ratusan lonte di tangkis (tanggul) Kali Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. ‘Keindahan’ tangkis itu bisa disaksikan setiap malam. Tangkis yang siangnya panas terik dan sepi, malam hari sangat meriah. Di sini tak ada rumah bordil yang khusus menyediakan kamar berikut lontenya. Di sini semua serba darurat. Usai matahari terbenam para ‘pengusaha’ bikin kamar-kamar begituan. Sedikitnya ada 60 kamar. “Ada semacam panitia atau pemilik. Rangkanya sudah ada, sehingga malam tinggal pasang. Bikinnya gampang sekali, dan ini sudah berlangsung bertahun-tahun,” ujar Eko, warga Porong. Pengelola kompleks TPI menyiapkan dua tiga wadah berisi air bersih di depan kamar 2 x 1 meter itu. Tujuannya, apalagi kalau bukan untuk membersihkan organ intim si lonte dan tamunya usai berhubungan badan. Fasilitas ini, rata-rata sudah...

Belum Jelas Perizinannya Pembangunan Pabrik Paku di Kangkungan Mojokerto di Protes Warga

Radar Publik Jatim - Selasa, 16/7/2024 MOJOKERTO, Warga Dusun Kangkungan Desa Lengkong Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, memprotes pembangunan pabrik paku yang ada di daerahnya, alasannya, mereka khawatir terdampak sisa hasil produksi dari produsen paku itu kelak kalau sudah beroperasi, di antaranya debu dan sumber air yang terkontaminasi dengan limbah besi.  Selain itu, warga juga menuntut kompensasi kepada pemilik pabrik akibat debu yang ditimbulkan oleh dum truk yang berlalu lalang, pada masa proyek pembangunan. Tidak hanya debu dan suara bising, mereka juga mempertanyakan ijin penggunaan akses yang di lalui dum truk untuk menguruk pabrik. Warga setempat, Alfatah (42)  mengatakan " kami hanya menanyakan kedepan dampak yang di timbulkan oleh pabrik, dan kami juga menanyakan penggunaan akses yang di lalui kendaraan proyek" . " Warga Kangkungan kepingin tahu, ijinnya sama siapa ? kaitan dengan penggunaan jalan yang di lalui kend...

Buntut Protes Warga, Kompensasi Tidak Cair Dari Pabrik Warga Tutup Akses Menuju Proyek

Radar Publik .com Mojokerto 21/7/2024 MOJOKERTO : Bentuk kekesalan warga Dusun Kangkungan, Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, Mojokerto, Jatim, akibat dampak yang ditimbulkan oleh kendaraan proyek dan penggunaan jalan yang tidak ijin ke warga. Pada Minggu siang (21/7/2024) warga Kangkungan tutup jalan menuju proyek pembangunan pabrik. Puluhan warga setempat, memblokade jalan setapak menuju proyek. Sebab, sejak dimulainya proyek pembangunan pabrik, warga sudah berkali-kali mengajukan kompensasi ke pihak pengembang, namun, hingga saat ini kompensasi tak kunjung terealisasi. Dengan kompak, warga Dusun Kangkungan mendirikan pagar dari bambu yang di bubuhi spanduk penutupan jalan. "Kami sudah capek dengan janji-janji belaka dari pihak manajemen pabrik. Sekitar sudah 5 kali mediasi dengan Pemdes Lengkong, dan perwakilan perusahaan, namun hingga saat ini mediasi tersebut masih dead lock," kata Didik, warga setempat. Menurut warga yang lain, Agustina (54) sepanjang perus...