Langsung ke konten utama

Sungguh Sadis! Seorang Pria Tega Aniaya Balita Rewel Hingga Tewas


Radar Publik
Kamis, 04-01-2018
Kutipan Jtv
Tulungagung - Jengkel karena terus rewel dan menangis, seorang pria di Kabupaten Tulungagung, menganiaya balita hingga tewas. Pelaku yang merupakan residivis, sebelumnya diketahui sempat menggelar pesta minuman keras di sekitar tempat kejadian.

Aris Febriansyah, warga Desa Ngunut Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung, memperagakan adegan penganiayaan terhadap Hanung, balita berusia 2 tahun, hingga tewas. Residivis ini merasa jengkel karena korban terus rewel dan menangis, saat hendak diajak tidur oleh pelaku.

Saat kejadian, pelaku yang sudah dianggap keluarga oleh ibu korban, disuruh mengajak tidur korban yang sedang rewel. Pelaku kemudian berusaha menidurkannya, namun korban tetap rewel dan terus menangis.

Merasa jengkel pelaku lalu memukul perut, dan membenturkan kepala korban ke lantai, hingga tewas. Pelaku kemudian mendatangi ibu korban dan mengatakan korban tertimpa meja hingga tidak sadarkan diri.

Dari pengakuan pelaku Aris Febriansyah kepada polisi, ia tega menghabisi balita tersebut lantaran jegkel karena korban terus menangis. Apalagi pada saat itu, kondisi pelaku dalam keadaan mabuk.

"Dalam rekonstruksi yang digelar oleh Satreskrim Polres Tulungagung, terungkap fakta baru. Selain memukul perut dan membenturkan kepala, pelaku juga sempat menampar muka dan bibir korban hingga mengeluarkan darah. Total pelaku memperagakan 40 adegan dalam rekontruksi penganiayaan tersebut," kata AKP Mustijat Priyambodo, Kasat Reskrim Polres Tulungagung

Sebelumnya, polisi sudah membongkar makam korban untuk melakukan otopsi dan mengambil sampel untuk diuji laboratorium.
Akibat perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 76c subsider pasal 80 ayat 3, Undang Undang Perlindungan Anak dengan ancaman penjara maksimal 15 tahun.(Nyoto)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Suasana Malam Di Tangkis Porong Indah (TPI)

Radar Publik Minggu (3/11/2013) WARGA Porong dan sekitarnya punya istilah khas, TPI. Bukan Televisi Pendidikan Indonesia, melainkan TANGKIS PORONG INDAH. Ini tempat mangkal ratusan lonte di tangkis (tanggul) Kali Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. ‘Keindahan’ tangkis itu bisa disaksikan setiap malam. Tangkis yang siangnya panas terik dan sepi, malam hari sangat meriah. Di sini tak ada rumah bordil yang khusus menyediakan kamar berikut lontenya. Di sini semua serba darurat. Usai matahari terbenam para ‘pengusaha’ bikin kamar-kamar begituan. Sedikitnya ada 60 kamar. “Ada semacam panitia atau pemilik. Rangkanya sudah ada, sehingga malam tinggal pasang. Bikinnya gampang sekali, dan ini sudah berlangsung bertahun-tahun,” ujar Eko, warga Porong. Pengelola kompleks TPI menyiapkan dua tiga wadah berisi air bersih di depan kamar 2 x 1 meter itu. Tujuannya, apalagi kalau bukan untuk membersihkan organ intim si lonte dan tamunya usai berhubungan badan. Fasilitas ini, rata-rata sudah...

Belum Jelas Perizinannya Pembangunan Pabrik Paku di Kangkungan Mojokerto di Protes Warga

Radar Publik Jatim - Selasa, 16/7/2024 MOJOKERTO, Warga Dusun Kangkungan Desa Lengkong Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, memprotes pembangunan pabrik paku yang ada di daerahnya, alasannya, mereka khawatir terdampak sisa hasil produksi dari produsen paku itu kelak kalau sudah beroperasi, di antaranya debu dan sumber air yang terkontaminasi dengan limbah besi.  Selain itu, warga juga menuntut kompensasi kepada pemilik pabrik akibat debu yang ditimbulkan oleh dum truk yang berlalu lalang, pada masa proyek pembangunan. Tidak hanya debu dan suara bising, mereka juga mempertanyakan ijin penggunaan akses yang di lalui dum truk untuk menguruk pabrik. Warga setempat, Alfatah (42)  mengatakan " kami hanya menanyakan kedepan dampak yang di timbulkan oleh pabrik, dan kami juga menanyakan penggunaan akses yang di lalui kendaraan proyek" . " Warga Kangkungan kepingin tahu, ijinnya sama siapa ? kaitan dengan penggunaan jalan yang di lalui kend...

Buntut Protes Warga, Kompensasi Tidak Cair Dari Pabrik Warga Tutup Akses Menuju Proyek

Radar Publik .com Mojokerto 21/7/2024 MOJOKERTO : Bentuk kekesalan warga Dusun Kangkungan, Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, Mojokerto, Jatim, akibat dampak yang ditimbulkan oleh kendaraan proyek dan penggunaan jalan yang tidak ijin ke warga. Pada Minggu siang (21/7/2024) warga Kangkungan tutup jalan menuju proyek pembangunan pabrik. Puluhan warga setempat, memblokade jalan setapak menuju proyek. Sebab, sejak dimulainya proyek pembangunan pabrik, warga sudah berkali-kali mengajukan kompensasi ke pihak pengembang, namun, hingga saat ini kompensasi tak kunjung terealisasi. Dengan kompak, warga Dusun Kangkungan mendirikan pagar dari bambu yang di bubuhi spanduk penutupan jalan. "Kami sudah capek dengan janji-janji belaka dari pihak manajemen pabrik. Sekitar sudah 5 kali mediasi dengan Pemdes Lengkong, dan perwakilan perusahaan, namun hingga saat ini mediasi tersebut masih dead lock," kata Didik, warga setempat. Menurut warga yang lain, Agustina (54) sepanjang perus...