Langsung ke konten utama

Radar Publik Kontak Kantor Redaksi Jl. UNIVERSITAS UBAYA, DUYUNG TRAWAS MOJOKERTO. Telp. 081216261999. 085334564999. Sms : 08563252999.

Visi Misi Media RADAR PUBLIK ONLINE

Visi :
Menjadi terdepan sebagai kabar intelektual, Media Radar Publik Online dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mengimplementasikan nilai–nilai Pancasila dan UUD. 1945 dengan semangat kebersamaan dan persaudaraan demi esensi dan eksistensi RADAR PUBLIK ONLINE di INDONESIA pada khususnya INTERNASIONAL pada umumnya.

Misi :
1) Menggunakan segala kemampuan dan potensi diri sebagai Media intelektual untuk memberikan sajian informasi yang terbaik bagi Masyarakat, bangsa dan Negara.

2) Pemahaman mendalam dan implementasi nilai – nilai yang terkandung dalam Pancasila dan UUD. 1945 (sebagai ideologi kehidupan dan berbangsa dan bernegara) untuk diri sendiri maupun orang lain dengan atau melalui Media RADAR PUBLIK ONLINE.

3) Mempererat kebersamaan dan persaudaraan antara sesama anggota keluarga besar Kelembagaan Sehingga tercipta suasana internal dan eksternal yang menunjang jalannya ke eksisan Media Online dalam mencapai tujuan

4) Berjuang dan terus berkarya demi untuk menyajikan informasi terdepan mengabarkan kepada Masyarakat.

5) Mengadakan pembinaan untuk para pengurus dan anggota dalam sistem kinerja dan manajemen organisasi yang termotivasi, transparan, jujur, tertata, disiplin.

6) Melebarkan sayap Media RADAR PUBLIK ONLINE ke seluruh Indonesia.

Orientasi & Arah Program Kerja

INTERNAL

1) Maksimalisasi dan penguatan sistem pengkaderan.

2) Peningkatan kekompakan dan kebersamaan.

3) Memperbaiki koordinasi dan komunikasi.

4) Kemandirian dalam rangka mencari sumber berita dan transparansi serta berimbang.

EKSTERNAL

1) Menjalankan fungsi Media RADAR PUBLIK ONLINE sebagai kontrol sosial dan berpartisipasi dalam menyelesaikan permasalahan Bangsa dan Negara.

2) Ikut berperan aktif dalam usaha penyelesaian permasalahan bangsa ini dengan seluruh elemen khususnya yang terdapat di INDONESIA.

3) Menghasilkan karya dan prestasi dengan berbagai kegiatan di bidang Kewartawanan.

4) Mengawasi dan mengkawal jalannya Pemerintahan.

Hingga pada akhirnya semua tersebut diatas dijadikan dasar bagi bagian – bagian dalam menjalankan program kerja. Bahwasanya dalam program kerja yang dibuat nanti harus memiliki arah dan pemahaman sebagai berikut :

1) Pencapaian hasil dari program kerja supaya dirasakan oleh lembaga Media Radar Publik Online demi kesejahteraan wartawannya.

2) Cakupan program kerja harus lebih luas dan terkonsep dengan jelas penuh transparan.

3) Parameter keberhasilan dari program kerja bukan hanya yang direncanakan tapi juga dalam hal kerja tim atas dasar saling percaya dan kebersamaan.

4) Program kerja merupakan hasil dari pemikiran mendalam dan diskusi.

5) Anggaran biaya merupakan salah satu pertimbangan, tapi dibuat serealistis mungkin dalam rekomendasi program kerja.

6) Lengkap dan baik secara administrasi dan sesuai dengan P.O. Media RADAR PUBLIK ONLINE serta AD/ART.

(Presiden Radar Publik: H. SUNYOTO NH)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Suasana Malam Di Tangkis Porong Indah (TPI)

Radar Publik Minggu (3/11/2013) WARGA Porong dan sekitarnya punya istilah khas, TPI. Bukan Televisi Pendidikan Indonesia, melainkan TANGKIS PORONG INDAH. Ini tempat mangkal ratusan lonte di tangkis (tanggul) Kali Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. ‘Keindahan’ tangkis itu bisa disaksikan setiap malam. Tangkis yang siangnya panas terik dan sepi, malam hari sangat meriah. Di sini tak ada rumah bordil yang khusus menyediakan kamar berikut lontenya. Di sini semua serba darurat. Usai matahari terbenam para ‘pengusaha’ bikin kamar-kamar begituan. Sedikitnya ada 60 kamar. “Ada semacam panitia atau pemilik. Rangkanya sudah ada, sehingga malam tinggal pasang. Bikinnya gampang sekali, dan ini sudah berlangsung bertahun-tahun,” ujar Eko, warga Porong. Pengelola kompleks TPI menyiapkan dua tiga wadah berisi air bersih di depan kamar 2 x 1 meter itu. Tujuannya, apalagi kalau bukan untuk membersihkan organ intim si lonte dan tamunya usai berhubungan badan. Fasilitas ini, rata-rata sudah...

Belum Jelas Perizinannya Pembangunan Pabrik Paku di Kangkungan Mojokerto di Protes Warga

Radar Publik Jatim - Selasa, 16/7/2024 MOJOKERTO, Warga Dusun Kangkungan Desa Lengkong Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, memprotes pembangunan pabrik paku yang ada di daerahnya, alasannya, mereka khawatir terdampak sisa hasil produksi dari produsen paku itu kelak kalau sudah beroperasi, di antaranya debu dan sumber air yang terkontaminasi dengan limbah besi.  Selain itu, warga juga menuntut kompensasi kepada pemilik pabrik akibat debu yang ditimbulkan oleh dum truk yang berlalu lalang, pada masa proyek pembangunan. Tidak hanya debu dan suara bising, mereka juga mempertanyakan ijin penggunaan akses yang di lalui dum truk untuk menguruk pabrik. Warga setempat, Alfatah (42)  mengatakan " kami hanya menanyakan kedepan dampak yang di timbulkan oleh pabrik, dan kami juga menanyakan penggunaan akses yang di lalui kendaraan proyek" . " Warga Kangkungan kepingin tahu, ijinnya sama siapa ? kaitan dengan penggunaan jalan yang di lalui kend...

Buntut Protes Warga, Kompensasi Tidak Cair Dari Pabrik Warga Tutup Akses Menuju Proyek

Radar Publik .com Mojokerto 21/7/2024 MOJOKERTO : Bentuk kekesalan warga Dusun Kangkungan, Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, Mojokerto, Jatim, akibat dampak yang ditimbulkan oleh kendaraan proyek dan penggunaan jalan yang tidak ijin ke warga. Pada Minggu siang (21/7/2024) warga Kangkungan tutup jalan menuju proyek pembangunan pabrik. Puluhan warga setempat, memblokade jalan setapak menuju proyek. Sebab, sejak dimulainya proyek pembangunan pabrik, warga sudah berkali-kali mengajukan kompensasi ke pihak pengembang, namun, hingga saat ini kompensasi tak kunjung terealisasi. Dengan kompak, warga Dusun Kangkungan mendirikan pagar dari bambu yang di bubuhi spanduk penutupan jalan. "Kami sudah capek dengan janji-janji belaka dari pihak manajemen pabrik. Sekitar sudah 5 kali mediasi dengan Pemdes Lengkong, dan perwakilan perusahaan, namun hingga saat ini mediasi tersebut masih dead lock," kata Didik, warga setempat. Menurut warga yang lain, Agustina (54) sepanjang perus...