Langsung ke konten utama

Dua Kader NU 'Bertarung' untuk Posisi Ketua Ansor Jatim

Radar Publik Minggu, 22 Desember 2013.
LAMONGAN - Dua orang bakal bertarung untuk memerebut kursi Ketua PW GP Ansor Jatim saat Koferensi Wilayah (Konferwil) GP Ansor Jatim di Ponpes Sunan Drajat, Paciran, Kabupaten Lamongan.

Dua kandidat itu adalah Sholihul Am Anotobuwono (Ketua PC Ansor Jombang) dan Rudi Tri Wahid (Caleg dari PKB) yang juga mantan Ketua PC Ansor Ngawi.

Ketua Pelaksana Konferwil Ansor Jatim, Abdussalam, mengatakan, sejak pendaftaran calon ketua ditutup hanya dua orang yang mendaftar.

Sedangkan empat nama lain yang sempat mengemuka yakni Ahmad Tamim (mantan ketua PC Ansor Kabupaten Blitar), Hendro Tri Subiantoro (Wakil Ketua PW GP Ansor), Abdul Rohim (Ketua PC Ansor Kencong) dan Sukron Makmun Hidayat (Ketua PC Ansor Banyuwangi yang juga adik kandung Bupati Abdullah Azwar Anas) tidak jadi mendaftar.

"Rapat verifikasi berkasnya kita gelar Kamis 19 Desember lalu dan hasilnya keduanya dinyatakan memenuhi syarat,” ujar Sabtu, Minggu (22/12/2013).

Salam berharap, Konferwil ini menghasilkan keputusan yang terbaik demi kemajuan Ansor Jatim ke depan.

Terpisah, Rudi Tri Wahid salah satu kandidat calon Ketua GP Ansor Jatim mengaku optimis terpilih. Caleg PKB ini memiliki dukungan yang cukup kuat. Dia mengklaim mendapat dukungan 30 Pengurus Cabang (PC) dan ratusan PAC.

Padahal untuk mendaftar sebagai kandidat calon Ketua PW GP Ansor, setidaknya memiliki minimal rekomendasi dukungan dari 4 PC dan 20 PAC. "Saya sudah berusaha yang terbaik tinggal pasrah. Semoga saja peserta konferwil nanti memberikan suaranya," ujarnya.

Sementara itu, informasi yang berkembang, Rudi Tri Wahid merupakan kandidat calon yang dikehendaki oleh Mantan Ketua PP GP Ansor Saifullah Yusuf (Gus Ipul) untuk memimpin Ansor Jatim.

Sempat beredar kabar ada aksi borong rekom untuk mengamankan Rudi Tri Wahid namun hingga akhirnya kabar itu dibantah oleh Wakil Ketua PP GP Ansor Makruf.

Terpisah kandidat lain, Sholihul Am Notobuwono, juga mengaku optimis. Cucu Pendiri GP Ansor KH Wahab Chasbullah itu mengaku ikut maju sebagai calon ketua semata-mata untuk meneruskan kembali perjuangan Ansor.

Pria yang akrab disapa Gus Aam ini yakin menang dalam pemilihan meski hanya mendapatkan dukungan dari 7 PC dan 26 PAC.

"Saya optimis menang, kalau tidak ada permainan uang dalam Konferwil. Sedangkan visi dan misi saya adalah melakukan revitalisasi nilai dan tradisi NU serta menterjemahkan PD/PRT GP Ansor," ujarnya.

Konferwil Ansor Jatim 2013 diikuti oleh 666 orang pengurus PAC dan 40 PC Ansor se-Jatim dijadwal dibuka dengan tahlil kubro dalam rangka haul Gus Dur dipimpin KH Abdul Ghofur selaku pemangku Ponpes Sunan Drajat.

Kemudian dilanjutkan dengan sambuatn oleh Gubernur Jatim, dan mauidhah hasanah oleh Ketua PWNU Jatim, KH Mutawakkil Alallah.

Hari kedua atau Sabtu (21/12/2013) diisi dengan berbagai materi dan sidang pleno I yang membahas tentang Tata Tertib (Tatib) Konferwil. Kemudian besok, Minggu 22 Desember dijadwal pleno II tentang pengesahan Tatib, dilanjutkan dengan pemilihan ketua PW GP Ansor Jatim yang baru dan diakhiri dengan penutupan. (Nurani)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Suasana Malam Di Tangkis Porong Indah (TPI)

Radar Publik Minggu (3/11/2013) WARGA Porong dan sekitarnya punya istilah khas, TPI. Bukan Televisi Pendidikan Indonesia, melainkan TANGKIS PORONG INDAH. Ini tempat mangkal ratusan lonte di tangkis (tanggul) Kali Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. ‘Keindahan’ tangkis itu bisa disaksikan setiap malam. Tangkis yang siangnya panas terik dan sepi, malam hari sangat meriah. Di sini tak ada rumah bordil yang khusus menyediakan kamar berikut lontenya. Di sini semua serba darurat. Usai matahari terbenam para ‘pengusaha’ bikin kamar-kamar begituan. Sedikitnya ada 60 kamar. “Ada semacam panitia atau pemilik. Rangkanya sudah ada, sehingga malam tinggal pasang. Bikinnya gampang sekali, dan ini sudah berlangsung bertahun-tahun,” ujar Eko, warga Porong. Pengelola kompleks TPI menyiapkan dua tiga wadah berisi air bersih di depan kamar 2 x 1 meter itu. Tujuannya, apalagi kalau bukan untuk membersihkan organ intim si lonte dan tamunya usai berhubungan badan. Fasilitas ini, rata-rata sudah...

Belum Jelas Perizinannya Pembangunan Pabrik Paku di Kangkungan Mojokerto di Protes Warga

Radar Publik Jatim - Selasa, 16/7/2024 MOJOKERTO, Warga Dusun Kangkungan Desa Lengkong Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, memprotes pembangunan pabrik paku yang ada di daerahnya, alasannya, mereka khawatir terdampak sisa hasil produksi dari produsen paku itu kelak kalau sudah beroperasi, di antaranya debu dan sumber air yang terkontaminasi dengan limbah besi.  Selain itu, warga juga menuntut kompensasi kepada pemilik pabrik akibat debu yang ditimbulkan oleh dum truk yang berlalu lalang, pada masa proyek pembangunan. Tidak hanya debu dan suara bising, mereka juga mempertanyakan ijin penggunaan akses yang di lalui dum truk untuk menguruk pabrik. Warga setempat, Alfatah (42)  mengatakan " kami hanya menanyakan kedepan dampak yang di timbulkan oleh pabrik, dan kami juga menanyakan penggunaan akses yang di lalui kendaraan proyek" . " Warga Kangkungan kepingin tahu, ijinnya sama siapa ? kaitan dengan penggunaan jalan yang di lalui kend...

Buntut Protes Warga, Kompensasi Tidak Cair Dari Pabrik Warga Tutup Akses Menuju Proyek

Radar Publik .com Mojokerto 21/7/2024 MOJOKERTO : Bentuk kekesalan warga Dusun Kangkungan, Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, Mojokerto, Jatim, akibat dampak yang ditimbulkan oleh kendaraan proyek dan penggunaan jalan yang tidak ijin ke warga. Pada Minggu siang (21/7/2024) warga Kangkungan tutup jalan menuju proyek pembangunan pabrik. Puluhan warga setempat, memblokade jalan setapak menuju proyek. Sebab, sejak dimulainya proyek pembangunan pabrik, warga sudah berkali-kali mengajukan kompensasi ke pihak pengembang, namun, hingga saat ini kompensasi tak kunjung terealisasi. Dengan kompak, warga Dusun Kangkungan mendirikan pagar dari bambu yang di bubuhi spanduk penutupan jalan. "Kami sudah capek dengan janji-janji belaka dari pihak manajemen pabrik. Sekitar sudah 5 kali mediasi dengan Pemdes Lengkong, dan perwakilan perusahaan, namun hingga saat ini mediasi tersebut masih dead lock," kata Didik, warga setempat. Menurut warga yang lain, Agustina (54) sepanjang perus...