Langsung ke konten utama

Bunda Putri Muncul di KPK

Radar Publik
Jakarta - Sesosok perempuan yang mengaku sebagai Bunda Putri tiba-tiba mendatangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Senin (28/10) siang. Perempuan yang mengenakan jilbab hitam dan baju putih itu pun mengaku punya banyak kenalan pejabat penting di Indonesia.

Kedatangan perempuan tersebut sempat membikin kaget. Sebab, air wajahnya mirip dengan sosok Non Nurlela Saputri alias Bunda Putri. Namun, wajah Non Saputri lebih kurus dibanding perempuan yang mengaku Bunda Putri itu.

Ia pun kemudian menuturkan, punya nama lengkap Raden Ayu Yenny Meliyana. "Karena aku kawin dan karena keluarga yang terkait, jadi disebutnya Bunda Ratu Putri Ayu Yenny Meliyana," kata perempuan itu menjelasnya, Senin pagi.

Bunda Ratu Putri itu juga sempat menujukkan foto yang disebutnya bersama Andi Alifian Mallaranggeng. Andi sendiri memang disebut pernah berfoto dengan perempuan misterius yang disebut Bunda Putri. Radar Publik, Selasa (29/10/2013)

Namun, perempuan itu kemudian menampik saat ditanya apakah dirinya merupakan Bunda Putri yang hadir dalam percakapan antara Luthfi Hasan Ishaaq dan Ridwan Hakim. "Kalau Bunda Putri yang dicari sama kalian, Bunda Putri adanya di Bu Ani di Cikeas itu istrinya Dirjen Pertanian," sebutnya.

Seperti diketahui, sosok Bunda Putri sempat menjadi perbincangan lantaran diketahui sebagai sosok penting di Istana Negara. Mengenai Bunda Putri itu, SBY sempat menampik kabar tersebut. (PEMRED)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Suasana Malam Di Tangkis Porong Indah (TPI)

Radar Publik Minggu (3/11/2013) WARGA Porong dan sekitarnya punya istilah khas, TPI. Bukan Televisi Pendidikan Indonesia, melainkan TANGKIS PORONG INDAH. Ini tempat mangkal ratusan lonte di tangkis (tanggul) Kali Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. ‘Keindahan’ tangkis itu bisa disaksikan setiap malam. Tangkis yang siangnya panas terik dan sepi, malam hari sangat meriah. Di sini tak ada rumah bordil yang khusus menyediakan kamar berikut lontenya. Di sini semua serba darurat. Usai matahari terbenam para ‘pengusaha’ bikin kamar-kamar begituan. Sedikitnya ada 60 kamar. “Ada semacam panitia atau pemilik. Rangkanya sudah ada, sehingga malam tinggal pasang. Bikinnya gampang sekali, dan ini sudah berlangsung bertahun-tahun,” ujar Eko, warga Porong. Pengelola kompleks TPI menyiapkan dua tiga wadah berisi air bersih di depan kamar 2 x 1 meter itu. Tujuannya, apalagi kalau bukan untuk membersihkan organ intim si lonte dan tamunya usai berhubungan badan. Fasilitas ini, rata-rata sudah...

Belum Jelas Perizinannya Pembangunan Pabrik Paku di Kangkungan Mojokerto di Protes Warga

Radar Publik Jatim - Selasa, 16/7/2024 MOJOKERTO, Warga Dusun Kangkungan Desa Lengkong Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, memprotes pembangunan pabrik paku yang ada di daerahnya, alasannya, mereka khawatir terdampak sisa hasil produksi dari produsen paku itu kelak kalau sudah beroperasi, di antaranya debu dan sumber air yang terkontaminasi dengan limbah besi.  Selain itu, warga juga menuntut kompensasi kepada pemilik pabrik akibat debu yang ditimbulkan oleh dum truk yang berlalu lalang, pada masa proyek pembangunan. Tidak hanya debu dan suara bising, mereka juga mempertanyakan ijin penggunaan akses yang di lalui dum truk untuk menguruk pabrik. Warga setempat, Alfatah (42)  mengatakan " kami hanya menanyakan kedepan dampak yang di timbulkan oleh pabrik, dan kami juga menanyakan penggunaan akses yang di lalui kendaraan proyek" . " Warga Kangkungan kepingin tahu, ijinnya sama siapa ? kaitan dengan penggunaan jalan yang di lalui kend...

Buntut Protes Warga, Kompensasi Tidak Cair Dari Pabrik Warga Tutup Akses Menuju Proyek

Radar Publik .com Mojokerto 21/7/2024 MOJOKERTO : Bentuk kekesalan warga Dusun Kangkungan, Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, Mojokerto, Jatim, akibat dampak yang ditimbulkan oleh kendaraan proyek dan penggunaan jalan yang tidak ijin ke warga. Pada Minggu siang (21/7/2024) warga Kangkungan tutup jalan menuju proyek pembangunan pabrik. Puluhan warga setempat, memblokade jalan setapak menuju proyek. Sebab, sejak dimulainya proyek pembangunan pabrik, warga sudah berkali-kali mengajukan kompensasi ke pihak pengembang, namun, hingga saat ini kompensasi tak kunjung terealisasi. Dengan kompak, warga Dusun Kangkungan mendirikan pagar dari bambu yang di bubuhi spanduk penutupan jalan. "Kami sudah capek dengan janji-janji belaka dari pihak manajemen pabrik. Sekitar sudah 5 kali mediasi dengan Pemdes Lengkong, dan perwakilan perusahaan, namun hingga saat ini mediasi tersebut masih dead lock," kata Didik, warga setempat. Menurut warga yang lain, Agustina (54) sepanjang perus...