Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2017

Gus Ipul: Dokter IGD Harus Tangani Pasien Secara Cermat

Radar Publik Surabaya - Wagub Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul) meminta kepada dokter Instalasi Gawat Darurat (IGD) di RS agar dapat menangani pasien atau penderita secara cermat. Hal tersebut disampaikannya saat membuka Symposium Emergency Dokter di Hotel JW Marriot Surabaya, Sabtu (28/1/2017). Ia mengatakan, ketelitian dokter IGD di dalam menangani pasien sangat dibutuhkan pada pertolongan pertama dalam menerima pasien di sebuah rumah sakit. Peran dokter menangani pasien harus ditangani secara cermat, akurat dan tepat sasaran. Kondisi tersebut dimaksudkan agar dapat menghindarkan pasien dari bahaya kecacatan dan juga kematian yang diakibatkan kurang cermat dan tanggapnya dokter maupun tenaga medis dalam menangani pasien. "Penanganan di tingkat IGD sangat penting sekali. Penanganan dari dokter dapat menentukan nasib atau nyawa dari seseorang. Biasanya, yang masuk ke IGD adalah orang orang yang mendekati kecacatan atau kematian sehingga harus cepat ditolong dan ditang...

Presiden berharap perekonomian daerah bergerak lebih cepat

Minggu, 15 Januari 2017 14:30 WIB | Pewarta: Agus Salim Presiden Joko Widodo. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)   Radar Publik Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap perekonomian daerah di seluruh Indonesia bergerak lebih cepat dengan adanya dana transfer ke daerah dan dana desa yang lebih besar pada 2017. "Dalam APBN 2017 dana transfer ke daerah dan dana desa mencapai Rp764,9 triliun, lebih besar dari belanja kementerian dan lembaga di pusat, karena kita ingin perekonomian daerah bergerak lebih baik lagi," kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan dalam perayaan HUT Ke-18 PKPI di Jakarta, Minggu. Jokowi menyebutkan dari segi kebijakan anggaran, pemerintah dalam APBN Perubahan 2016 untuk pertama kalinya menetapkan anggaran transfer ke daerah dan dana desa lebih besar dari belanja kepada kementerian/lembaga di pusat. APBN 2017 menetapkan pendapatan negara sebesar Rp1.750 triliun dan belanja negara Rp2.800 triliun. Da...

Mensos kutuk aksi biadab predator anak di Sorong

Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa (ANTARA FOTO/Saif Sangat pantas pelakunya dihukum mati. Ini bagian dari penjeraan kepada para predator seksual anak dan peringatan bagi siapapun yang melakukan pola dan tindakan sadis dan keji semacam itu." Radar Publik Jakarta - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengutuk keras aksi biadab pemerkosaan dan pembunuhan keji terhadap bocah berusia empat tahun bernama Kasia Mamangsa di Kota Sorong, Papua Barat. Dia menilai apa yang dilakukan oleh para pelaku sangat tidak berprikemanusiaan. Khofifah juga berpendapat jika tindakan sadis pelaku layak diganjar hukuman mati. "Sangat pantas pelakunya dihukum mati. Ini bagian dari penjeraan kepada para predator seksual anak dan peringatan bagi siapapun yang melakukan pola dan tindakan sadis dan keji semacam itu," kata Khofifah dalam siaran persnya di Jakarta, Jumat. Khofifah menjelaskan, dalam peraturan pemerintah pen...

Anggota DPR: pemblokiran situs internet jadi jalan terakhir

Kamis, 5 Januari 2017  Jakarta (Radar Publik) - Anggota Komisi I DPR RI Sukamta mengatakan, pemblokiran situs internet seharusnya menjadi jalan terakhir, kendati bertebaran situs-situs yang dinilai provokatif. "Pemblokiran situs-situs berkonten Islam ini seharusnya tidak terulang lagi," kata Sukamta lewat keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Kamis. Jika pemblokiran terpaksa dilakukan, kata dia, seharusnya menjadi jalan terakhir setelah pembinaan dilakukan. Tanggung jawab itu diemban banyak pihak baik masyarakat, swasta maupun pemerintah demi mewujudkan dunia maya beradab sebagaimana semangat UU ITE. Sekretaris Fraksi PKS itu meminta pemerintah agar bekerja secara sistematis, terukur dan teratur dimulai dengan membuat peraturan-peraturan terkait. "Segera buatlah peraturan pemerintah tentang pemblokiran yang mengatur kriteria dan parameter yang dilarang apa saja, siapa yang berhak melarang, bagaimana ...